Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 57. Pulang ke Rumah Gma Mima


__ADS_3

Berus berhasil menghancurkan taman sesat itu, ia bisa melihat prajurit milik Mateo yang terkena senjatanya.


Prajurit Mateo menghadang Berus dan Elves. Dengan maju menyerang mereka. Dengan pistol lasernya Berus dengan mudah melumpuhkan beberapa prajurit dan Elves menghajar mereka dengan busur panah yang menembus masing-masing ke kepala prajurit milik Mateo.


Mateo berdecih. "Dasar tak berguna!" Ia melihat di belakangnya tak ada lagi prajurit yang melindunginya.


"Ruve aku mengandalkanmu!" Mateo berbisik, yang diangguki Ruve.


Ruve menghentikan langkahnya ia berbalik, berjalan maju, yang semakin lama semakin cepat.


Ia mengeluarkan rantai-rantai dari jemarinya, api tersulut dirantai hitam itu. "Kau menakjubkan Ruve!" Ucap Mateo. Ia terus berlari, ia akan menyiapkan kendaraan untuk mereka melarikan diri. Ia yakin mereka tak akan menyakiti Ruve.


Ruve menyambar tubuh Elves. Elves menghempaskan serangan rantai Ruve dengan pedangnya.


Tak lama Berus datang dengan Gen, "Ruve!" Teriak Gen. Membuat Ruve mengarahkan serangan rantai api pada Gen yang juga lelaki itu dapat hindari.


Ruve menyerang ketiganya. Gemerincing rantai yang terantuk besi ramai mengisi labirin hancur itu.


"Hyaah" Tank! Besi Ruve melemah, Elves dan Gen mengingat, bagaimanapun juga kekuatan Ruve belum pulih.


Gen menatap Elves dan mengangguk. "Terus serang tapi jangan melukai" ucap Elves.


"Aku kejar Mateo" Elves mengangguk terus menerima serangan Ruve.


"RUVE KEMARI! CEPAT!" Teriak kencang Mateo. Berus melihat Mateo yang akan melarikan diri. Manambah kecepatan larinya.


Mateo mengulurkan tangannya pada Ruve. Ruve berlari ke arah Mateo dan ingin meraih tangan lelaki itu. Kendaraan Mateo berjalan perlahan.


Mateo menjulurkan rantai miliknya. Agar Ruve dapat menariknya, namun serangan Berus membuat Mateo menarik rantainya dan melindungi dirinya.


Ia tak bisa menjangkau rantai Mateo, Ruve lelah. Ia sudah mencapai limit kekuatannya. Elves dan Gen menarik rantai berapi milik Ruve yang masih menjulur.


Mateo tak bisa tertangkap. Ia akan melepaskan Ruve kali ini.


"Aku akan menjemputmu sayang, kita akan bertemu!" Ucap Mateo ia melajukan kendaraannya kencang.


"PENGECUT!" teriak Gen.


Berus membidikkan senjatanya, namun Mateo sudah menjauh dengan kendaraan nya. 


"GRAAH!" Mereka menahan Ruve. Ruve meronta. Lama Ruve meronta, wanita derik itu tak sadarkan diri. Kekuatannya habis terkuras.


"Bagaimana?" Simba, Orso dan Leonard menghampiri. Di tengah pertarungan  tiba-tiba Los dan Findel melarikan diri.

__ADS_1


"Mateo kabur" Berus menjelaskan.


"Iya dua lainnya pun sama mereka melarikan diri. Dasar, Bandit!" Maki Leonard.


"Ruve bagaimana?"


"Kita bawa dia kerumahku" Gen mengetahui daerah hutan ini. Ini desanya Bymaba. Hutan ini adalah tempat mainnya sejak kecil.


Walau dilarang Gen yang penasaran tidak akan mau mendengarkan. Jadi ia tak percaya jika hutan rahasia ini berbahaya. Ia selalu bisa keluar jika masuk dalam hutan ini.


Dan setelah melihat rumah persembunyian Mateo Gen menyimpulkan bahwa Mateo yang menyebarkan gosip mengenai hutan rahasia berbahaya.


"Kalian bisa beristirahat disana."


***


Gma Mima terkaget dengan kedatangan Gen. Ia melihat Ruve yang digendong Elves tidak sadarkan diri menjadi panik. Namun Gen bisa menenangkannya.


