
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Sebenarnya tanpa dijebak oleh Dinda atau siapa pun, begitu Eddy melaporkan kasus percobaan pembunuhan, pasti tersangka akan ditangkap kalau dilihat ada bukti-bukti kuat dari Mukhtar.
Tapi Eddy ingin melihat lebih dulu apa alasan pelaku ingin membunuh anak dan menantunya?
Kalau bisa Eddy akan balas dendam lebih dulu sebelum pelaku dimasukin ke penjara.
Dia nggak akan bisa melakukan balas dendam bila pelaku sudah ada dalam tahanan polisi.
Memang saat ini anak, menantu serta cucu-cucunya selamat, tapi kerugian selama 3 bulan di rumah sakit itu tak terbilang.
Bukan hanya soal biaya rumah sakit di VIP dan ICU VIP serta operasi dan obat paten yang harus dia gelontorkan. Tapi kerugian lain sangat besar.
Karena Dinda tak masuk kerja selama tiga bulan, pendapatan tahunan perusahaan sedikit menurun, dan itu hitungannya T bukan M.
Belum lagi kerugian kecemasan Eddy akan kehilangan cucu-cucunya juga Dinda menantu yang dia anggap putrinya sendiri.
Semua itu tidak bisa dihitung dengan uang dan itu yang harus dibalas. Ibaratnya mata diganti mata.
__ADS_1
Semua kerugian immaterial itu yang harus dipertanggung jawabkan oleh orang itu.
Itu baru dari sisi Eddy. Bagaimana dari sisi Adit?
Rasa cemas dan putus asa akan kehilangan wanita tercinta juga calon momongan mereka. Itu tentu tak bisa mudah dimaafkan dengan hanya melihat pelaku dipenjara.
Eddy ingin balaskan semua itu.
Eddy juga nggak ngerti mengapa orang yang nggak pernah berhubungan dengannya, tak pernah berkomunikasi punya dendam sedemikian rupa sehingga ingin anak dan menantunya mati.
Kalau Lilis punya dendam pada Dinda dan Adit mungkin Eddy masih bisa mengerti karena kalau Lilis datang keduanya suka bicara sinis. Jadi mungkin itu bisa memicu Lilis marah dan dendam.
Makanya Eddy penasaran kenapa Mintarsih bisa sampai sedemikian marah sampai ingin membunuh Adit dan Dinda.
Eddy sejak kemarin sore dalam perjalanan pulang dari kantor mencoba mengingat-ingat sosok Mintarsih sepupu dari almarhum istrinya.
Tak ada yang istimewa, Tasih adalah anak bibinya Ina, kalau nggak salah anak ketiga.
__ADS_1
Dua kakaknya perempuan dia nomor 3 Adiknya laki-laki. Waktu Ina masih ada pun Tasih jarang datang ke rumah ini.
Lalu mengapa tiba-tiba dia ingin Adit dan Dinda mati? Apa dendam yang dia miliki? Eddy memikirkan apa motif Tasih ingin menghabisi keluarganya?
"Besok dia mulai ingin berperan seperti Lilis yang dikarang skenarionya oleh Dinda. Apa motivasi dia cemburu? Sedang kami tak punya hubungan komunikasi sama sekali. Bahkan nomor ponselnya saja aku enggak punya."
"Besok pagi aku harus bisa tahan emosiku untuk tidak memperlihatkan wajah jutekku seperti saat berhadapan dengan Lilis. Kalau Lilis sudah biasa aku juteki."
"Sudah aku juteki saja Lilis masih ndableg dan tak tahu malu. Terlebih bila aku beri senyuman. Bisa runtuh dunia akibat dia heboh." Eddy terus bergumam. Dia masih bingung menerka apa motif tindakan Tasih.
"Satu pertanyaan Papa, darimana Tasih kenal Mukhtar?" Eddy mengirim voice note pada ponsel Adit dan Dinda.
"Iya juga ya? Bagaimana dia kenal dengan Muktar. Aku akan tanya pengacara yang aku sewa Pa. Untuk mengorek riwayat perkenalan mereka." Adit langsung merespon pertanyaan Eddy.
"Lagian Mas enggak tanya ketika Muktar kasih info," jawab Dinda yang baru selesai bersiap menyambut kedatangan suaminya dari kantor. Dinda mengenakan blouse longgar untuk ibu menyusui dan celana bahan kaos. Bukan hanya dengan daster dan wajah lelah.
Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa
__ADS_1