
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
**WELCOME HOME** begitu tulisan yang Dinda dan Adit baca saat mereka tiba di rumah Eddy. Dinda tentu saja senang. Dia masih didorong di kursi roda oleh Adit.
Di pangkuannya ada kedua baby-nya Radite sudah minta pada Eddy untuk menyiapkan seorang yang fotografter profesional dan mereka akan bikin foto keluarga resmi disaat hari pertama kembar tiba di rumah.
Nanti saat foto tentu Dinda berdiri atau duduk tidak pakai kursi roda seperti sekarang.
Adit juga sudah menyiapkan baju untuk mereka berempat guna sesi foto resmi.
"Aku nggak nyangka Papa bikin dekorasi seperti ini. Padahal cuma kita doang." Dinda terharu melihat penyambutan yang Eddy lakukan.
"Enggak apa apa Yank aku memang minta kita bikin sesi foto buat foto resmi kita sekeluarga. Nanti ada sesi foto dengan kakek juga. Tapi Mas enggak nyangka juga kakek bikin penyambutan seperti ini," memang Adit juga tak tahu soal dekorasi penyambutan yang Eddy buat sebagai kejutan buat mereka.
\*\*\*
Dinda terpana melihat kamarnya dan Adit yang telah punya pintu penghubung dengan kamar sebelahnya.
"Pengerjaan ini bukan bisa selesai dalam tempo satu atau dua hari kan Mas? Kapan papa bikin?" Tanya Dinda.
Adit mengambil Ghibran lebih dulu dan dia tidurkan di ranjang milik Adit dan Dinda.
Lalu dia angkat juga Ghifari.
"Sepertinya papa melakukan ini saat dokter bilang *kalau kamu bisa bertahan, dokter akan mengupayakan dua jagoan untuk bisa siap dilahirkan*."
__ADS_1
"Papa terobsesi Ghifari dan Ghibran selamat. Dia bangun lebih dulu kamar mereka." Adit memberitahu kapan kamar sebelah disiapkan.
"Papa hunting furniture sendiri. Dia sangat menikmati akan menjadi kakek."
Dinda menyadari bagaimana sayangnya Eddy pada kedua cucunya. Dia jadi berpikir ulang untuk kembali memisahkan diri dari Eddy.
Kemarin Dinda berpikir akan tinggal disini satu atau dua minggu lalu dia akan kembali ke rumah lama yang sudah dia kosongkan.
"Ada CCTV penghubung Yank. Kita bisa lihat kalau mereka bangun tengah malam," Adit menunjuk layar monitor dekat ranjang mereka yang barusan dia nyalakan.
Dinda makin yakin, dia tak bisa keluar dari rumah ini karena *dipenjara kasih sayang* Eddy.
\*\*\*
Juga disiapkan beberapa gaun serta kaos putih dan kaos merah kembar dengan Eddy dan Adit juga para bayi untuk foto.
Mereka bersama Adit dan juga bersama Eddy atau ada yang hanya si kembar berdua juga masing-masing baby.
Harus sabar membuat foto baby karena harus nunggu baby terjaga sehingga hasilnya bagus, bukan saat keduanya terpejam.
Dinda nggak nyangka semua itu disiapkan oleh Adit.
Adit juga menyiapkan gaun pesta dan kebaya untuk Dinda, semua disiapkan dengan baju pasangannya untuk Adit.
__ADS_1
\*\*\*
Mukhtar tertangkap tangan saat sedang transaksi di wilayah lain, bukan di wilayah yang berada di pengawasan informan Eddy.
Jadi tak bisa di korek siapa yang jadi sekutunya mencelakai Dinda
"Kita harus cari cara lain Dit," bisik Eddy sebelum Adit masuk kamar tidur.
Tadi sore Adit dan beberapa pekerja membawa satu dispenser, satu microwave dan juga satu freezer kecil kedalam kamar baby. Ini membuat Adit sedikit lelah.
Dinda sudah bisa memberi ASI, dia akan sering pumping ASI dan akan disimpan di freezer dan harus dihangatkan sebelum diberikan pada babies nantinya.
Banyak stock botol bersih. Botol kotor nanti akan dicuci dan di steril di dapur.
Diapers baby juga super banyak di kamar baby.
Adit harus tidur cepat karena akan menemani Dinda bila istrinya menyusui bayi. Mungkin dia akan memberikan ASIP pada bayi yang tidak menyedot ASI langsung di payu-dara Dinda.
"Besok kita bicarakan Pa. Malam ini aku pikirkan apa yang akan kita lakukan."
"Oke." Eddy mengerti Adit butuh tidur cepat.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama AdindaRa
dengan judul novel TERJEBAK CINTA ANAK USTAD ya
__ADS_1