
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Iya, iya Dit, iya," kata Eddy tergagap. Dia tentu tak bisa berlari mendekat karena sedang memangku Ade.
Tanpa menunda Radite memencet bel untuk memanggil perawat. Kebetulan bel terjangkau oleh tangannya.
Radite, simbok dan Eddy semua melihat jemari Dinda bergerak walau sangat pelan. Tentu saja Radite menangis bahagia dan terharu ternyata rangsangan anak-anak di hari pertama sudah membuahkan hasil.
"Kenapa Pak?" tanya perawat.
Perawat berpikir bayinya bermasalah.
"Kami bertiga melihat jemarinya Dinda bergerak suster." Lapor Radite.
Suster langsung melihat pada monitora EKG, disana terlihat ada peningkatan gerak jantung walau sebentar lalu kembali ke posisi sebelumnya.
Suster melihat monitor ICU, dia melihat memang ada pergerakan ritme detak jantung Adinda.
"Iya grafik jantung ada perubahan, takikardia nih Pak," kata suster, Dia mencatat semuanya
"Saya akan panggil dokter ya Pak. Bayi-bayinya nanti minggir dulu pada saat dokter datang."
"Baik Sus," kata Eddy. Radite sudah tak bisa berkata-kata. Tiga bulan akhirnya ada keajaiban.
Suster langsung mengecek denyut nadi Adinda, dia pun mencatatnya karena takut habis ini dokter datang pasti dia akan ditanya. Juga dia lihat dan dia catat perubahan monitor EKG yang ada di datanya dengan yang ada sekarang.
"Oke baik semuanya kita tunggu dokter ya Pak. Saya akan kembali lagi bersama dokter," kata suster.
"Ade sama Mamas kita bobok dulu yuk," kata Radite. Tadi dia sudah meminta simbok mengambilkan susuu baru lagi karena suusu yang tadi sudah habis. Tentu dikawal agar tak terjadi apa pun.
"Minta sussu sama ambilkan diapers Mbok."
"Diapers enggak usah Dit. Kita bawa koq. Sekarang tanya aja sussu merk apa dan takarannya berapa biar kita siapkan juga."
"Malam ini Papa mau beli botol sussu terbaik beserta semua alat sterilnya serta susuu biar kita enggak wira wiri ke kamar bayi." Eddy memutuskan akan menyiapkan semua kebutuhan cucu-cucunya.
"Iya diapers kami sudah bawa," kata simbok.
"Oh ya sudah. Suruh suster kasih tulisan merek susuu formulanya sama takarannya. Harus ditulis biar simbok enggak disalahkan. Bisa aja kalau terjadi apa-apa nanti dibilang simbok salah dengar."
"Nanti Papa beli semua perlengkapan baby Pa. Dari bedak, minyak telon, kapas bulat, tissue basah dan lain-lain." Kata Radite.
"Kamu buat list nya saja, biar tak banyak yang terlupa. Sisanya baru kita beli saat butuh," Eddy tahu Radite belum sempat beli apa pun.
"Ayo kita ganti diapers biar fresh ya," Radite bicara ada dua jagoannya. Radite sudah terbiasa menggantikan diapers dan membasuh bayi saat Bram dulu. Jadi sudah tidak kaku.
__ADS_1
Eddy dan Radite sibuk mengurusi kedua bayi.
"Ini tuan dan Den sussunya. Biarkan mereka tidur, jangan biasakan digendong. Kasihan nanti non Dinda akan repot bila anak-anak terbiasa digendong."
"Tepuk-tepuk aja biar dia tidur. Kalau kenyang pasti mereka tidur kok," kata simbok.
"Ya Mbok aku ngerti," kata Radite. Dia menepuk-nepuk dengan lembut paha Mamas biar tidur.
\*\*\*
"Bapak katanya minta izin buat anak-anak ada di sini. Saya mengerti dan saya juga sudah dapat berita dokter neonatus bahwa mereka mengizinkannya karena itu saya akan membiarkan di sini. Masalahnya siapa yang ngurus?" kata dokter penyakit dalam yang dihubungi oleh dokter jaga melalui video call.
Dokter yang sedang berjaga adalah dokter umum menghubungi dokter spesialis yang menangani Adinda untuk melaporkan perkembangan ini.
"Kami bisa kok. Saya dan simbok aja yang stand by di sini untuk menjaga anak-anak karena saya nggak mau ada apa baby sitter dalam ruangan ini Dok," kata Radite.
"Ya sudah kalau gitu Saya akan biarkan babies tetap di sini aja sama seperti bayi lainnya seakan-akan ibunya yang sehat."
