
"Apakah kau Logan Loraine?" Lotta melihat lamat mata hitam itu.
"Siapa kau?" Tubuh Logan menegang, kaku. ia melepas perlahan tubuh Lotta, lelaki itu memunggunginya. Lotta melihat adanya perubahan pada wajah Logan.
"Ak,aku, satu sekolah denganmu dulu, di sekolah Magic Bury" Kembali Lotta melihat tubuh Logan menegang.
"Apa tujuanmu!" Ucap Logan berdesis. Ia mendekati Lotta yang melihat Logan. Lelaki itu tidak mendapatkan tanda-tanda jika wanita didepannya takut dengannya.
Mata bening itu menatapnya lurus tanpa rasa takut. Jika Logan tebak, wanita di depannya ini sudah tahu tentang masa lalunya.
"Aku hanya ingin bertanya jika benar kau Logan Loraine, apa kau suka sekali pot pie daging mini yang aku buat? Aku selalu melihatmu memakan pot pie mini itu dengan antusias."
Logan menatap Lotta dengan garis cekung didahinya. Mengapa wanita ini malah membahas Pot pie? Memangnya ada apa dengan Pot pie?
Ingatan Logam ditarik pada saat ia bersekolah. Disana setiap paginya, di dalam rak bukunya pasti ada sebuah Pot pie mini hangat dan wangi.
Ia tak tahu siapa yang meletakkan disana tapi ucapan selamat pagi dengan kata-kata penyemangat membuatnya senang.
Pertama ia hanya membawanya pulang, tanpa ia sentuh, lalu saat ia membongkar tasnya ia telah memiliki beberapa pot pie yang hanya ia ambil dan masukkan pada tasnya.
Tapi saat mencicipi salah satunya, ia suka dan menghabiskan, tak tahu yang mana yang sudah lama tapi ia tidak merasakan ke basian dalam pot pienya. Maka ia terus memakannya.
Lalu saat paginya ia mendapati pot pie hangat di lokernya ia memakan dan pot pie dalam keadaan hangat sangat nikmat. Menghangatkan perut juga hatinya.
Ia bahkan membalas dan meminta tambahan satu pada pemberi pot pie itu. Dan bukan hanya satu tapi si pemberi, memasukkan tiga pot pie mini padanya. Tentu saja Logan menerima dengan senang hati.
Kembali kemasa sekarang, Ia menatap tatapan mata bulat yang jernih di depannya itu. Wanita yang ia cium tadi, ternyata ia si pengirim Pot pie, salah satu penyelamat hidupnya.
Lotta masih memperhatikan Logan dalam diam, lelaki yang dulu ia kagumi, sekarang lebih dewasa dan menjadi sangat tampan.
Bahkan tadi mereka berciuman. Pipi Lotta merona. Menjalar sampai ke kuping. Ia baru merasa malu. Tatapan lelaki itu lurus padanya membuatnya semakin malu.
Lotta menjauh, saat sadar ia dan Logan tak berjarak. Tapi calon suaminya itu menariknya lebih dekat dan merengkuhnya erat, sangat erat.
Lotta membulatkan matanya. Ia terkejut. Pelukan itu membuatnya sesak. Tapi juga senang. Lotta mengulum senyumannya. Ia mengulurkan tangan dan merengkuh tubuh besar itu. Mengelus dan menepuk sayang.
Ya Lotta perasaannya dulu bukan hanya cinta saat remaja, ia masih merasakannya hingga saat ini.
__ADS_1
"Menikahlah denganku" lamar Logan pada Lotta. Tentu saja Lotta senang. Ia memiliki banyak pertanyaan untuk ia lontarkan pada Logan. Lotta mengurungkan niatnya. Nanti. Nanti masih banyak waktu.
***
Penolakan masih terjadi dari pihak Lotta, Igur Rosellete, Ayah gadis itu menolak dengan tegas putrinya menjadi Istri Logan.
"Aku tak terima! Keluarga lelaki itu membantai seluruh keluarga Rosellete." Ucap Igur yang berdiri di samping jendela kamarnya, telapak tangan putih ramping menyentuh bahunya.
"Sayang, saat itu ia pun tak mengerti, usianya sama seperti Lotta" ucap menenangkan sang istri.
"Tapi Sam, Jika saja, kita tidak berkunjung di kerjaaan Elf, mungkin keluarga kita juga tak luput dari pembantaian mereka. Aku tak bisa memaafkannya" ujar Igur. Samantha Rosellete. Istri Igur, ibu Lotta.
