REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
KADO TERINDAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



Radit memandang wajah istrinya yang masih pucat, lalu dia melanjutkan ceritanya.



"Mas lari ke ruang bayi, mengajak anak-anak berdoa untuk kamu. Lalu detak jantungmu kembali walau sangat lemah."



"Sejak bayi diangkat, kamu diberi obat keras yang selama ini tak berani diberikan mengingat Mas dan papa minta babies dipertahankan."



"Kamu mulai bergerak ketika Mamas menangis di dadamu minggu lalu dan hari ini Ade yang membangunkan kamu."



"Namanya Mamas dan Ade?" tanya Dinda masih bingung.



"Mas enggak berani kasih nama bayi-bayi kita Yank. Aku takut salah jadi untuk sementara Mas bilang ke mereka kalau mereka aku panggil mamas dan ade sampai Bunda kasih nama," Radit menerangkan mengapa dia hanya memberi nama panggilan saja.



"Sekarang tanggal berapa Mas?" tanya Dinda selanjutnya.



"Lima Mei Yank," balas Adit.



"Happy anniversary ya Mas."



"Masya Allah, kamu ingat? Mas malah lupa tanggal sejak dunia serasa berhenti berputar Yank. Mas lihat saat kamu ditabrak karena papa punya feeling buruk. Sejak itu Mas hampir enggak pernah keluar dari ruang ini."



"Pasti aku ingatlah tanggal lima Mei," ucap Dinda dengan senyum manis.



"Ini kado terindah buat pernikahan kita Yank." Radit kembali menciumi Ade juga Dinda.



"Sebentar ya,  aku kabarin papa. Pasti papa ingin tahu suara kamu."



"Bagaimana kesehatan papa?"



"Kamu baru sadar Yank, nggak usah mikirin kesehatan papa dulu. Kamu pikir kesehatan kamu dulu ya?"Asih mendengar dengan jelas semuanya.

__ADS_1



'*Mbak Dinda itu benar-benar perempuan yang sangat hebat. Baru sadar sudah mikir kesehatan mertuanya. Memang sangat berbeda dengan Shalimah*.'


\*\*\*



"Alhamdulillah,"  kata Eddy, dia kaget tengah malam gini Adit telepon. Saat ini pukul 01.37 WIB



"Apa kamu serius?" Eddy masih tak percaya.



"Iya Pa. Ini Papa bicara sendiri ya," kata Radit.



"Assalamualaykum Pa," sapa Dinda pada ayah mertuanya.



"Alhamdulillah Dinda kamu sadar Nak. Wa'alaykumsalam, kamu sehat Nak? Kamu sudah sadar?" Eddy bicara malah tak teratur saking bahagia mendengar suara menantunya.



"Ya Pa, aku sadar. Makasih ya Papa selama ini udah jagain aku dan anak-anak." Ucap Dinda tulus.



"Sudah nggak perlu dipikir. Yang penting kamu sehat ya. Jangan banyak pikiran. Besok pagi Papa ke sana karena kalau sekarang juga nggak boleh masuk."




"Assalamualaykum Pa. Istirahat ya."



"Iya Papa istirahat. Papa juga akan bilang pada Mbok Marni."



"Suruh Mbok Marni ke sini Pa."



"Iyalah mereka jaga anak kamu kalau siang dengan mbok Asih."



"Kamu mau dibawain sarapan apa?"



"Kalau bahan nya ada minta bubur sumsum boleh? Tapi kalau bahan enggak ada besok-besok aja Pa."


__ADS_1


"Nanti Papa bilang sama Mbok Marni bikin bubur sumsum ya." Eddy masih tak menyangka menantunya tetap tak mau aji mumpung sedang sakit. Minta dibawakan bubur sumsum saja bilang kalau bahannya ada.


\*\*\*



"Ayah pindahin Ade dulu ya, biar dia bobonya enak. Nanti Mas kasih lihat foto mereka berdua." 



"Mas hati-hati, pelan-pelan."



"Iya Mas bisa kok. Dari mereka lahir Mas yang pegang sendiri baru sekarang ada mbok Asih yang bantu."



"Jadi nanti mbok Asih dan mbok Marni yang jaga anak-anak."



"Lho lalu yang di dapur buat masak siapa?" Dinda tak enak bila mbok Marni jadi jaga anak-anaknya.



"Nanti ada tenaga lain yang bagian masak.  Mbok Marni dan mbok Asih udah biasa pegang baby. Biar mereka yang pegang baby aku nggak kepengen punya baby sitter muda Yank."



"Iya Mas aku ngerti kata Dinda.



"Mereka sudah terbiasa pegang bayi kok nggak perlu baby sitter atau tenaga yang profesional soal bayi.," Jelas Radite.



"Tenaga konvensional begitu juga bagus kok. Ibu kita zaman dulu juga nggak pakai baby sitter," kata Dinda.



"Ya udah Mas taruh Ade dulu di box bayi ya," 



"Iya Mas."



Asih pura-pura tidur, dia enggak enak mengganggu kedua majikan yang lama tidak berkomunimasi itu.



"Ini saat mereka umur tiga hari masih dalam inkubator. Sekarang usia mereka sudah tiga minggu." Jelas Adit sambil berbaring disisi Dinda.



"Ini foto tadi pagi dengan mboknya masing-masing." 


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama LENNI MASLIANA NASTI

__ADS_1


dengan judul novel PERJUANGAN SEORANG ANAK



__ADS_2