
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Seperti tadi yang aku bilang. Aku hamil atau tidak itu sudah tak ada hubungannya apa pun denganmu karena kita sudah bercerai."
"Dan bila aku hamil, aku tak akan pernah menggugurkan kandunganku karena aku bukan pembunuh. Tapi ya bayi yang aku kandung bukan punyamu karena kita sudah tak terikat apa pun."
"Terima kasih atas traktirannya. Aku yakin walau aku yang ngajak kamu kesini, kamu nggak mau aku bayarin, atau kamu nggak akan mungkin membolehkan aku membayar saat aku panggil servernya. Jadi lebih baik aku bilang terima kasih duluan sebelum kita berdebat siapa yang bayar." Adinda memutuskan tak ingin berdebat masalah pembayaran.
"Aku langsung pulang ya. Sekali lagi terima kasih." Tanpa menunggu jawaban Radite, Adinda langsung meninggalkan cafe.
Radite membiarkan Adinda berlalu dari depannya dia lihat saja sosok mantan istrinya itu pergi meninggalkan Cafe tempat mereka makan barusan. Walau tanpa diucap Radite tahu bahwa Adinda sedang hamil. Tapi Radite pun mengerti posisinya bahwa dia adalah mantan suami Adinda.
Yang dia agak plong adalah Adinda tak akan menggugurkan kandungannya.
"Untuk tahap sekarang sudahlah, aku terima itu. Yang penting dia tidak menggugurkan kandungan anakku," Radite bersyukur dengan yang sekarang didepan mata saja daripada berharap lebih.
\*\*\*
Hari ini Radite sangat tersiksa karena ini adalah hari Sabtu. Hari Sabtu kantor libur jadi Adinda pasti tak akan mungkin masak untuknya.
Di apartemennya, Dinda sudah santai-santai saja, dia tidak masak. Hanya memanaskan semua yang ada di kulkas sesuai kebutuhan saja. Tujuannya agar kulkasnya berganti isi.
"Eh gimana itu orang ya? Dia nggak sarapan dong pagi ini? Sarapan apa dia pagi ini?" gumam Adinda sendirian.
"Tapi aku nggak tahu dia tinggal di mana. Masa aku tanya alamatnya dia ke papa sih? Enggak juga kan?" kata Adinda lagi. dia benar-benar memikirkan bagaimana Radite tidak sarapan pagi ini.
\*\*\*
__ADS_1
'*Wah Radite di mana ya*?' Pikir Eddy saat dia sedang sarapan sendirian.
'*Apa aku panggil aja ke sini? Percuma kan karena dia nggak bisa makan makanan lain kok. Aku minta Adinda masakin khusus buat Radite enggak mungkin kan*?'
Akhirnya Eddy sarapan sendirian, sedang di kamar kostnya Radite benar-benar terkapar dengan rasa mual yang dirasakannya pagi ini.
"Besok sarapan di rumah ya Din," Eddy langsung menghubungi Adinda saat dia sudah selesai sarapan.
"Kenapa Pa?"
"Enggak apa apa, kangen aja sama masakan kamu."
"Papa mau minta bikin apa?" kata Dinda.
"Yang penting cakwenya ada ya Pa. Kalau ayam kan gampang."
"Papa sekarang nyuruh bibi beli cakwe deh," Eddy senang karena Dinda menanggapi keinginannya.
"Sama kacang tanah dan cabe rawitnya karena aku nggak suka kalau nggak ada sambel kacangnya Pa."
"Oke Papa suruh si bibi suruh beli belanja sekarang," kata Eddh lagi.
"Iya Pa besok aku ke sana dan aku masakin pagi-pagi buat Papa." Jawab Ebby.
\*\*\*
__ADS_1
"Iya Pa, jawab Radite lemas.
"Kamu di mana?"
"Di kamar kost ku Pa," jawab Radit lagi.
"Kamu sudah makan?"
"Belum bisa Pa, aku mual."
"Sarapan di rumah Papa aja," ajak Eddy.
"Kalau makanan di sini juga ada Pa, alhamdulillah enggak kekurangan. Cuma memang nggak mau masuk ke perutku. Dari pagi cuma bisa kopi pahit aja."
"Sekarang kamu ke paksa tahan, besok kamu sarapan disini ya," pinta Eddy.
"Enggak usah lah Pa. Terima kasih. Besok aku di kamar kostku aja. Kalau siang udah nggak rasa mual koq. Aku bisa makan," kata Radite.
"Besok pagi Adinda masak bubur ayam disini, tadi udah bilang Papa disuruh siapin mau bahan-bahannya aja. besok pagi dia olah disini."
"Oh besok pagi Dinda ke rumah Papa? Kabarin aja kapan siapnya."
"Ya nggak mungkin kan Dinda udah datang Papa kasih tahu kamu," jawab Eddy.
"Baiklah, sebelum jam sarapan aku sudah di rumah Papa buat bantu Dind masak," jawab Radite.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED
__ADS_1