
Gen mengambil pedangnya dan berlari maju, ia menebas rambut lumut milik Golum. Ruve mengeluarkan rantai dan melilit tubuh monster besar itu.
Jeritan kencang terdengar dari bibir Golum.
Wanita monster itu geram, mahkota yang ia jaga dirusak begitu saja. Amarahnya memuncak, ia mengeluarkan segala sihirnya dan melempar biji-biji yang meledak jika mengenai apapun didepannya.
Ruve menghindar dengan lincah berpijak pada dahan-dahan pohon. Begitu pun dengan Elves yang mengarahkan anak panahnya pada tubuh Golum.
Anak panahnya tidak dapat melukai Monster itu, busur menancap pada tubuh Monster itu dan perlahan dilahap masuk kedalam tubuhnya.
Elves bersembunyi, beristirahat sejenak, ia mengambil beberapa busur dan memantrainya, Ia membidik di banyak tempat dengan mantra busur itu melesat di titik yang elves inginkan.
ZLEB! ZLEB! ZLEB!
Busur itu mengenai beberapa bagian tubuh Monster lumut itu. Tapi semua busur Elves ditelan oleh tubuh penuh lumut.
"Kalian! Tidak akan bisa mengalahkanku ahahaha … " tawa menggelegar penuh dengan kepercayaan diri.
Ruve menyerang Golum dengan rantai nya. Kembali ia mengikat tubuh si lumut. Namun kekuatannya Ruve melemah, rasa lelah ia rasakan. Golum melilitkan tangannya pada rantai Ruve dan menarik kencang hingga Ruve tertarik mendekat.
Golum dengan mudah meloloskan diri dari rantai Ruve. Dan mengangkat tangan yang menarik Ruve. Wanita derik itu tergantung di tangan Golum.
"Kau! Aku akan merusak kecantikanmu!" Desis Golum didepan wajah Ruve. Wanita lumut berukuran raksasa itu. Meniupkan angin hijau yang mengenai wajah dan melingkupi tubuh Ruve dan terserap tubuh Ruve.
Ruve yang semakin lemas tak bisa lagi melawan, ia mencoba menarik satu rantainya dengan susah payah, Ruve menyimpulkan Golum suka berdandan.
"Kata siapa aku cantik, aku tidak cantik!" Bentak Ruve. "Kalau aku cantik, dia akan menerima cintaku! Nyatanya, dia … dia … " Ruve menutup wajahnya.
"Aku selalu berharap akan menjadi cantik agar dia melihatku, Huwaaaa … " Tangisan kencang memkakan telinga Golum, Monster lumut itu menjauhkan Ruve dari telinganya.
Golum merasakan apa yang Ruve rasakan, Golum tersenyum licik. "Aku akan membantumu" suara Golum berubah melembut.
Isakkan terdengar dari bibir Ruve. Ia menatap Golum yang memendangnya malas. "Bagaimana?" Mendengar bahwa Ruve tertarik pada penawarannya.
"Sebelum aku beri tahu, nanti biarkan aku meminjam tubuhmu selama sehari?" Mendengar penawaran Golum membuat Ruve mengernyit.
Gen dan Elves hanya diam pada tempatnya. Mereka tidak tahu apa rencana Ruve.
__ADS_1
"Ya?"
"Sepakat!" Golum membuka gaun lumutnya, di dadanya terdapat kotak dengan kristal berkilau kehijauan berbentuk jantung dan berdetak.
"Apa itu?" Ruve melihat,
"Lumut 1000 tahun" Elves yang mendengar itu tersentak, ia yang tadi akan menyerang Golum dengan Gen, Berdiri ingin melihat dengan jelas.
"Tapi sebelumnya aku akan membangunkan dirimu" ucap Golum yang menyerahkan kotak itu pada Ruve. Ruve memperhatikan kotak itu yang berada ditangannya.
"Kalian aku tarik dalam dunia mimpi dimana kalian tidak bisa membunuhku juga sebaliknya. Kalian terlalu bodoh, membuang tenaga ahahaha … "
Ruve menusuk dirinya dan memang ia tak merasakan sakit. "Bersiaplah"
Mata Ruve melihat lurus, bertatapan dengan Elves juga Gen, ia memperlihatkan kotak itu pada kedua nya, mereka mengangguk, rencana Ruve berhasil. Walau iya tak menyangka mereka berada di dunia mimpi.
Tubuh Ruve tertarik masuk pada kristal berbentuk jantung. Ketika sadar, Ia menempel pada pohon sangat erat. Tubuhnya dibalut oleh lumut. Di depannya juga terlihat Golum yang tertidur, membentuk gundukan lumut.
