REVENGE FOR MY EX-HUSBAND

REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
DI OBRAK ABRIK


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Meeting hari ini memang khusus bagian finance dan marketing. Bagian HRD dan yang lainnya besok karena tidak mungkin saya bahas beberapa divisi sekalian."



"Karena hari ini memang khusus marketing maka saya panggil semua kepala divisi marketing tiap area."



"Setelah data Ronald, saya masuk ke datanya Mbak Kasih."



"Mbak Kasih bisa anda jelaskan apa kira-kira yang ingin saya bahas dari proyek anda?" tanya Dinda tenang sambil minum air mineral yang disiapkan.



"Saya belum tahu Bu," jawab Kasih bingung.



"Anda nggak akan tahu karena merasa nggak salah. Anda merasa itu benar dan wajar dalam sebuah proyek," jawab Dinda.



"Sekali lagi saya bongkar ini tak ada dendam pribadi atau masalah personal ya. Ini masalah kinerja perusahaan!" Dinda menegaskan apa yang mendasari tindakannya.



"Di proyek anda, saya melihat banyak diskon yang anda dapatkan dalam jumlah yang sangat tak wajar."


__ADS_1


"Bukan saya enggak suka dikasih diskon. Saya sangat suka, tapi saya tidak mau nama perusahaan jadi jelek."



"Jelas bukan saya nggak berterima kasih saya dapat diskon banyak, tetapi kalau cara dapat diskonnya dengan menjual tubuh itu sudah tidak sangat baik. Itu membuat kita semua makan barang haram jadi tolong revisi semuanya dan saya akan bongkar semua kinerja anda kalau anda tidak melakukan perbaikan," Kasih langsung terdiam.



Kasih berpikir dengan mendapat diskon besar itu perusahaan akan senang dan mengangkatnya menjadi manajer marketing yang sejak Adit tinggal, jabatan itu masih kosong.



Semua langsung memandang Kasih tanpa rasa kasihan.



Dinda baru masuk hari kedua Adit dan Eddy kaget melihat Dinda langsung bisa tahu penyimpangan diskon yang mereka dapatkan melalui Kasih.




"Asal kalian tahu sebelum rapat intern ini, saya baru menendang PT Kharisma Sejahtera  karena sepak terjang wakil CEOnya biar bisa dapat proyek menjual dirinya."



"Proyek mereka banyak tapi hanya jiplakan dari proyek orang lain. Yang penting tanda tangan proyek dan ada income."



"Saya tidak mau perusahaan ini punya image buruk seperti PT Kharisma Sejahtera, karena kasus diskon yang satu orang lakukan lalu disamaratakan kalau semua marketing kita bisa dibawa tidur asal dikasih diskon!"


__ADS_1


"Jadi saya buka di forum karena akan berimbas pada nama perusahaan. Pada bendera kita."



"Jadi ini bukan urusan tidak berterima kasih. Ini berkaitan nama baik perusahaan."



"Sekali lagi kalau nggak suka silakan mengundurkan diri. Saya bisa minta diskon dengan baik-baik tidak memeluk sembarang orang apalagi sampai tidur."



Semua langsung pucat pasi, bagaimana Dinda bisa mengupas semua ini.



"Harap kalian berpikir ulang kalau menyebarkan berita ini karena besok-besok nama anda yang akan tersebar! Jadi kalau mau aman ya sudah tutup cerita di ruangan ini aja. Jangan sampai berita ini tersebar kemana pun."



"Tapi kalau kalian nggak bisa nutup mulutnya besok-besok nama anda juga ada kemungkinan terbuka seperti ini."



"Sekali lagi perhatikan kinerja. Saya bilang saya butuh orang kerja, bukan wajah cantik dan pakaian seksi tapi tak becus kerja."



Eddy menatap tajam semua divisi marketing satu persatu. Eddy kagum atas gebrakan menantunya yang baru 2 hari kerja, hari kedua sudah bisa mengobrak abrik semua orang marketing.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER


__ADS_1


__ADS_2