REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
NASIB SHALIMAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




'*Kalau aku mau lapor, kamu akan langsung masuk penjara saat ini juga.  Tapi aku ingin kamu merangkak pelan-pelan masuk ke dalam jurang yang kamu gali*.'



'*Radit merangkak pelan-pelan masuk ke jurang karena kamu jebak dia. Sekarang aku ingin lihat kehancuranmu anak pela-cur*,'  Shalimah kaget Eddy mengirimkan data diri siapa yang dia suruh untuk menjadi kurir saat membuang Bram. 



Disana juga ada alamat terkini kurir itu juga foto saat orang itu menaruh Bram di depan pagar panti asuhan.



Dari semua foto, yaitu saat orang itu keluar membawa Bram dari rumahnya, hingga foto saat Bram ditaruh di panti saja itu bisa menyeret dia ke dalam penjara.



Shalimah jadi ketakutan sendiri. Dia tak mengira papa angkatnya mempunyai sifat pemarah, pendendam dibalik sifat lembut dan sosial yang selama ini dia tau. 


\*\*\*



"Dengan ibu Shalimah?" Dua hari kemudian datang beberapa orang ke rumah Shalimah.



"Benar dengan saya sendiri. Ada apa ya?" Tanya Shalimah yang baru saja bangun.

__ADS_1



"Kami menindaklanjuti laporan dari Pak Eddy soal penggelapan uang yang ibu lakukan."



"Ini surat tugas kami untuk penangkapan buat Ibu."  Petugas memperlihatkan surat tugas yang mereka miliki.



"Enggak nggak mungkin itu. Dia papa saya, nggak mungkin melakukan hal itu pada saya," tolak Shalimah.



"Di data yang pak Eddy berikan, di sana tidak ada tertulis kalau anda anak Pak Eddy."



"Bahkan tidak ada disebut bahwa ibu adalah anak angkat atau apa pun. Hanya tertulis memang ibu pernah dianggap anak oleh istrinya, tapi tidak diangkat anak!"




"Anda telah melakukan penggelapan dengan pemilikan rumah atas nama anda dan juga mobil."



"Tapi kan mobil sama rumahnya sudah diambil." Bantah Shalimah.



"Namanya kasus hukum walau mobil dan rumah sebagai barang bukti sudah disita tetap kasus berjalan." Shalimah meronta-ronta ketika borgol plastik disematkan di pergelangan tangannya. Saat itu rupanya sudah ada Pak RT dan beberapa warga. Pak RT memang diminta oleh Polisi untuk menyaksikan penangkapan Shalimah.


__ADS_1


Radite melihat dari jauh bagaimana Shalimah sekarang sudah mulai menerima karmanya.



Memang Radite diberitahu oleh Eddy soal penangkapan Shalimah hari ini.



Radite segera kembali ke kantor karena memang tadi dia diberi izin hanya satu jam oleh Eddy. Radite kembali ke cubicle.  Dia mulai bekerja dengan tekun,  dia mempelajari semuanya dengan baik agar tidak mendapat nilai minus dalam laporan pekerjaannya.



Nanti sore Radite mencoba akan ke dokter yang direkomendasikan oleh papanya untuk konsultasi masalah kesuburannya.


\*\*\*



'*Aku telah sangat bodoh tenggelam dalam kubangan lumpurnya Shalimah*!'



'*Seharusnya aku bisa tahu saat tahu perbedaan antara perempuan penjual dengan perempuan baik-baik*.' 



'*Sejak dulu saja Shalimah sudah sangat longgar! Aku bertahan hanya karena Bram yang aku kira keturunanku saja. Kalau cinta aku tak punya buat Shalimah*.'



'*Kepuasan? Kalau trik Shalimah memang lebih pakar karena memang itu profesinya memberi service, tapi kalau rasa nikmat jelas lah tak ada kenikmatan yang melebihi kenikmatan bersatu dengan Adinda*.'



'*Shalimah dan Adinda itu ibarat sayur sop yang dimasak dua koki berbeda. Walau ada resep baku, tapi untuk rasa tak akan mungkin bisa sama. Dan hasil masakan Adinda yang terbaik*'.

__ADS_1



'*Aku teramat bodoh! Semua hanya karena ripuan keberadaan sosok Bram yang dia sebut sebagai hasil benihku*!'


__ADS_2