
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hubunganku dengan Shalimah itu complicated Pa. Awalnya aku dekat dengan dia ketika dia menolong aku dari kemarahan Mama."
"Waktu itu aku kabur dan dia bilang melihat aku di sekolah sedang kerja kelompok. Sehingga mama langsung tak marah padaku. Aku merasa sangat tertolong dan sangat berterima kasih padanya."
"Papa tau aku sangat cinta pada mama. Kalau mama marah lalu dia akan sesak. Aku tak ingin mama marah. Jadi aku berterima kasih lada Shalimah karena mencegah mama sakit Pa. Aku merasa berhutang budi. Bukan aku tak suka dimarahi mama, tapi aku lebih menjaga kesehatan mama. Mama segalanya buat kita kan Pa."
"Selanjutnya enggak pernah ada obrolan atau hal lain. Bahkan aku malas bila harus mengantar dia. Enggak ada rasa cinta atau suka tuh, enggak ada. Aku bilang enggak mencintai dia sama sekali bukan karena aku sekarang berpisah dengannya, enggak Pa. Sama sekali enggak. Tapi memang rasa cinta itu nggak ada antara aku dan dia!"
"Aku hanya merasa dia adikku dan dia pernah nolong aku itu kedekatan kami awalnya."
\*\*\*
"Lalu tahun berlalu, kejadian SMA saat dia nolong aku sudah berlalu bertahun-tahun lalu. Di semester lima aku kuliah aku terjun ke jurang Pa."
"Waktu itu aku sedang depresi, karena semester itu nilaiku D semua! Aku sangat putus asa."
"Semester 5 nilaiku jeblok semuanya aku terancam di DO karena seperti itu. Aku nggak berani bilang ke papa apalagi ke mama yang saat itu sudah mulai sakit."
__ADS_1
"Aku membawa satu botol minuman ke kamarku sekedar penghilang pening. Aku bukan peminum dan yang aku bawa juga hanya beer saja. Tapi dasar aku enggak biasa minum, sedikit beer sudah membuatku kliyengan."
"Aku enggak tahu bagaimana Shalimah tahu aku sedang minum di kamarku. Dia masuk ke kamarku dan menghiburku. Dia bilang agar bersabar katanya."
"Entah bagaimana awalnya, itulah awal pergulatan kami. Aku tak merasakan bahwa dia virgin malah terkesan sangat longgar dan dia sangat mahir dalam membuat aku mau menuruti kehendaknya."
"Ya iyalah dari kelas 3 SMP dia sudah bocor," sela Eddy.
"Koq papa tahu?"
"Ada yang lapor tapi mamamu nggak percaya. Papa diem aja karena dari awal Papa nggak setuju kok ngangkat anak, lebih-lebih anak perempuan yang asal usulnya sudah tahu dari bibit yang buruk. Dan Papa tak ingin mamamu tambah sakit bila Papa paksakan mama untuk melihat fakta kelakuan Shalimah."
"Papa selalu jaga jarak. Kamu lihat kan begitu sayangnya Papa pada Adinda tapi tidak sayang pada dia sebagai anak Papa. Padahal Adinda pada waktu itu belum jadi menantu."
"Kenapa? Karena Papa pun berpikir kalau misalnya terjadi sesuatu dengan Dinda dan Papa harus tanggung jawab Papa rela orang sebaik Dinda siapa yang nggak mau?" jawab Eddy.
"Waktu itu Shalimah minta nama orang yang menentukan aku buat di DO. Aku langsung berikan. Dia bilang aku enggak bakal di DO, dan bener Pa aku nggak di DO."
"Hebat ya Pa, Shalimah bisa membuat semua berubah. Sejak itulah aku semakin tergantung sama dia karena aku takut kalau dia bisa menekan dekanku untuk men DO ku bila aku enggak nurutin kemauannya."
__ADS_1
"Semester berikutnya aku belajar giat, lumayan nilaiku bisa C dan lolos tiap semester tanpa bantuan Shalimah."
"Lalu Shalimah mulai menyuruh aku mendekati Adinda yang Papa tugaskan membantu aku menyusun skripsi."
"Shalimah bilang kami nggak mungkin bersama, aku langsung tanya kenapa aku dan dia enggak mungkin bersama?"
"Shalimah bilang kami enggak bakal bisa bersatu karena Papa enggak akan pernah merestui hubungan kami."
"Buatku enggak masalah karena aku juga enggak punya keinginan hidup bersama dengan dia."
"Kita nggak bakal dapat berhubungan resmi karena enggak ada restu, jadi kita memang nggak perlu terikat, begitu yang Shalimah bilang."
"Sebaiknya kamu dekati Adinda, ungkap Shalimah."
"Aku tanya apa maksud dia nyuruh aku mendekati Adinda?"
"Shalimah bilang : Adinda akan jadi kartu As mu untuk mendapat uang dan jabatan karena papamu hanya percaya pada perempuan itu."
"Aku yang memang sudah mulai menyukai Adinda sejak Papa menyuruh jadi mentorku tak menggubris bujukan Shalimah."
"Aku dan Adinda makin dekat, aku sangat menyukai dia lembut pintar baik hati dan tanpa sadar aku jatuh cinta beneran, bukan rekayasa atau karena disuruh Shalimah."
__ADS_1
"Aku memang cinta pada Dinda dan dia perempuan pertama dan satu-satunya yang bikin aku jatuh cinta karena pribadinya, bukan karena wajah. Kalau jatuh cinta pada wajah bisa bosan dan berpaling bila ada yang lain."