REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
TAK INGIN TERLUKA SEUJUNG KUKU PUN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Mentok Pa aku nggak dapat info apa pun dari Mukhtar," Adit menceritakan reaksi Muchtar.



"Dia cuma bilang dalangnya adalah orang yang sangat dendam dengan aku dan Adinda. Pelakunya ingin aku dan Adinda mati."



"Kemarin dia sengaja sasaran pertama ke Dinda dulu karena kalau Dinda mati pasti aku tersakiti."



"Tapi pelaku tidak ingin Papa celaka."



"Kalau Muchtar kan bencinya ke papa. Papa yang turunkan jabatan dia. Kamu juga ikut turun dan Dinda enggak ikut andil apa pun dalam urusan pekerjaan. Kenapa pelaku benci ke kamu dan Dinda?"



"Kenapa pelaku bisa klop dengan Mukhtar?" Eddy jadi bingung sendiri



"Bukankah kalau aku dan Dinda terluka, Papa juga terluka batin?"



"Jadi backing Muchtar ingin membunuhku tapi tak melukai Papa, nah Mukhtar mau bekerja sama karena dengan membunuh Dinda juga tak langsung melukai Papa," Adit memberi kesimpulan dari praduga yang mereka dapat.



"Shalimah nggak benci banget seperti itu sampai punya keinginan kalian matikan? Siapa orang itu?" Tanya Eddy.



"Aku yakin bukan Shalimah teman kerja sama Mukhtar kali ini Pa. Dia nggak akan bikin aku dan Dinda mati."



"Sebenci-bencinya dia pada Dinda, dia nggak pernah kok benci maaf dalam artian dendam.  Karena Dinda nggak pernah punya masalah dengan Shalimah atau menyakiti Shalimah."



"Shalimah enggak benci Dinda karena bukan Dinda merebut aku dari dia."



"Bisa aja dia benci ke Dinda, karena Dinda sedang menangin kamu selama ini kan Shalimah merasa menang dari Dinda?"



"Saat kejadian, kan Dinda belum bersama aku. Bagaimana bisa punya penilaian Dinda menangin aku Pa? Saat itu aku masih kost dan pakai motor butut, Shalimah enggak butuh lelaki miskin seperti itu."

__ADS_1



"Iya siapa ya, kalau memang bukan Shalimah?" 



"Terlebih Shalimah ada dalam penjara."



"Lho, Shalimah sudah enggak di penjara Pa."



"Kok kamu bisa tahu?"



"Aku sudah ngecek. Shalimah sudah pergi dua bulan lalu saat kita sedang sibuk di rumah sakit. Kita kecolongan."



"Papa nggak dapat info? Kejadian sekitar dua bulan lalu. Aku pikir Papa tahu tapi karena sedang sibuk dengan Dinda kritis saat itu, jadi Papa lupa kasih tahu."



"Saat itu kondisi Dinda selain kritis dia terus drop dan drop sehingga aku pikir Papa lupa mengatakan soal Shalimah sudah keluar."



"Enggak Papa nggak tahu."




"Coba selidiki Steven dan Shalimah," kata Eddy.



"Apa Steven yang mendanai semua ini termasuk percobaan pembunuhan Dinda?"



"Kalau dia bandarnya Muchtar lalu apa alasan dia membenci aku dan Dinda?"



"Dan backing ini enggak ingin Papa terluka sedikit pun. Kalau Steven, apa alasan dia benci aku dan Dinda sampai mau membunuh tapi enggak ingin Papa terluka."



"Makin bingung jadinya."



"Kalau Shalimah benci aku dan benci Dinda dia pasti juga benci Papa karena Papa yang bikin dia masuk penjara. Papa juga yang merebut semua harta yang aku berikan sedangkan menurut Mukhtar orang itu tak ingin Papa terluka sedikit pun, seujung kuku pun, seujung rambut pun." Eddy langsung kaget mendengar kata itu.

__ADS_1



Eddy langsung terdiam.



Sosok yang tak ingin dia terluka, yang ingin dia selamat tapi tak ingin ada Dinda dan Adit di sisinya!



'*Ini pasti seseorang yang bisa tahu Dinda celaka dan koma tanpa ada pemberitahuan dari siapa pun pasti dia dalangnya*!'



"Saat Dinda sakit, apa kamu pernah bertemu orang dan bercerita bagaimana kondisi Dinda?"



"Enggak Pa. Aku enggak pernah keluar rumah sakit selain saat menemui pelaku yang Mukhtar suruh. Lalu aku ke kamar kost angkat barang. Selebihnya aku di rumah sakit. Keluar kamar Dinda hanya saat Dinda dibawa keluar ruang saja." 



"Bahkan aku belum berterima kasih pada orang yang antar Dinda saat terluka."



"Bahkan aku belum kembali ke apartemen untuk mengucapkan terima kasih pada orang-orang jadi orang di apartemen nggak ada yang tahu kondisi Dinda."



"Aku baru berencana besok akan ke apartemen bersama Dinda untuk mengucapkan terima kasih pada semuanya, sekalian aku akan ambil barang-barangnya Dinda."



"Aku akan mengucapkan terima kasih pada orang yang mengantar Dinda."



"Tapi ada orang yang tahu Dinda celaka dan, tanpa kita beritahu." 



"Siapa Pa?"



"Nanti aja Papa sedang berpikir bagaimana dia tahu dan mengapa dia tahu," jelas Eddy. 



Eddy makin penasaran apa orang itu ingin menyingkirkan anak dan menantunya agar bisa bebas merebut harta miliknya?



Kalau dia tahu sekarang ada cucu, apa cucunya aman?


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama MERPATI_MANIS

__ADS_1


dengan judul novel KETULUSAN HATI AILEE ya



__ADS_2