
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Dinda langsung membetulkan posisi tubuh Ade.
Tangan Dinda langsung erat memeluk agar Ade tidak jatuh padahal Adit ada di sebelahnya. Adit melihat gerakan itu dengan sangat jelas.
Tanpa buang waktu Adit memencet bel.
"Ade maunya bobo dipeluk Bunda ya? Ade pengen Bunda bangun ya?"
Dinda memang langsung erat memeluk Ade agar tak jatuh.
Pelan-pelan mata Dinda terbuka.
"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar." Radit langsung bertakbir.
"Alhamdulillah kamu sadar Yank." Tanpa malu Adit menciumi kening Dinda sambil tetap menjaga Ade yang berada diantara ayah dan bundanya.
Suster datang saat itu, karena memang tadi Radite sudah menekan bel.
Dinda mengusap punggung Ade hingga bayi itu tidur.
"Dia sadar karena diganggu oleh putranya," jelas Adit pada suster.
"Sementara jangan pindahkan baby. Biarin aja sampai dokter datang buat periksa," kata suster.
Suster langsung memanggil dokter.
Dinda kaget ada bayi di dalam pelukannya.
"Mas kamu tidak lepasin dia kan? Aku takut bayi ini jatuh." Ucap Dinda.
"Iya sayank, Mas jagain koq. Ini Ade anak kita yang kecil," balas Adit.
__ADS_1
"Anak kita?" tanya Dinda bingung.
"Iya kamu sudah melahirkan tiga minggu lalu. Ini Ade dia malam ini rewel ingin bobo dengan kamu." Jelas Radite.
Dinda menciumi Ade yang memang kepalanya ada dalam jangkauan bibirnya.
Saat itu dokter datang.
"Saya periksa dulu ya Bu. Bayinya diangkat dulu boleh?" pinta dokter jaga itu lembut. Malam ini yang jaga dokter perempuan.
"Sebentar Dok, saya ambil bayinya." Dengan pelan dan hati-hati Radite mengangkat Ade dari atas tubuh Dinda.
Rupanya pada saat itu Ade tak mau diangkat dari Bundanya, dia menjerit.
"Oh Adiknya yang nggak mau ya Adek mau sama Mama ya," kata dokternya.
"Iya Ade maunya sama bunda," jawab Adit sambil mengayun Ade dengan lembut. Dia bisiki kata-kata manis dan lembut agar Ade mau diam.
Dokter memeriksa Dinda secara keseluruhan, mata, reaksi lutut, motorik tangan, mulut. Dan menanyakan apa yang Dinda rasakan.
"Sudah, sudah kok Ibu Dokter nakal ya gangguin Ade bobo sama mama," kata bu dokter sambil mengusap kepala Ade.
"Pak, Ibu belum boleh duduk ya. Bagian kepala boleh dinaikkan sampai maksimal 45 derajat kepala kasurnya. Sementara pakai diapers saja ya."
"Buat ibu nggak boleh turun sama sekali, sebelum diizinkan oleh dokter penyakit dalam ya. Nanti kita tunggu visitenya dokter penyakit dalam."
"Sekarang miring kanan dan miring kiri dulu saja pelan-pelan."
"Baik Dok, terima kasih."
\*\*\*
Setelah dokter pergi, Radite kembali membaringkan Ade di selangkanya Dinda.
__ADS_1
Dinda mengusap-ngusap lembut sampai akhirnya bayi itu tidur kembali.
Mbok Asih juga kembali berbaring di ranjang penunggu pasien.
"Kamu ngerti ya De. Ade mau ngumpul sama bunda ya," kata Radite.
Radite menciumi kening Dinda sambil masih meneteskan air mata. Dia tak percaya penantiannya tiga bulan hari ini berujung manis.
Mbok Asih ikut trenyuh dan meneteskan air mata melihat bagaimana majikannya terisak setiap kali menciumi istri dan anaknya.
"Aku lama ya Mas pingsannya?" Tanya Dinda masih belum bisa berpikir jernih.
"Kamu bukan pingsan sayank, kamu koma akibat kecelakaan itu. Saat kehamilanmu berusia 7 bulan kami berkeputusan mengangkat bayinya karena saat itu tubuhmu kritis."
"Jadi bayinya tahan selama aku koma Mas?"
"Ya itulah kebesaran Allah. Saat kamu terluka babies dirahimmu sama sekali nggak cedera."
"Kan aku waktu itu baru hamil 5 bulan Mas."
"Iya kamu sekarang sudah tiga bulan pingsannya. Anak-anak sekarang berusia 3 minggu."
"Sekarang sudah tiga bulan sejak kecelakaan Mas?" Dinda masih bingung.
"Iya sayank, sudah tiga bulan," kata Radit.
"Jadi kamu terluka parah sampai retak tulang kering kirimu saat kamu hamil lima bulan. Tapi di rahim bayi enggak apa walau terguncang."
"Enggak ada perdarahan dari rahimmu. Tubuh luarmu banyak luka dan kamu di transfusi karena banyak darah keluar dari luka."
"Lalu saat kandungan berusia 7 bulan bayinya diangkat. Saat itu kamu kritis, kamu bahkan sempat kehilangan denyut jantung."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama YAKASA
dengan judul novel CINTA PERTAMA MAFIA 1
__ADS_1