REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
MENGANTONGI NAMA PELAKU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Kamu nggak bohong?"



"Kamu pikir saya seperti kamu yang tukang bohong?" Radit terbawa emosi.



"Kamu aja sudah berani meng'kamu'kan saya kan?" ketus Radit melanjutkan kalimatnya.



"Loh apa salahnya? Kamu bukan atasan saya lagi. Masa saya harus memanggil bapak, sedang usia aja lebih tua saya 1 tahun kok," kata Mukhtar dengan sombong.



"Oh ya sudah kalau gitu. Saya ke sini cuma mau memberi kamu pertolongan."



"Pertolongan apa? Nasib saya sudah hancur," dengan putus asa Mukhtar bicara pelan.



"Hancur kan karena kesalahanmu sendiri. Kenapa kamu berbuat bodoh? Kenapa kamu sampai mau jadi pembantu orang yang mau membunuh aku dan Dinda? Karena benci dengan papaku lalu kamu mau seperti itu."



"Itu perbuatan bodohmu sendiri kan?"



"Lalu cara kamu mencari uang dengan penjual narkoba itu juga perbuatan yang very very stupid yang kamu lakukan."



"Aku enggak nyuruh kamu jualan narkoba kok. Kamu yang pengen cepat kaya karena ingin mempersunting Nuning karena kamu ditolak oleh orang tuanya."

__ADS_1



"Jadilah kamu cari jalan pintas. Itu kan kebodohanmu," kata Radit menggebu-gebu.



"Jadi pertolongan apa yang kamu mau kasih ke aku?" Akhirnya Mukhtar luluh. Dia bertanya pada Adit apa yang mantan bosnya itu tawarkan kali ini.



"Aku akan kasih kamu pengacara sampai tuntas. Soal hasil pengacara itu berbuat saya nggak tahu yang penting saya sudah bayarkan di depan kamu saat kamu mau memberi saya info siapa dalangnya."



"Kamu pikirkan untung ruginya menerima tawaran saya. Saya pulang dulu, besok 24 jam dari sekarang, kalau kamu mau saya akan panggil pengacaranya."



"Pengacara langsung siap begitu kamu memberi info siapa sosok itu dan ada bukti kebenarannya kalau infomu itu benar."



"Kalau infomu bohong, saya langsung cabut jasa pengacara walau sudah saya bayar lunas. Saya nggak mau ditipu oleh kamu," Adit langsung pergi meninggalkan rutan.


\*\*\*




"Aku sudah gebrak dia. Aku kasih waktu 1 x 24 jam Pa, biar dia berpikir dulu. Besok aku ke sana dengan pengacara."



"Pengacara langsung aku bayarkan di depan dia sesudah dia memberi tahu siapa dalangnya."



"Kamu langsung bawa pengacara?"


__ADS_1


"Iya langsung bawa, aku tunggu dia ngomong dan cerita didepan pengacara, kalau sudah bisa dibuktikan nama yang dia sebut akurat, aku bayar pengacara di depan Mukhtar."



"Biar dia lihat buktinya bahwa kita udah langsung bayar lunas sampai selesai. Soal hasil aku bilang aku nggak tahu yang penting kalau pengacaranya itu harus berbuat yang terbaik."



"Oke Papa setuju," kata Eddy.


\*\*\*



"Jadi jelas ya, saya minta Bapak bertanggung jawab terhadap hasil sebaik mungkin. Memang dia bersalah saya tahu. Tapi saya minta Bapak bisa menekan hukuman seringan mungkin."



"Saya akan berbuat semampu saya Pak," kata pengacara tersebut.



"Kamu dengar kan? Dan saya sudah bayarkan lunas karena kamu sudah memberi info tadi," kata Radite.



"Pak silakan kalian bicara berdua ya Pak. Surat kesepakatan antara kita sudah ada di saya."



"Bapak sudah dapat surat mandat dari pelaku. Nanti saya akan hubungi, saya minta yang terbaik untuk teman saya ini."



"Tar terima kasih." Lalu Adit pun langsung pulang. Dia sudah mengantongi satu nama yang menyuruh Mukhtar melakukan perbuatan tercela agar Adinda terbunuh.



"Sekarang aku tinggal membuat jebakan bagi dia agar dia tertangkap. Aku sudah mengantongi rekaman pengakuan Muktar juga bukti transfer dari ya untuk proyek pembunuhan Adinda." Adit berpikir keras bagaimana dia bisa menjebak pelaku. 


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama AZELLEA RENSIMA

__ADS_1


dengan judul novel MISS. JONES & MRS. BADMAN ya



__ADS_2