"Karena nanti bayi akan rewel saat mereka menangis mungkin itu bisa membuat ikatan batin aibu dan babies makin kuat. Mungkin ibunya akan tergerak," kata dokter lagi.
"Iya Dok terima kasih," kata Radit mengakhiri video call yang dilakukan oleh dokter umum tadi.
Dokter spesialis selanjutnya memberi perintah kepada dokter umum agar menuliskan resep mewakili dirinya.
Dokter spesialis memberi instruksi pada dokter jaga secara rinci.
\*\*\*
Radit senang karena akhirnya baby twins akan tidur bersamanya malam ini.
"Pa kayaknya kita nggak perlu lagi cari baby sitter. Cari teman sebaya simbok aja satu buat jaga anak-anak."
"Dia nanti berdua sama si mbok, kayaknya itu udah lebih dari cukup deh Pa."
"Nah nanti Papa cari orang buat dapur gantiin simbok," Radit pikir tak perlu cari baby sitter yang bisa jadi malah mengganggu rumah tangganya kelak.
Radite banyak tahu kisah rumah tangga hancur karena tuannya selingkuh dengan baby sitter. Bisa jadi karena si lelaki yang memang tak mampu setia, bisa jadi diawali godaan baby sitter yang ingin hidup mewah dengan cara menjatuhkan diri pada tuannya.
"Sebentar Pa. Aku ingat dulu yang ngasuh Bram juga simbok. Aku akan panggil dia gimana Pa?"
"Boleh kalau kamu mau dan dia bisa merawat anak-anak."
"Oke aku akan panggil dia. Nanti biar berdua sama simbok jadi yang buat dapur itu biar orang baru."
"Aku enggak mau Papa terima anak muda walau buat dapur sekali pun. Bukan nggak percaya dalam hal kemampuan. Tapi banyak kejadian pembantu muda ingin jadi nyonya! Aku takut bikin Rumah tanggaku hancur."
"Lebih baik aku mencegah. Suatu hubungan pasti terjadi timbal balik. Kalau salah satu tak merespon pasti aman. Tapi banyak cara kotor buat mendapatkan tujuan. Jadi bisa saja sebersih dan seteguh apa pun, karena jebakan akhirnya rumah tangga hancur." kata Radite.
__ADS_1
Para pencari kesempatan bisa aja dengan cara licik mendapatkan impiannya, karena itu Radite lebih baik menjaga agar tidak ada penyusup dalam rumah tangganya.
Simbok senang disuruh jaga babies. Bukan dia nggak suka kerja tapi memang dia sangat suka anak-anak.
"Nanti biar saya saja yang cari teman bagian dapur Pak." Usul simbok.
"Satu orang atau dua?"
"Satu aja Mbok. Bukan enggak sanggup bayar. Tapi ngapain juga tambahan dua orang buat ganti simbok?"
"Buat baby kan sudah dua orang? Kebanyakan mulut aku nggak suka."
"Baik kalau gitu, nanti simbok cari teman yang buat dapur."
\*\*\*
"Kenapa Den?"
"Saya mau minta simbok kerja lagi sama saya buat jagain anak saya."
"Bukannya Bram bukan anaknya Den Radite?"
"Nanti saya ceritakan Mbok. Ini anak saya baru lahir kembar. Saya mau minta simbok buat jagain mereka. Ada temannya koq. Enggak sendirian."
"Saya baru aja pulang dari Jakarta Den. Selepas dari jaga Bram, tiga hari kemudian saya balik ke Jakarta."
"Tapi ternyata majikannya rewel, saya nggak sanggup, sehingga saya balik ke kampung. Baru dua hari ini saya di kampung Den."
Radit langsung menghubungi simbok yang dulu mengasuh Bram. Ternyata mbok itu baru pulang ke kampungnya 2 hari.
"Kalau gitu simbok balik sekarang aja ke Jakarta. Apa butuh dijemput?" Desak Radite.
"Enggak usah Den, nanti jemput distasiun aja Den. Saya besok pagi berangkat dari kampung."
"Enggak bisa malam ini Mbok?"
"Enggak bisa Den. Malam ini saya belum siap-siap, juga belum beli tiket."
"Ya sudah besok pagi saya tunggu kepastian jam berapa tiba di stasiun biar ajudan saya jemput."
"Iya Den. Saya akan kasih tahu besok saya tiba setelah dapat tiket."
"Kamu panggil semua simbok. Nanti bingung." Tegur Eddy.
"Ha ha ha, nanti kalau keduanya sudah bersama aku akan ubah panggilan Pa. Mbok kita di rumah kan namanya Sumarni nanti akan kita panggil mbok Marni. Nah mboknya Bram dulu bernama Suryasih, nanti kita panggil mbok Asih."
"Nah gitu. Jadi jelas."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!
__ADS_1