Begitu juga dengan kedua rekannya. Ruve mencoba mengambil belati dari kantongnya. Dan merobek bebatan lumut. Tapi susah sekali ia bergerak.
Ia terlepas, ia melangkah mendekati Gen, memasukkan kembali rantainya, Gen terbangun, Ruve menggeleng, ia membekap temannya itu agar tidak menimbulkan suara. Gen mengangguk. Lalu melepaskan tangannya dari mulut Gen.
"Kau dapatkan kotak itu aku akan melepaskan Elves" Gen berbisik, Ruve mendekati Golum yang tertidur.
Ruve perlahan memasukkan tangannya pada lumut tebal yang berada didada Golum. Tangannya tenggelam dalam lumut tebal itu. Sangat perlahan ia mengobok dan mencari kotak kayu.
Tangannya bersenggolan dengan benda keras. Ia telah memegangnya dan menariknya secara perlahan. Kotak dengan kristal berbentuk jantung di tengahnya itu berada ditangannya.
Ruve membalik tubuhnya dan memperlihatkan pada Elves dan Gen. Ia mengangkat kotak itu dengan wajah sumringah.
"RUVEEE!" Teriakkan kencang terdengar dari kedua lelaki didepannya. Tubuh Ruve terangkat.
"KAU! PENCURIIII" Teriakkan keras menyapu wajah Ruve. Lalu Golum menghempas tubuh Ruve ke udara.
Ruve sigap, ia meringankan diri, berpijak pada udara dan berputar ke arah batu lalu berpijak pada batu itu dan mendorong tubuhnya menjauh dari serangan Golum.
"KALIAN MANUSIA BIADAAP! KALIAN AKAN MATI!" Kemarahan terpancar dari mata Golum, ia merasa terkhianati.
__ADS_1
Ia melemparkan biji bom ke arah Ruve. Yang berlari menghindar. Ruve berguling dan merangkak mencari persembunyian.
DOOM!
BLAR!
DOOM!
Nafas Ruve tersegal, ia menghembuskannya cepat. Ruve menengok ke Gen juga Elves, ia mengangguk, Ruve mengintip, dan Golum berusaha memasukkan kotak itu pada dadanya. Dengan gesit ketiganya berlari menyerang Golum bersamaan.
Mereka memeiliki tugas masing-masing, Gen dan Elves, menyerang wajahnya hingga membuat kemarahan Golum.
"GRAAAHH!"
Ini saat bagi Ruve berpijak pada batu dan menapaki udara dan ia melakukan salto berputar tangannya terulur dan meraih kotak dengan kristal jantung.
Ruve mendarat di tanah dan tangannya dengan gerakan cepat meraih belati di pinggang lalu menusuk kristal jantung itu dengan belati. Kristal itu retak dengan pancaran cahaya kehijauan keluar dari dalamnya.
Cahaya itu melesat ke arah Ruve. Golum melihat cahaya itu menyerang Ruve. "AHAHAHA KAU TIDAK AKAN LOLOS DARI RACUNKU! WALAU AKU MATI! AHAHAA..." dan setelah mengatakan itu monster lumut itu mati mengering.
Dan Ruve terjatuh tidak sadarkan diri. Tubuhnya menjadi kehijauan. "RUVE!" Elves mendekati dan membawa tubuh Rube dalam pelukannya.
Ia merasakan tubuh Ruve dingin, ia meraba nadi di tangan tidak ia temukan. Elves meraba nadi pada bagian leher. Ia mendapatkannya. Tapi lemah.
Elves menggendong Ruve ke tempat dimana awal mereka datang. Disana Gen mencari kunci pembuka portal dimensi "Ingat Gen!" Ia memukul kepalanya, frustasi.
"Cari sesuatu yang tak biasa" Gen menemukan dua sisir saling bersilangan, Gen menariknya,
ZLENK!
Portal dimensi terbuka, Gen mendorong Elves untuk masuk lebih dulu. Elves sampai di bawah. Ia mencari kudanya, dan menaikkan tubuh Ruve, lalu Elves naik duduk di belakang tubuh Ruve.
Elves memacu kudanya kencang, menuju teapot house, meminta pertolongan pada Agrabella.
Elves menggenggam tangan Ruve yang semakin dingin juga menghijau. "Sebentar lagi Ruve, Hyyaaahh!" Kembali Elves memacu kudanya.
Tbc.
__ADS_1