"Kalian makanlah, aku telah menyiapkan makanan hangat dan minuman hangat, aku akan menjaga cucuku" Gma Mima mengusir semua orang yang berada dikamar Ruve.


"Gen ajaklah mereka makan" ia menyuruh Hen untuk menggiring orang-orang Phoenix Way ke ruang makan.


"Baik Gma"


"Malang sekali kau sayang" Gma mengecup dahi Ruve.


"Aku telah menghubungi Agrabella, mereka akan kemari besok" Elves membuka suara.


"Bagus kita akan mendapat bantuan ramuan, aku juga kehabisan persedian ramuan" Leonard menimpali.


"Kita tahu siapa yang Mateo incar, jadi Cahaya ilusi akan aman" ucap Orso.


"Sup ini lezat, boleh aku menambah?" Berus yang hanya diam, ian menikmati supnya, ia sangat lapar. Sedari dipesta ia hanya minum dan bersiaga.


"Sini mangkukmu" Gen meminta mangkuk Berus yang kosong. Dan mengisi ulang dengan sup buatan Gma Mima.


"Apa yang Mateo berikan pada tubuh ruve, Hingga ia menuruti kemauan si bandit!" Gen memberikan mangkuk Berus yang kembali penuh.


"Aku tak tahu, tapi aku menduga itu ramuan penurut. Aku pernah mendengarnya." Leonard menyerahkan mangkuk kosong pada Gen ia minta tambah.


Gen beranjak dari kursinya dan meletakkan panci besar pada meja makan. "Kalian bisa mengisi ulang mangkuk kalian" ucap Gen.


Leonard dengan senang hati meraih centong dan mengisi mangkuknya. Begitu pula dengan Orso, Simba dan Elves.

__ADS_1


Klontang!


Panci sup kosong, supnya habis tak tersisa. Gen menatap tak percaya. "Kalian selapar itu! Harusnya kau siapkan daging saja tadi"


"Gak usah repot-repot ini sangat cukup mengenyangkan" Orso mengelap mulutnya mangkuknya bersih.


"Lagi pula jika daging memasaknya akan lebih lama dan perut kami tidak bisa menunggu terlalu lama lagi" Gurau Leonard.


"GEN TUNJUKAN KAMAR TEMAN-TAMANMU!"


"GMA SUDAH SIAPKAN!" Teriak si nenek dari lantai atas.


"BAIK GMA!" balas teriak Gen.


"GEN RENDAHKAN SUARAMU! KAU TAK TAHU RUVE SEDANG TAK SADARKAN DIRI, LAGIPULA INI SUDAH MALAM!" Omel Gma dengan suara kencangnya.


"Yah Gma!" Gen memutar bola matanya malas. Beginilah ia sebagai cucu yang tak dianggap.


"Ayo antarkan kami ke kamar kami, sebelum kau lebih mendapatkan omelan" Tepukan Orso pada bahu Gen.


"Kau sangat paham" ucap Gen yang sudah berjalan mendahului ke lantai dua.


"Aku juga begitu, oleh Gma ku sangat menyenangkan jika saat ini diingat, jadi rindu mereka" Orso jalan bersebelahan.


"Kamar ini dan ini, kalian tinggal pilih, satu kamar dua orang, Elves kau denganku" Gen menunjukan dua pintu saling berhadapan, dan pintu lagi berada di seberang berhadapan dengan kamar Ruve itu kamar Gen.


"Jika kalian butuh apapun panggil aku" Gen berkata sebelum ia masuk kedalam kamarnya. Elves masuk kekamar Ruve disana Gma Mima, menyulam.


"Kalian selesai makan malam?" Elves hanya mengangguk.


"Gma bisa beristirahat, aku akan menjaga Ruve." Elves menatap wajah Ruve yang pucat.


"Iya Gma akan kekamar. Jaga cucu Gma baik-baik" Gma Mima keluar kamar Ruve.


Elves menarik kursi unyuk mendekat ke tampat tidur Ruve. Ia mengulurkan tangan dan mengelus rambut Ruve.


"Mengapa kau menggunakan gaun?" ucap Elves.


"apa ini dirimu sebenarnya?" lanjut lelaki itu.


"Kau cantik, aku akui, tapi aku merasa asing dengan dirimu yang ini, aku seperti tidak mengenalmu" lirih Elves. Ia menunduk dan mengecup pelipis Ruve.


Jari Ruve bergerak. Elves tidak menyadari. Ia terus saja mengelus rambut panjang Ruve.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2