Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 131. Kisah Yara Alejandro 38


__ADS_3

Dantau menggerakkan jarinya. Tak lama ia pun terbangun. Netranya menjelajahi ruangan yang ia tempati.


"Syukurlah kau sudah bangun" ucap Otis.


Lalu Yara muncul. "Kau bangun" dan Ale menghampiri 


"Bagaimana keadaanmu? Ada yang sakit?" Dantau masih menyesuaikan keadaan. Ia menggeleng.


"Haus"


Otis menyodorkan segelas air. "minumlah"


Dantau meminum air itu rakus. 


"Lagi?" Tawar Otis. Dantau mengangguk.


Otis menuangkan air pada gelasnya. "Dan ini, untuk tubuhmu"


"Apa ini"


"Ramuan asupan makanan dan campuran akar bulkie mengeluarkan racun si kelajengking" Otis menjabarkan.


Dantau meneguk cepat. Rasa pahit menjalar ke seluruh rongga mulutnya, Lelaki itu mengernyit. Lalu ia merasa sensasi dingin yang manis.


Matanya melebar ia ingin bertanya pada Otis. Dan sepertinya Otis mengerti.


"Ya sensasinya menyenangkan" Dantau mengangguk.


"Hoaaam"


Yara menguap, tubuhnya masih terasa lelah.


"Aku akan kembali ke kamarku"


Yara beranjak dengan hati ringan dan lega. Ia telah menepati amanah yang ia terima dari si gagak hitam dengan menyelamatkan Dantau.


"Ale kau juga harus istirahat."


Otis melihat wajah kuyu Ale. Sama seperti Yara. Ia perlu tidur yang benar-benar tidur.


"Kau tak apa aku tinggal?"


"Ya Mako dan Xelo akan segera kemari"


Otis kembali memeriksa kondisi Dantau.


***


Yara kembali sibuk melatih tubuhnya. Mengingat peristiwa dengan Ale. Ia merasa harus meningkatkan kekuatannya. Ia sadar ia masih lemah.


Kekuatannya harus meningkat. Maka disinilah ia. Di arena bersebelahan dengan tengkorak hitam.

__ADS_1


Kembali Urban Latan dibuat heboh kedatangan Ulat dan Tengkorak Hitam. Dan membuat Scrotus meradang. Ia baru saja kembali dan kejayaannya mulai naik.


Dan mengapa kedua orang itu bekerja sama. Siaal makinya.


"Siapkan petarung kita yang terbaik. Sudah waktunya kita tunjukan bahwa Scrotus yang terhebat."


"Baik Tuan. Hansel dan Gretel siap untuk turun"


"Pilihan tepat, aku serahkan padamu"


Tawa Scrotus membahana. Pencariannya selama ini membuahkan banyak hasil. Ia mempunyai bibit-bibit petarung handal.


"Dasar penghianat!" Umpat Scrotus menatap tajam arena yang akan diisi oleh Tengkorak Hitam juga Ulat.


***


Yara melakukan pemanasan. "Bermain santai saja." Peringatan Ale.


"Yah"


"Ulur waktumu"


"Yah"


"Semakin lama semakin bagus, setidaknya lawan-lawan barumu akan meningkatkan kekuatanmu"


"Hmm … "


Dua orang berbadan bongsor menjadi lawan mereka. Hansel dan Gretel. Mereka memiliki tubuh bulky berotot. Hansel dengan rambut pirang keriting sebahu. Gretel dengan pangkas rapi.


Omongan yang mengejek. Tatapan yang menghina.


"Ulat? Jika aku menang, aku akan memakaimu dan kau milikku!" bisiknya saat si Hansel melecehkan.


"Bede b4h! Kaum pelangi" umpat lirih Yara. Setelahnya banyak kata melecehkan keluar dari mulut Hansel.


Kedua makhluk bulky itu menyerang Yara dan Ale bersamaan. Ia menghantam bergantian dengan gesit.


Yara dan Ale menghindar dengan lebih gesit. Ale ingin mengulur lebih lama. Dengan tubuh laman yang bulky. Ale senang mendapat samsak hidup.


Nafas si kembar Bulkie terengah. Mereka kehabisan nafas, juga kehabisan tenaga. Dan ini waktu bagi Yara juga Ale untuk serius.


"Bisa aku memulai?"


Anggukan Ale seperti lampu hijau bagi Yara. Tanpa kata ia melesat dan mendekat lawannya.


Ia maraup wajah lawan dan mulai membanting tubuh yang lebih besar tiga kali dirinya.


Ia menjambak rambut keriting yang kegirangan. Kegilaannya diambang batas.


"Ya lakukan itu!" Bisiknya.

__ADS_1


Dan cincin Yara mengeluarkan benda tajam kecil. Yara melompati Si Hansel dan menaiki punuk lelaki itu. Berbisik.


"Aku akan memberi apa yang kau mau."tubuh babon itu menegang. Seringaian tercetak pada wajah me sumnya.


"Ya lakukan sayang" ucapnya men de sah.


"Menurutmu apa yang ku mau darimu?"


"Apaaaahh … " Hasel dibuat tak sabar.


"Kematianmu!"


Yara berbisik di telinga Hansel. Lalu mata Si babon me sum itu terbelalak. Yara dengan tampang datar membuat sepanjang jari telunjuk di leher Hansel.


"HAAARGH!"


"SIALAAAN KAU! BEDE B4H TENGIK!"


Muncratan darah keluar deras dari leher Hansel yang tersayat.


Gretel murka melihat saudaranya menggelepar dengan memegangi leher yang terus saja mengalir darah segar.


"MATI KALIAN!"


BUGH! BUGH! BUGH!


Ale tak lagi menahan diri. Ia melarikan kepalan tangan nya ke tempat vital Gretel bertubi.


KRAK!


"ARK!"


Lalu ia menghantam tinjuan keras pada dagu bawah Gretel. Lelaki dengan tubuh besar itu terlempar ke atas lalu jatuh tak bernyawa.


Hening!


Mereka menghadapi duo gorila itu begitu cepat. Tak ada tiga menit. Semua dibuat tewas.


Sorakan terdengar. Juga musik tanda pertarungan berakhir memekakan telinga juga kembang api yang telat.


"Baji ngan!"


"Berani mereka menewaskan anak buahku!"


"Aku akan membuat perhitungan, lihat saja!" Murka Scrotus. Ia beranjak dari tempatnya. Ia sekali lagi dibuat malu oleh kedua orang di bawah sana.


"Anak buah bodoh!"


"Cih! Tidak berguna!" Ia memilih kabur untuk menyelamatkan mukanya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2