"Aku tahu, sayang, tapi saat itu ia masih remaja, dan sekarang akan menjadi raja, pengganti Mikail, mana mungkin Mikail akan memberikan tahta pada seseorang yang berhati jahat bukan? Pasti Mikail sudah melihat bagaimana pertumbuhan keponakannya itu" ucap panjang lebar Sam pada suaminya yang urat dahinya menyembul.
"Ini kenapa ini?" Wanita itu menunjuk kerutan pada dahi suaminya juga menekan urat-urat yang muncul karena kemarahan sang suami.
"Aku tak suka jika kau marah begini, aku ingin kau bisa memikirkan lagi sayang, bagaimana jika itu terjadi pada Lotta?"
"Kesalahan orang tuanya dan Lotta yang tak mengerti mendapatkan getahnya, bagaimana perasaanmu jika tahu Lotta diperlakukan seperti Logan?" Lanjutnya dengan tangannya mengelus tangan Igur.
"Aku tak rela! Mereka tak bisa menimpakan masalah kepada Lotta"
"Tapi tetap saja, mereka membantai keluargaku!"
"Jika mereka tidak membantainya, maka keluargamu itu yang akan membantai mereka bukan?" Ucap Sam. Ia tahu jika Rosellete tidak sebaik itu.
Perang dan perebutan adalah tolak ukur dimana kau akan dipandang dan berkuasa. Walau itu tindakan jahat, mereka tidak peduli.
Dan kedua keluarga ini, memperebutkan kekuasaan itu.
Helaan nafas lelah. Ia membenarkan perkataan sang istri. Namun hatinya masih tidak ingin jika Lotta menikahi Logan. Dan ia tak ingin membuat hubungannya dengan keluarga Mikael juga Hera menjadi tak akur karena konflik ini.
"Nanti aku pikirkan lagi." Ucapnya,
"Aku tahu kamu pasti mendapatkan keputusan yang tepat, aku tidak asal saat menikahimu dulu, Dan terbukti, walau keluargamu merebutkan kekuasaan, nyatanya kamu lebih memilih mundur dan memilihku juga anak-anak kita" Sam mendekap erat suaminya.
Igor mengecup kepala istrinya, "Terima kasih sayang"
__ADS_1
"Itulah gunanya istri, akan ada dikala kau ingin bersandar, dan aku yakin Logan akan mencintai anak kita seperti kau mencintaiku, menjadikanku satu-satunya" Igor menjauhkan istrinya dan menatap wanita itu.
"Tahu dari mana kau sayang?" Igor menyipitkan mata.
"Insting seorang ibu" ia menangkup wajah Igor dan mengecup suaminya itu.
"Yah kalau sudah insting darimu aku bisa apa?" Ucap Igor memeluk pinggang Samantha.
"Jadi kau merestui mereka, huh!" Senyuman khas yang mempesona dari Sam yang membuat Igor jatuh hati.
"Aaark … nanti aku masih memikirkannya" erang Igor, masih saja ia belum memutuskannya.
"Oke ambil waktumu sayang, tapi jangan lama-lama, aku rasa Logan akan segera melamar anak gadismu" ucap Sam sambil lalu.
"Ck! Jangan bilang instingmu lagi sayang" decakan dengan lesu, yang disambut kekehan renyah sang istri.
"Kau tahu aku sayang" ketukan pintu terdengar bersamaan dengan Sam yang akan keluar dari kamar mereka.
"Tu, ah … Nyonya Besar, ada keluarga kerajaan datang" Kepala pelayan keluarga Rosellete, Horison.
Sam membalik tubuhnya dengan raut wajah mengatakan 'Apa aku bilang'.
Ia melihat sang Suami yang melebarkan matanya, tak menyangka kata-kata istrinya menjadi nyata, Igor mengerang diujung ruangan, membuat Samantha terkekeh, Suaminya sangat lucu saat ini.
"Jamu mereka Horison aku akan menyusul turun" ucap Igor yang kembali menarik Sam masuk kedalam.
"Baik Tuan" Kepala pelayan paruh baya itu, beranjak dari tempatnya dan melaksanakan perintah majikannya, menuju ke dapur, untuk menjamu keluarga kerajaan.
"Apa?"
"Bagaimana ini aku gugup," ucap Igor.
"Sayang, kau tinggal jadi dirimu sendiri, suami ku, juga ayah dari putri kita, Lotta, aku yakin semua akan lancar" ucap Sam merapikan jas yang Igor kenakan.
"Cinta kamu suami tampanku" Sam mengecup kedua pipi Igor.
"Cinta kamu sayang" jawab Igor.
__ADS_1
"Ayo kita temui calon menantuku" ucap Igor mengandengan tangan sang istri.
Tbc.