Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 92. Kedatangan Keluarga Elves ke Ceraz Viper


__ADS_3

Beberapa hari setelah Lotta dan Logan menikah. Ligan telah resmi menjadi Raja, dari kerajaan Elf. Penerus Mikail.


Dan Mikail dan Hera sudah siap untuk berangkat ke desa Ruve. Untuk menikahkah Elves dengan Ruve. Semua berjalan lancar.


"Selamat datang di desa Ceraz Viper, desa dalam desa" Yara mengucapkan jargon Desa Ceraz Viper. Ia menyambut kedatangan mantan Raja dan Ratu.


"Kau cocok sekali menjadi duta desaku" Ruve memberikan kedua jempolnya pada Yara.


"Ruveee apa kabar?" Yara melempar dirinya di pelukan Ruvera. 


"Kau tidak tahu ayahmu menyuruhku untuk menyambut tamu penting yang ternyata kau, eh bentar," Yara melihat arah segerombolan orang di belakang Ruve.


"Mereka Raja dan Ratu kan?" Bisik Yara. Ruve mengangguk. 


"Gila! Kenapa kau tak bilang!" Dengan canggung Yara mengangguk pada Ratu dan Raja.


"Kau harusnya memberi tahu aku! Aku akan dandan, ish, dasar si tua Tosai! Ia tak sekalipun menjelaskan siapa yang akan aku sambut!" Yara merapikan rambutnya.


Yara menunjukan jalan sekaligus menceritakan keindahan Ceraz Viper. Mikail dan Hera mengangguk melihat Yara yang antusias menjelaskan pada mereka.


"Lav orang tuamu sungguh tampan dan cantik, apa kau tak memiliki saudara lelaki lagi? Kalau ada kenalkan padaku" Lavender mengernyit ia berpikir.


"Kau tahu aku hanya berdua dengan kakakku saja, tapi Ibu apa kita masih memiliki saudara sepupu lelaki?"


"Ada, Samuel dan Jared, kenapa memangnya?" Wajah Yara berbinar. "Boleh saya berkenalan dengan mereka Ratu?" 


Yara mendekati Hera. Yara suka memanggil Hera dan Mikail dengan sebutan Ratu dan Raja, padahal Hera telah menyuruhnya untuk memanggilnya ibu, sama dengan yang lainnya. Yara menolak dengan alasan ia menyukai panggilan itu. 


"Bukannya kami tidak mau mengenalkan tapi mereka masih remaja" ucap Hera menghilangkan binaran diwajah Yara. Ia pun menyandar di tepi kereta kuda yang akan membawanya ke desa Ceraz Viper.

__ADS_1


"Kau cantik sayang, jangan risau jodohmu pasti akan datang sebentar lagi" ucap Hera yang tak enak.


"Iya tapi tak ada yang setampan makhluk Elf" ucap Yara tanpa sadar. "Tenang kau akan menemukan yang tampan hanya untuk dirimu saja" Hera tersenyum. Ia terkekeh melihat  binaran antusias di wajah Yara kembali.


"Benar Ratu, aku juga merasa jodohku sebentar lagi datang, jadi apa kalian memiliki kenalan lelaki lajang" tanyanya yang membuat Mikail ikut terkekeh bersama sang istri.


"Iya nanti aku carikan, mungkin saja teman-temanku memiliki anak lajang" ucap Mikail.


"Dan tampan" Yara menambahi.


"Iya, lajang dan tampan" Mikail terkekeh melihat wanita seusia Lavender begitu semangatnya.


"Aku menantikan kabar baik ya Raja" ucap Yara memastikan. Mikail mengangguk.


"Aku tak tahu kau ingin sekali mempunyai pasangan Yara" tanya Elves ikut menimpali obrolan mereka.


Ruve dan Lav hanya menggeleng tak mengerti lagi dengan kelakuan ceplas-ceplos sahabatnya itu.


"Elves kau punya teman? Kenalkan padaku jika ada" 


"Ada,"


"Siapa? Kenalkan!" Binaran mata Yara terlihat menggemaskan.


"Kau kenal, Hudson" ucap Elves.


"Ck! Kau ini! Kau tega sekali menyerahkan aku pada penjahat sepertinya" kesal Yara.


"Mangapa? Dia lelaki, dia tampan, juga lajang—"

__ADS_1


"Tak lucu! Ia memang tampan tapi lebih baik aku menikah dengan Raja Marzon saja ketimbang dengannya" ucap Yara asal.


"Raja Marzon juga lajang, tapi tak akan tertarik denganmu" ucap Elves.


"Kata siapa? Aku bisa meminta ramuan pada ibuku, agar membuat Raja Marzon suka padaku, dengan mencampur ramuan dengan teh buatan ibuku" Bangga Yara.


"Kau mengerikan!"


"Siapa itu Ruve? Dia tak mungkin dipilih oleh Raja Marzon! Ia tidak masuk standar menjadi seorang Ratu" suara terdengar, 


"Rooth! Kau kah itu?" Ruve tersenyum senang.


"Selamat atas pernikahan kalian Ruve." Ucap Rooth.


"Terima kasih Rooth"


"Suara jelek siapa itu Ruve?" Bisik Yara kesal pada Ruve. Kesal karena Rooth menilai dirinya rendah.


"Kau yang jelek, bermimpilah untuk bersanding dengan Raja Marzon! Kau jauh dari kata pantas, Wahai kau peri jelek!" Ejekan Rooth tajam.


Decihan dari Yara terdengar. Wanita itu melihat adanya Tosai dan Maddy berdiri menyambut kedatangan besan mereka di depan sebuah gubuk pintu gerbang Ceraz Viper.


"Kita sampai" Ucap Yara tidak lagi menanggapi ucapan Rooth. Kereta kuda mereka telah berhenti. Dan Yara turun lebih dahulu.


Ia mendekat pada Tosai dan Maddy. Sekali lagi berteriak lantang.


"SELAMAT DATANG DI DESA CERAZ VIPER" 


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2