REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
AKU ISTRI KEDUA?


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Ayo Ma kejar Papa Ma, kejar Papa" dengan jelas Adinda melihat dan mendengar Radite berteriak sambil membawa anak lelaki kecil digendongannya sambil tertawa bahagia.



Bayangan itu selalu saja bermain di pelupuk mata Adinda.



Adinda ingat pagi itu begitu sampai di hotel tempat Radite menginap dia hanya menaruh kopernya lalu dia mencari suaminya ke pantai.



Di pantai dia mendapatkan kejutan yang sangat indah. Radite suami sahnya sedang bercengkrama dengan adik angkatnya dan seorang anak kecil.



Dari percakapan mereka, Dinda tahu kalau keduanya suami istri.



Adinda dengan cekatan langsung memvideokan keluarga bahagia itu.



Adinda juga dendam pada semua team nya Radite. Mereka baik bila di kantor, ternyata di belakang dirinya, mereka mencibirnya karena mereka tahu Adinda hanya ban serepnya Radite. 



Semua team Radite tahu setiap Radite pergi yang dibawa adalah Shalimah bukan Adinda.



Untuk itu sama seperti Eddy, Adinda dendam pada team Radite. Tak ada maaf untuk mereka.


\*\*\*



"Hallo Mas," tanya Dinda pada Radite. Dinda  melihat Radite memberi isyarat tangan dengan telunjuk di mulutnya kepada Shalimah. 



"Ada apa?" Radite menjawab dengan sedikit terengah karena dia baru saja berlarian menggendong anaknya.



"Peninjauan proyekmu masih lama? Apa ada kendala?" Tanya Adinda.


__ADS_1


"Ada sedikit kendala sih, tapi aku bisa selesaikan koq," jawab Radite.



"Oh gitu ya, padahal aku pengen nyusul tapi aku masih sibuk." Ucap Dinda.



"Udah nggak apa apa, enggak usah disusul. Sebentar lagi aku pulang kok," jawab Radite.



"Oke mudah-mudahan berhasil ya Mas. love you." Adinda ingin tahu apa jawaban Radite didepan Shalimah.



"I love you too sayang. Miss you so much," jawab Radite di depan Shalimah. Lalu pembicaraan ditutup dan Adinda melihat Radite langsung memeluk Shalimah lagi tanpa beban!



'*Oh jadi Shalimah tahu ya. Eh jelas tahu lah saat pernikahanku kan dia datang*.'



'*Loh, kalau sekarang anaknya sudah sebesar itu, artinya saat aku menikah Shalimah baru melahirkan dong*?'



'*Jadi aku istri kedua? Apa alasan Shalimah mau jadi istri simpanan padahal dia menikah lebih dulu*?'



\*\*\*



"Kamu kenapa?"



Adinda dikagetkan oleh suara Eddy.



"Lho Papa kapan masuk?"



"Dari tadi Papa hubungi kamu enggak bisa, Papa tanya Shindu dia bilang dia sedang menemani site project Cilegon dan kamu ada di ruanganmu. Ya udah Papa langsung kesini," ucap Eddy dengan nada khawatir.



"Aku enggak apa apa Pa." Adinda menyembunyikan kegalauannya.



Dinda sungguh terluka karena pengkhianatan Radite. Dia sudah banyak berkorban. Dia sudah turunkan standart calon suami dari orang diatas rata-rata menjadi orang dibawah rata-rata dalam kemampuan akademiknya. Tapi ternyata pengorbanannya sia-sia.

__ADS_1



Sejak awal malah dia jadi yang kedua tanpa dia ketahui. Walau secara agama dan negara dia istri pertama dan satu-satunya. Karena ternyata Radite tak pernah menikah dengan Shalimah walau secara siri sekali pun!



Shalimah sangat bodoh, dia tak memikirkan membuat akta kelahiran anaknya sama sekali. Yang dia pikir hanya gaya hidup hedonisnya terpenuhi!



Kalau dia ingat masa depan anaknya tentu dia butuh surat nikah agar bisa bikin akta kelahiran anaknya.



"Papa tahu ada yang kamu pikirkan. Kita makan siang di luar yok," ajak Eddy.



'*Kau masih terluka akan kelakuan Adit. Papa tahu itu Nak*.'



"Aku ada janji sehabis makan siang Pa. Orang Cilegon itu aku minta revisi dan aku tunggu dia dua jam sejak kami berpisah tadi."



"Enggak apa apa, nanti Papa bilang Shindu kalau kamu keluar sama Papa." Eddy sengaja mengajak Dinda keluar.



"Baiklah, kalau Papa yang akan hubungi Shindu. Mau pakai mobilku atau mobil Papa?" Tanya Adinda.



"Mobil Papa aja," jawab Eddy.



Adinda hanya mengambil dompet dan ponsel nya saja.



Keluar dari lift Eddy dan Adinda berpapasan dengan Radite yang juga baru mau makan dan keluar dari lift umum.



"Kamu ikut makan dengan kita aja Dit." Ajak Eddy pada putranya. Untung tadi dia bilang pakai mobilnya. Kalau bilang pakai mobil Adinda tentu tidak cukup karena mobil Dinda adalah mobil sport. Hanya bisa untuk dua orang saja.



Adinda tak enak membantah. Mau membatalkan pergi tentu tak sopan.



Radite tentu senang diajak Papanya makan siang. Bukan soal gratisnya dan makan enak. Tapi karena dia berkesempatan makan siang bersama Adinda lagi.


\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2