Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 75. Kembali ke Kerajaan Elf


__ADS_3

Pesta meriah, dari tempatnya mereka bisa melihat kesenangan Hudson. Elves juga melihat adiknya juga sahabatnya disana. Dan bisa mengendalikan emosinya.


Ruve menatap Gen yang berada di meja bersama adik Elves. Sesekali melirik pada Elves. Ia takut Elves menyerang saat ini. Namun ia salah. Pemuda itu berhasil menahan emosinya walau ia bisa merasa Elves berusaha dengan keras saat ini.


Mereka membaur dengan mata yang masih awas. "Terima kasih untuk kalian" ucap Hudson mengacungkan gelasnya.


"Aku akan kembali ke kerajaan Elf, dan akan menaklukkan mereka." Sorak sorai dari pengikutnya. Mata tajam Elves menghunus ke tempat Hudson ia berdiri di sudut temaram.


"Mari kita nikmati malam pesta perpisahan ini, makan yang banyak," tepukan penuh


"Ah Tuan Hudson ku akan pergi," desa han kecil terdengar dari seseorang di sebelah Ruve.


Ruve hanya meliriknya, "Menyedihkan, tak ada orang sebaik Tuan Hudson" wanita sebelahnya ikut menghela nafas.


"Iya semoga setelah ini aku mendapat Tuan yang sebaik Tuan Hudson, kenapa ia tak membawaku saja sekalian, malah membawa Lavender Lavender itu, huh!" Kesalnya, wanita di sebelahnya ini sudah mabuk rupanya.


Ruve masih terus mendengar obrolan pada wanita mabuk itu. Ruve melipir, ia akan segera keluar. Elves pun melakukan hal yang sama.


Araria mengawasi Gen yang terlihat aneh. Ia makan dan minum tanpa berbincang. Begitupun Lavender. Ia teringat saat mereka pulang dari rumah Maria dan melihat ada Lavender juga Gen untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Rolan mengatakan ada yang aneh pada mereka berdua. Tatapan Lavender yang kosong saat Rolan berpamitan.


Begitupun saat melihat Gen dengan wajah dinginnya. Mengangkat dan memasukkan peti itu.


Elves mengingat saat Ruve terkena mantra hipnotis penurut. Ia dibuat lupa dan mengikuti semua perintah Mateo.


Hudson menggunakan mantra itu untuk adiknya juga Gen, pantas saja beberapa kali Elves bertemu dan mengejar Lavender tak menghiraukannya dan malah melarikan diri.


Yang membuat Ruve tersadar kala itu dengan meminum ramuan yang terdapat kandungan Akar Bulkie didalamnya.


Dan Elves tak memiliki akar itu. Ramuan terakhir yang untuk memulihkan Ruve. Namun Ruve mengeluarkan sebuah benda kecil dari kantongnya. Ruve memberikan Akar Bulkie yang ia simpan.


Elves telah memiliki ramuan itu. Namun tak ada kesempatan untuk mendekati kedua orang itu. Dan ia merubah rencananya. Ia akan kembali ke kerajaan Elf.


***


Yara memimpin perjalan untuk ke tempat dimana portal dimensi berada, mereka akan pergi kekerajaan Elf.


Yara hanya bisa mengantar karena banyak yang harus ia lakukan, meminta maaf tak bisa membantu banyak.

__ADS_1


Elves tentu saja mengerti dan menolak perkataan Yara tak membantu. Ia merasa Yara juga membantunya dengan memberi mereka tempat tinggal sementara.


Dan juga dengan bantuan para teman Yara. Ia akhirnya tahu keberadaan Lavender juga Gen. Elves yang bsrterima kasih pada semua teman Yara yang turut membantunya.


Mereka berdiri di depan portal cermin, menatap portal dengan wajah yang siap bertempur.


Elves menjadi pemimpin yang melangkah masuk dalam cermin. Disusul Ruve dan Araria. Menujuk jalan yang akan mereka lalui.


Goa tempat tinggal Elves. Tempat pertama kali Ruve dan Elves saling mengenal. Mereka keluar disana.


Bergegas Elves mengambil semua persediaan ramuan yang ia miliki. "Kita dimana?" Araria menatap sekeliling melihat alat-alat yang familiar. Ia juga memiliki alat itu di tempatnya.


"Kita di rumahku juga Gilberto" Elves masih memasukkan semua ramuan pada tas kain berwarna coklat tua lusuh.


"Jadi ini peninggalan Gilberto?"


"Yah semua alat miliknya" Ruve hanya sibuk memakan apelnya, perbekalan yang ia bawa dari rumah Yara.


"Aku akan membawa kalian ke kerajaan, tapi masalah isu pemberontakan adalah hal yang sangat sensitif, dan bisa jadi aku yang akan dituduh jadi aku mengingatkan kalian untuk bersiap" ujar Elves yang telah meletakan keperluannya pada kudanya.

__ADS_1


"Mati kita pergi"


Tbc.


__ADS_2