Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 56. Mengejar Mateo


__ADS_3

Mateo pembawa Ruve ke tempat persembunyiannya. Desa Bymaba. Desa Gen. Desa para ular hutan.


"Sini sayang" Mateo memanggil Ruve yang berdiri dengan tatapan kosong. Ia mengayunkan langkah ke tempat Mateo. Mateo menarik Ruve untuk duduk dipangkuannya. Mereka di ruang makan sebuah rumah besar yang dikelilingi hutan lebat.


Mereka memiliki rumah persembunyian milik keluarga Mateo di desa Bymaba. Berada di tengah hutan rahasia. Hutan yang jarang dimasuki penduduk desa. Karena terkenal berbahaya.


Itu hanya kabar palsu yang disebar oleh keluarga Mateo agar tidak ada penduduk desa mendekat teritori mereka. Ya memang berbahaya siapapun yang masuk kedalamnya tidak akan pernah kembali. Keluarga Mateo akan membunuhnya.


Ruve mengenakan gaun panjang menjuntai. Dengan surai tergerai indah. Mateo mengelus rambut indah Ruve. Sudut bibirnya terangkat. Ia menegklengkan kepalanya perlahan menatap jendela ruangan itu tajam.


"Ayo sayang kita sambut tamu kita" Ruve berdiri, begitu juga Mateo. Ia meletakkan tangan Ruve pada lengannya.


"Tuan ada yang menyusup, mereka menembus shield kita." Lelaki tua tergopoh masuk ke ruang makan.


"Tak apa Adam, itu tamuku, dimana Terna?" Mateo menggandeng Ruve menuju ruang depan.


"Ia menyambut tamu Tuan" Los ikut turun dari lantai atas. Dua pelayan membuka pintu. Disana ada kumpulan prajurit Phoenix Way.


"Salamat datang, bagaimana perjalanan kalian? Susah mencari tempat ini." Basa-basi Mateo.


***


Bayangan hitam melompat dari pohon satu ke pohon lain. Dan beberapa bayang hitam lain mengikuti di belakangnya. Mereka melesat gesit.


Dari bayangan hitam yang melesat salah satu ada yang membelokkan diri, ia mengambil rute lain.


Dan ada satu bayangan paling belakang mengejar mereka. Ia melewati beberapa bayangan hitam lain, ia sudah bersampingan dengan bayangan hitam paling depan.


"Elves, cepat juga kau mengejar kami" Berus menyapa Elves yang berada disampingnya menyamai kecepatannya.


"Apa dia tidak apa-apa?" Berus melirik Gen yang teler di punggung Elves. Ia mabok perjalanan. Elves sangat kencang.


"Aku tak apa!" Bisik Gen mengangkat tangannya perlahan.


"Ini" Berus melemparkan Earphone pada Elves.


"Pakai" Elves menangkap benda kecil itu. Menatap benda itu lalu menempelkannya pada kupingnya.


"Berhenti!" Perintah Berus, Elves ikut berhenti. Mereka turun.


"Ada apa" Orso, melangkah mendekat, dibelakang Orso ada Leonard.


"Shield" Berus maju satu meter didepannya. Ia mengeluarkan goggles dan goggles itu menyala.


Cahaya dari goggles Berus bisa melihat shield yang ada di depan mereka. Mereka menunggu. Berus sedang meneliti bagaimana menembus shield ini, ia menduga mereka telah menemukan persembunyian Mateo.

__ADS_1


"Kau disini tak apa?" Elves berkata. Ia menurunkan Gen dan menyandarkan pada pohon tak jauh shieldnya. Gen mengangkat jempolnya.


"Coba minum ini" Leonard memberi sebutir kapsul di telapak tangan Gen. "Terima kasih" Gen langsung menelan kapsul itu.


"Hancurkan saja" Berus melepas googlesnya. Orso mengarahkan senjata lasernya pada shield itu,


DOOM!


Ledakan terdengar. Shield itu hancur dan hilang tertiup angin, Mereka dapat melihatnya, sebuah rumah megah di depan mereka.


"Kita masuk" Ucap Berus.


"Hati-Hati" lanjutnya. Yang diangguki anggotanya.


"Aku disini, nanti aku akan menyusul" Elves mengangguk dan mengikuti rombongan Phoenix Way masuk kedalam rumah megah itu. Mereka mendapati ada yang berjaga di depan pintu rumah mewah itu.


Prajurit Phoenix Way sudah berjaga akan memegang senjata mereka masing-masing. Dengan gerakan tangannya Berus juga gerakan kepalanya, ia memberi kode pada yang lainnya untuk tak perlu mengeluarkan senjata, belum saatnya.


"Selamat datang di Hutan Rahasia, Silakan Tuan" Pria dengan jas lengkap. Berwarna hitam itu menunjukkan jalan.


Berus dan yang lainnya mengikuti. Dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Pintu besar dan tebal itu terbuka.


Di hadapannya ada target yang mereka kejar. Mateo, Los dan Ruve.


"Selamat datang dirumah kami" Mayeo merangkul tubuh Ruve dan mengecup pelipis Ruve.


