
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Semua melihat bagaimana kondisi Dinda yang sangat pucat dan proses-proses sampai melahirkan.
Di monitor juga terlihat saat bayi mulai diangkat dan banyak alat terpasang ditubuhnya Dinda yang sangat kurus. Berbeda dengan saat Dinda masuk yang memang gemuk seperti ibu hamil pada umumnya.
Lalu terlihat saat Dinda mulai sadar semua ternyata terekam dan dipamerkan oleh Adit dan Eddy pada semua keluarga.
Karena banyak juga foto dan video yang Eddy buat.
Foto dan video dari Eddy memperlihatkan bagaimana Adit mengurus Dinda, tidur di kursi hingga disisi Dinda. Semua terpampang dengan manis karena Adit merangkai semua data dengan teliti dan artistik.
Ada foto saat Adit menangis ketika keluar dari ruang bayi setelah tahu jantung Dinda berhenti berdetak.
Dan banyak moment saat bayi-bayi itu dibuat senjata untuk membuat Dinda sadar.
Eddy meminta semua dari rekaman CCTV rumah sakit karena banyak yang terlewat. Biasanya mereka terpaku sehingga lupa mengabadikan hal itu .
"Tante, Om, Pakde, Bude mohon maaf ada beberapa alasan mengapa saya memperlihatkan perjuangan Adinda Suryani sejak hamil 5 bulan, kondisi dia sampai saat ini."
__ADS_1
"Inilah istri saya tercinta yang telah dengan besar hati menerima saya setelah kesalahan yang saya buat."
"Saya ingin sambung ceritanya," Adit lalu kembali melanjutkan foto-foto yang tadi dia pause.
Sekarang disana tampak video saat Adit mengintrogasi seorang lelaki.
"Pakde, Bude, Om dan Tante. Ternyata Dinda bukan kecelakaan lalu lintas biasa, tapi dia korban percobaan pembunuhan!"
"Ini pelaku yang bisa kami tangkap setelah tiga minggu kami melacak melalui CCTV jalanan. Saat itu yang membayarnya juga ada di lokasi," Adit memperlihatkan slow motion dimana ada seseorang dipojok teras supermarket tempat Dinda membeli sussu ibu hamil.
Semua yang hadir tak percaya melihat semua itu.
Terlihat lelaki itu menyebut yang membayar adalah Mukhtar.
Tentu kakak ipar Tasih sebagai saudara Mukhtar kaget terlebih saat melihat video selanjutnya pengakuan Mukhtar memang dia yang membayar pria itu.
__ADS_1
"Enggak mungkin rasanya," kakak ipar Tasih yang bernama Yakob sebagai pamannya Muktar hanya bisa menggeleng kepala. Yakob masih tak percaya keponakannya yang diam dan rajin ternyata menjadi kaki tangan seorang pembunuh.
Dan semua menjerit kecil, ada yang menutup mulut kala mendengar pengakuan Mukhtar siapa yang jadi pemodal dirinya buat membunuh Adit!
Semua langsung menoleh pada Tasih. Masih banyak yang tak percaya bahwa Tasih berniat membunuh keponakannya sendiri.
Rasanya fak ada yang percaya. Tasih yang sejak remaja diam, snggak neko-neko koq bisa berpikir seburuk itu, tentu semua bertanya apa motif Tasih ingin melenyapkan Adit.
"Pakde, Bude,Om dan Tante, ini alasan Tante Tasih ingin membunuh saya," Adit memperlihatkan pengakuan Tasih soal kebenciannya pada Asit karena kematian Irwan keponakannya sendiri.
Sedang orang tua Irwan sama sekali gak dendam pada Adit. Mereka malah merasa sungkan karena Irwan putra mereka mendorong Adit hingga kepalanya bocor. Dan Eddy mau pun Ina tak ada yang memarahi mereka.
Malah Ina yang membayar semua biaya rumah sakit, ambulans hingga pemakaman.
Semua kerabat Tasih melongo mendengar alasan Tasih yang tak masuk diakal. Karena saat Irwan hidup Tasih tak terlihat menyayangi Irwan sedemikian rupa sehingga bisa jadi alasan saat Irwan meninggal dia kehilangan.
Tasih tak dekat dengan Irwan sama sekali! Tentu alasan ini sangat tak masuk akal.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR
__ADS_1