
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Jadi besok menu sarapannya apa? Nasi atau lontong sayur?" Tanya mbok Marni
"Sarapane lontong sayur aja belikan ebi banyak Mbok. Tapi tetap siapkan sedikit nasi kan ada balado udang."
"Nanti beli juga daging dan santan buat bikin rendang. Rendang buat menu makan malam. Kan nanti Mbok tetap masak menu rutin, rendangku buat tambahan aja." Jawab Mintarsih.
"Yang penting belikan labu siam dan santan buat lontong sayur juga daun pisang," pinta Mintarsih.
"Kalau mau masak lontong sayur, nanti malam *ta*' ( saya ) bikin lontongnya."
"Jadi besok pagi-pagi udah siap lontongnya siap saji, tinggal masak labunya saja."
"Mbok beliin aja bahannya semuanya nanti biar *ta*' olah," kata Mintarsih.
"Dagingnya mau berapa kilo?"
"Dua kilo aja cukuplah," ujar Mintasih lagi.
"Ya Bu, besok semua ta' beliin. Atau siang nanti biar besok saya enggak kesiangan."
Mintarsih memberikan 10 lembar uang merah.
"Cukup nggak mbok?"
"Lebih dari cukup kok Bu. Cuma beli daging dua kilo sama udang satu kilo dan bumbu serta santan juga daun pisang cukup. Banyak sisanya koq."
__ADS_1
"Nanti saya belikan dua jenis cabe. Merah besar buat bumbu udang dan cabe merah keriting buat rendangnya."
"Kalau begitu sekarang *ta* pamit dulu besok pagi-pagi saya ke sini biar bisa masak sebelum mas Eddy sarapan."
"Biasanya Pak Eddy sarapannya cepet, apa keburu ke sini pagi-pagi?" tanya mbok Marni.
"Kalau sarapan jam berapa?"
"Jam 06.30 sih tapi kan pagi harus sudah siap."
"Ya Mbok racikin dulu aja, nanti saya datang tinggal masak."
"Boleh, enggak apa-apa," kata Mbok Marni.
"Oh ya udah, keburu koq Tante. Kirain Tante mau nginep."
"Enggak, enggak nginep. Enggak enak ah." Mintarsih menggeleng.
"Padahal nginep ya nggak apa-apa koq Tante. Kan kita saudara."
"Memang Lilis suka nginep?"
"Enggak tante Lilis nggak suka nginep, tapi dia pagi dan malam datang. Saat papa mau pulang kantor nanti dia datang. Jadi papa pulang kantor sudah stand by di sini," kata Adinda.
"Persis seperti istri yang menyambut suaminya pulang kerja."
__ADS_1
"Oh gitu."
\*\*\*
"Bener kan? Dia punya niat ke papa. Kalau enggak niat, kenapa dia cemburu dengan cerita kedekatan papa sama tante Lilis?" Dinda langsung bicara dengan Adit saat Mintarsih sudah keluar rumah.
"Iya Yank, enggak nyangka aja. Apa karena itu dia belum pernah nikah ya? Enggak seperti tante Lilis yang juga nikah dengan lelaki bernama Edi."
"Jadi dia belum pernah nikah?"
"Sepertinya belum. Aku juga enggak tahu kenapa."
"Ya wis, aku urus anak-anak dulu. Daritadi mbok Asih sendirian karena mbok Marni nemani tamu," Dinda pamit pada suaminya.
"Jangan telat maem ya Yah," pesan Dinda.
"Ayah sudah pesan makan sama papa, bentar lagi makanan datang koq."
\*\*\*
"Istrimu itu bahaya. Sekali lagi kamu kepleset, Papa enggak bisa tolongin. Jadi semua ada ditanganmu." Eddy memperingatkan Adit.
"Insya Allah Pa. Aku akan berupaya tak tergelincir Pa. Aku ingin seperti rumah tangga Papa. Aku tergelincir sebelum menikah dan itu kesalahanku. Tak aku tutup dulu kisah lama sebelum menikah dengan Dinda."
"Kedepannya aku tak mau lagi salah. Terlebih kami punya anak-anak. Aku tak ingin anak-anak kehilanganku bila aku salah langkah. Karena bisa dipastikan Dinda akan membawa mereka semua pergi dariku."
Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa
__ADS_1