Ingin sekali Elves maju dan merengkuh wanita itu. Namun Orso menghalangi dengan tangannya. Elves melirik dengan wajah mengeras.


"Kalian menyerah lah" Berus mengeluarkan borgolnya. "Menyerah? Aku tak melakukan apapun? Hanya mengambil pasangan hidupku. Iya kan sayang" Ruve hanya mengangguk.


Elves tak tahan lagi. Ia melangkah cepat ke arah Ruve. Ruve menengokkan kepalanya ia merasakan adanya bahaya.


Ruve mengeluarkan rantai pada jemarinya dan mengarahkan ke Elves. Rantai itu meliuk dan menuju Elves dengan cepat lalu menghantam dada lelaki itu.


Elves terpental. Ia menabrak ujung pintu. Ia terantuk dengan keras. Elves memegangi dadanya yang nyeri, ia menatap Ruve tak percaya.


"Ahahaha sayangku, kau melindungiku, kemarilah!" Ruve masuk dalam pelukan Mateo. "Ruve!" Panggil Elves.


Ruve hanya menengok dan menatap Elves kosong. "Dia bukan Ruve!" Teriak lantang Elves.


"Benar, dia Ruvera calon pendampingku!" Mateo memberi kode lewat matanya pada prajurit-prajuritnya yang tersembunyi sudut-sudut atas rumah.


Hujanan busur panah dari atas mereka. Mateo menarik Ruve masuk kedalam. Elves mengejarnya dan Los menghadang langkah Elves.


Ia mengayunkan pedangnya pada Elves. Dengan gerakan lincah Leonard menangkis pedang Los.

__ADS_1


"Kejar Ruve!" ucap Leonard. Elves mengangguk ia masuk kedalam tempat dimana Ruve dan Mateo pergi.


Berus menyusulnya. Bunyi pedang saling beradu di ruang depan. Mereka menyusuri lorong temaram. Panjang tanpa adanya ruangan lain.


"Ini terlalu membuang waktu." Berus mengenakan gogglesnya yang tadi ia gunakan untuk melihat shield.


Berus berhenti. "Mundur!" Perintahnya. Elves mundur, tiga langkah ke belakang.


Berus mengeluarkan berbentuk pistol dengan ukuran kecil. Ia mengarahkan pistol itu pada tembok sebelah kirinya. Ia mundur dan membidikkan pistolnya.


DOR!


Peluru menembus tembok demi tembok yang membentuk labirin menuju dimana Ruve dan Mateo berlari.


"Argh" peluru itu menembus dada prajurit Mateo yang mengikutinya. Ia tersungkur. Ruve berhenti berlari. Ia berbalik ingin melihat prajurit itu. Namun tangannya ditarik oleh Mateo.


"Jangan, kita harus cepat!" Mateo kembali berlari dengan menggenggam tangan Ruve. Ruve mengangkat gaunnya ia mengikuti perintah Mateo.


Ruve dalam pengaruh obat yang ia minum saat pesta. Los berhasil memasukkannya pada minuman Ruve. Ramuan yang ia buat. Ramuan yang dapat membuat seseorang menurut.


***


"Wah siapa ini?" Suara berat terdengar dari atas pohon yang sedang Gen sandari. Tubuhnya masih tak enak. Obat Leonard sedang bekerja.


Lelaki tiba-tiba berdiri didepannya. Giginya tajam dan runcing. Gen mendongak. Siaal! Makinya. Ia belum siap.


"Harusnya Kau juga ikut masuk kedalam, kami tidak sekejam ini pada tamu kami. Membiarkan tamu kami tertidur di hutan" ucapnya yang seolah ramah.


"Tapi sepertinya tamu yang lain sibuk mengacau jadi tak menutup kemungkinan kau juga pengacau?" 


"Sangat disayangkan aku tak suka dengan pengacau!" Findel mencengkram erat lehee Gen, serangan dadakan itu membuat Gen kesulitan bernafas.


Dari belakang Findel mendapatkan serangan dari Simba yang ternyata mengikuti Findel. Ia menarik pakaian belakangnya dan membanting tubuh Findel ke Pohon.


Findel lengah. Tak mengira akan ada serangan datang padanya. Findel terbatuk. Lalu ia bangkit dan menerjang Simba. Kuku tajamnya bersiap mengoyak tubuh Simba.


Ia menyerang simba tanpa henti, menggerakkan tangannya mencakar-cakar tubuh Simba. Simba menghidar denagn cara mundur. Punggung Simba membentur pohon di belakangnya.


Findel menyeringai. Dan kukunya bertambah panjang siap mengambil jantung Simba.


Gen mengayunkan pedang yang ia beri sihir. Findel merasakan serangan di belakangnya pun melompat memberi jarak lima langkah. Findel kembali menyerang Gen. Kakinya berlari dan menapaki bebatuan. Ia menerjang Gen dari atas.


Namun kepalan tangan Simba menghantam ulu hati Findel, tubuhnya melayang jauh dan menabrak pohon-pohon.


"Aku akan bereskan dia, kau bantu yang didalam" Gen menggerakan kepala mengiyakan. Gen meninggalkan Findel.untuk Simba.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2