Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 89. Kisah Lotta Logan


__ADS_3

Lotta pribadi yang periang juga menyenangkan. Terlihat anggun dan keibuan cocok sekali menjadi Ratu di kerajaan Elf.


Awalnya yang ia tahu, calon rajanya bernama Elves, tapi saat sudah berada ditempat namanya berubah menjadi Logan.


Logan? Nama itu membuatnya berdebar. Nama yang pernah menjadikan ia penggemar diam-diam.


Rasanya tidak mungkin Logan yang dimaksud adalah Logan yang sama. Walaupun begiti tetap saja mendengar nama yang sama membuat jantungnya berdebar.


Kembali ia melihat sang ayah yang masih bersungut, ia tak terima anaknya dipermainkan oleh keluarga kerajaan. Ia menepuk bahu sang ayah.


"Ayah, aku tak apa, kan memang tidak ada ketentuannya aku akan bersama Elves, aku hanya pendamping Raja, jadi siapapun Raja masa depannya aku akan mendampinginya" ucap Lotta.


"Maafkan Ayah ya, harusnya dulu Ayah memikirkan perasaanmu terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk ikut sayembara itu" ucapnya


"Dan mengapa harus anak pembunuh itu, Raja Mikail sudah gila rupanya menjadikannya Raja" lanjutnya dengan marah.


Lotta pun hanya diam, tak mengerti apa yang terjadi dengan calon Rajanya, siapa sebenarnya dia? Mengapa ayahnya begitu tidak suka. Mungkin ia akan tahu jika langsung bertanya pada Elves.


Dan disinilah ia, di depannya Elves telah melakukan sesuatu dengan cangkir di tangannya. Entah meramu. Atau apal, Lotta terus saja memperhatikan hingga Elves selesai.


"Kau masih lama? Kalau iya aku akan kembali lain waktu" Ternyata kesabaran Lotta hanya setipis tisu. Terdengar kekehan dari Elves.


Elves sengaja, ia ingin melihat seberapa gigihnya Lotta akan menunggu jawaban darinya, mengenai sang sepupu.

__ADS_1


"Jadi apa yang ingin kau ketahui?" Elves menatap wajah kesal di depannya dengan kekehan.


"Banyak! Mengapa ayahku menuduhnya pembunuh? Lalu bisa aku langsung saja bertemu dengannya? Dimana dia? Menunggumu sepertinya tidak akan terlalu memberikan banyak informasi. Aku akan langsung menanyakannya" ucap tegas Lotta.


"Ada apa kau mencariku?" suara berat itu terdengar dari belakang tubuh Lotta. Membuat wanita itu tegang. Siaal sebenarnya apa yang terjadi, tubuhnya menegang.


"Nah, ia sudah disini, jadi bisa kau ajak calon Ratumu itu keluar Logan, Ia sangat mengganggu" ucap Elves yang tersenyum miring melihat wajah Lotta yang memerah. Elves tak peduli, wanita itu marah atau malu.


"Elves kau!" Lotta menunjuk dirinya.


"Bagus! Ayo kita bicarakan ini, mari ikut aku" karena kesal dengan Elves, Lotta tanpa sadar menggandeng tangan Logan keluar dari tempat Gilberto.


Lotta terus keluar, bersungut dengan bibir terus merapal sumpah serapah pada Elves. Entah mengapa ia merasa Si pangeran menjebaknya.


Kalau seperti ini bagaimana Lotta bisa berpikir, ia terlalu syok, untuk bertatapan langsung saja ia malu.


"Sampai dimana kau akan membawaku, hum?" Suara berat itu lagi terdengar, menyentak Lotta.


"Ah maaf," matanya langsung bersimborok dengan mata berwarna hitam kelam. Lotta tak bisa melepas pandangan itu, ia semakin terbawa. Hingga tangan besar bergerak di depan wajahnya.


"Hei!"


"Mengapa ayahku membencimu?" Pertanyaan yang membuat garis kerut di dahi Logan mendalam.

__ADS_1


"Ia menyebutmu pembunuh?" Ucap Lotta lirih.


"Ah itu, ia hanya salah paham," ucapnya enteng dengan tampang tenang, padahal pertanyaannya sangat menyinggung. Lotta secara tidak langsung menuduhnya? Tapi wanita itu bukan menuduh hanya bertanya.


Jadi mengapa dibawa serius, semua orang berhak tahu tentang pasangannya, apalagi ini menyangkut masa depan dan hidup bersama hingga ajal kan?


"Tapi sekali tak suka maka akan tak suka, walau aku menjelaskan bagaimanapun untuk ayahmu, sekarang tinggal dirimu, mau tidak berdampingan denganku? Keputusan ada ditanganmu"


Logan mendekat, Lotta yang terkejut, menahan nafasnya. Matanya melebar mendapatkan serangan Logan pada bibirnya.


Tangan Logan, meraih pinggang dan tengkuk Lotta, tubuh mungil Lotta terangkat. Awalnya Lotta hanya diam. Terkejut. Tapi ******* hangat dan menuntut membuatnya ikut terbawa.


Lotta merangkul leher Logan, Logan yang merasakan respon Lotta ikut memperdalam ciumannya, ada senyum di bibir Logan dan membawa Lotta dalam rengkuhannya.


"Hhh … " de sah Lotta meraup udara. Paru-parunya butuh diisi. Logan menyatukan dahi mereka. Sejak awal ada ketertarikan didiri Logan pada Lotta.


Dan ia tak akan melepaskannya setelah ciuman panjang dan lama yang membuatnya terbuai.


"Bagaimana kalau pernikahan kita dipercepat?" Ucap Logan yang masih menyatukan dahi dengan dahi Lotta.


"Aku berjanji menjamin kebahagiaanmu, dan hanya kamu"


"Apakah kau Logan Loraine?"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2