REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
SEMUA KEBALIKANNYA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



Adit menghampiri papanya yang sudah selesai olah raga.



"Pagi Pa," sapa Adit pada Eddy tanpa menyapa Tasih.



"Eh Dit baru bangun?" Eddy menjawab sapaan anaknya.



"Iya." Jawab Adit dengan cueqnya.  Sangat beda dengan keseharian Adit yang sesungguhnya.



"Mana Dinda?"



"Lagi ngurus baby."



"Kamu nggak bantuin Dit?"



"Enggak lah. Lagi Dinda bisa sendiri kok, kenapa aku harus bantu?" jawab Adit sambil menyeruput kopi miliknya.



'*Anak ini makin kurang ajar, kopi papanya dia minum tanpa permisi.  Padahal dulu dia sangat baik*.'



'*Dan Adit tidak mau membantu istrinya ngurusin bayi*.' Mintarsih makin tak suka pada Adit.



"Den, sarapannya sudah siap," bik Asih mengabarkan pada Eddy dan Adit.



"Mbok panggil Dinda dan gantiin Dinda jaga baby biar Dinda sarapan," perintah Adit pada mbok Asih.


\*\*\*



"Ayo makan dulu aja," Eddy menawarkan Tasih ke ruang makan.



"Oh iya Mas," Tasih ikut ke ruang makan. 



"Mas mau makan apa?" Tanya Tasih.



"Biar saya ambil sendiri," jawab Eddy.



"Enggak apa apa saya ambilin," desak Tasih.



"Wah biasanya tante Lilis yang layanin Papa," kata Adit.



"Sudah makanya Papa ambil sendiri. Masa ganti yang ngelayanin," ujar Eddy seakan merasa tak enak karena mengkhianati Lilis.



"Mau lontong sayur pakai balado udang Mas?" Mintarsih menawarkan Eddy.


__ADS_1


"Saya lagi enggak pengen makan udang pagi ini," jawab Eddy.



Bagaimana dia mau makan udang, wong memang sudah tidak boleh makan udang.



Semua yang dikatakan oleh mbok Marni adalah kebalikan dari kesukaan Eddy.



Eddy enggak suka rendang juga nggak boleh makan udang dan Eddy juga tidak minum kopi apalagi kopi pahit.



Semuanya itu adalah jebakan.



"Terus mau makan lontong atau nasi?"



"Nasi goreng aja deh." Mintarsih pun kecewa karena masakannya tidak dimakan Eddy.  Dia lalu mengambilkan nasi goreng spesial berisi ati rempela, baso dan telur.



Eddy mengambil ayam goreng tepung sebagai tambahan lauk setelah menerima nasi goreng yang diambilkam Tasih.



"Wah enak ini Mas lontong sayurnya," kata Dinda ada Adit.



Dinda pun mengambil untuk dirinya.



"Mas mau apa?" Dinda menanyakan Adit ingin makan apa pagi ini.




Dinda pun mengambilkan lontong sayur untuk Adit.



"Sudah kamu makan dulu," tegur Eddy melihat Tasih malah belum mengambil makan. Dia malah menonton Eddy yang mulai sarapan dengan nikmat.



"Sudah biarin aja Papa nggak perlu disuapin," ujar Adit yang melihat Tasih belum makan sama sekali.



"Memangnya Papa anak bayi disuapin?" kata Eddy. Mereka semua tertawa walau Tasih kecewa masakannya tidak dimakan oleh Eddy sama sekali. Tapi setidaknya dia barusan sudah bisa melayani mengambilkan nasi goreng untuk Eddy.



"Enak ya Mas lontong sayurnya."



"Iya," jawab Adit singkat.



"Ini masakan Tante Tasih loh," jelas Dinda.



"Oh aku kira masakan pembantu baru karena biasanya hasil masakan mbok Marni nggak seperti ini. Aku hafal masakan yang pedas,"  kata Adit.



"Sengaja nggak dibikin pedes Mas kan ada udang pedasnya."



"Oh iya aku lupa aku nggak ngambil udang,"  Adit pun mengambil udang balado.


__ADS_1


"Kamu lupa ya Yank?"



"Lupa apa Mas?"



"Ini kok lontong sayurnya tanpa kerupuk?"



"Astaga aku lupa Mas."



"Tumben mbok Marni nggak nyiapin kerupuk buat lontong sayur." Ujar Eddy.



"Mbok Marni kan masak nasi goreng, jadi dia siapinnya ayam goreng tepung Pa."



Tasih bingung dia memang yang nyiapin lontong sayur dan dia lupa tentang kerupuk.



"Enggak apa-apa ini ada peyek kok pakai peyek ya,"  Dinda membujuk Adit.



"Ya udah deh walau nggak terlalu cocok," Adit mengambil peyek yang disodorkan Dinda. 



Mereka pun makan lagi.



"Aku masih kepengen nasi goreng deh Yank," ucap Adit.



"Ya Allah Mas nanti perutmu meledak.  Aku bawain nasi goreng ke kantor ya pakai tambahan balado udang mau?"



"Iya boleh nanti pas aku kelaparan aku makan. Tapi jangan pakai balado udang. Lebih enak pakai ayam goreng tepung aja," jawab Adit.



"Papa juga mau dibawain kayak Adit nasi goreng tapi tambah ceplok ya," pinta Eddy.



"Engga tambah udang aja Pa?" Tanya Dinda.



"Papa lagi eggak selera  makan udang hari ini. Pakai telur ceplok setengah matang aja selain ayam goreng," jawab Eddy.



Dinda pun menyiapkan ceplok telor setengah matang dua untuk dia masukkan di thinwall masing-masing.



"Lihat bekal pakai thinwall ini jadi ingat saat kamu hamil," Kata Adit.



"Ingat saat aku hamil apa ingat saat kamu ngidam?" goda Dinda.



Eddy tertawa dia ingat memang karena Adit ngidam lah maka tiap hari Dinda memasakkan Adit buat  makan.


Untuk penggemarnya mas Sonny dan caca Adelia di novel berjudul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE



baca sequel tentang Mukti, Vio dan Komang di cerita baru berjudul CINTA TANPA SPASI yaaaaa


__ADS_1


__ADS_2