Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 33. Buku Tebal Sampul Hitam Milik Gilberto


__ADS_3

Elves semalaman bergelut dengan buku milik Gilberto, dari buku itu ia tahu bagaimana perkembangan ramuan yang Gilberto kembangkan.


Elves membalik lembar demi lembar. Disana bukan hanya ada perkembangan mengenai ramuan juga tentang diary keseharian yang Gilberto lalui.


Ia merasa senang tinggal di Cahaya ilusi karena didesa ini banyak tumbuh tanaman obat-obatan. Jenisnya beragam. Dari yang bisa tumbuh di sekitar juga ada yang langkah.


Suatu hari ia dipanggil oleh kerajaan Elf. Disana ia harus menyembuhkan penyakit raja Elf. Penyakit langkah namun obatnya mudah didapatkan, Raja pun sembuh dan mengangkat Gilberto menjadi dokter kerajaan.


Awalnya ia tidak ingin menerima kerajaan yang mengangkat dirinya menjadi dokter kerajaan, ia masih ingin berpetualang mencari tanaman langkah atau menetap di cahaya ilusi.


Tapi saat Gilberto menemukan Elves yang menyendiri di tempat tinggalnya. Ia merasa Elves yang membuatnya betah. Ia seperti merasa Emma anaknya berada disampingnya.


Emma anak tunggal Gilberto, menetap di tempat suaminya. Kabar yang membuat Gilberto terpekur. Ia sering meninggalkan anaknya. Dan kadang lupa jika ia masih memiliki Emma. Ia lebih fokus pada tanaman obat dan penelitiannya.


Ia tak menyangka anaknya telah menikah. Itu juga alasan Gilberto memilih menjadi dokter kerajaan. Ia tak ingin larut dalam penelitian, dan Emma masih suka mengunjunginya.


Dan ia tak menyangka Elves anak yang selalu kelihatan ingin tahu dengan apa yang Gilberto kerjakan akhirnya tertarik dalam dunia pengobatan.


Anak itu awalnya sangat pendiam. Ia hanya melihat Gilberto namun semakin lama mereka menjadi akrab. Bertanya macam-macam, tidak bisa diam. Selalu membuat Gilberto terkadang pusing dengan berbagai pertanyaan yang Elves berikan.


Hingga Gilberto membuat ramuan baru, ia sudah mencobanya pada tikus dan kelinci, dengan hasil yang memuaskan. Ia juga mencoba pada monyet, itupun berhasil. Tapi Gilberto masih ragu, jika ia berikan ramuan itu pada tubuh Elf.


Ia tidak bisa sembarangan menguji pada tubuh Elf, dan merupakan hal yang ilegal di kerajaan itu.


Saat itu Elves telah remaja, ia tidak tahu, rumor dokter sebelum Gilberto mengatakan bahwa ia memiliki penyakit keturunan dari raja sebelumnya.

__ADS_1


Dan Elves bersedia menjadi objek percobaan dari ramuan baru milik Gilberto. Awalnya Gilberto sangat amat marah dengan ide gila Elves yang bersedia menjadi objek percobaan.


Elves bukan hanya Elf biasa ia seorang pangeran yang akan meneruskan tahta kerajaan Elves. Ia calon raja. Dan Gilberto belum segila itu untuk menggunakan Elves.


Tapi remaja itu, tidak menyerah, ia bahkan memohon agar menjadikan dirinya kelinci percobaan. Elves saat itu sudah membuang jauh angan menjadi Raja.


Sedari kecil banyak rakyat tidak setuju dengan dirinya menjadi penerus sang raja. Banyak kali percobaan pembunuhan dilancarkan musuh sang raja untuk membunuhnya.


Namun pengawasan dan pelindung Elves sangat kompeten. Banyak kasus penculikan berhasil digagalkan. Dan Elves menjadi lelah. Dan ditempat Gilberto adalah persembunyian yang paling aman.


Gilberto membuat pelindung di sekitar kediaman lelaki tua itu. Dan tidak ada lagi yang bisa dan berkesempatan menculik atau bahkan membunuh Elves. Itu mengapa raja tidak menentang kemauannya untuk belajar ilmu pengobatan dengan Gilberto.


Elves menyelinap ia menyuntikkan ramuan Gilberto pada tubuhnya diam-diam. Tak berapa lama tubuhnya melemas dan kejang-kejang. Ia meluruh dilantai.


Gilberto sangat terkejut. Melihat Elves yang tidak sadarkan diri dengan mulut yang mengeluatkan darah. Ia menyalahkan dirinya yang tidak hati-hati menyimpan ramuan barunya.


Gilberto menyalurkan energinya pada tubuh Elves. Dua hari Elves dalam keadaan kritis. Namun keesokan paginya. Elves tersadar, tubuhnya segar bugar seperti sebelumnya ia tak melewati masa kritis hanya tertidur lelap biasa.


Tentu Gilberto memeluk Elves dengan kencang dan erat. Ia mengomel panjang lebar. Namun ia mencoba memeriksa tubuh Elves, Gilberto mendapati tubuh pemuda itu sehat. Dari mulai detak jantung, tekanan darah semua normal. Gilberto selalu memantau perkembangan kesehatan Elves.


Tidak seharipun ia lupa mengontrol kesehatan Elves. Semua dicatat detail di buku bersampul hitam itu.


Hingga pada lembar belakang ia melihat keresahan Gilberto tentang para pemberontak yang ingin mencelakai Elves.


Gilberto mendapat pengancaman dari para pemberontak kerajaan. Karena dituduh membantu raja menyembunyikan Elves.

__ADS_1


Dahi Elves mengernyit saat membaca para pemberontak mengancam gurunya. Ia tidak tahu hal itu. Ia membalik lagi lembar selanjutnya.


Tentang ramuan itu. Para pemberontak mendengar hoax yang sama mengenai penyakit bawaan yang Elves derita itu mengapa banyak penduduk tidak setuju ia menjadi penerus raja.


Rumor bahwa Gilberto lah yang menyembuhkan penyakit bawaan Elves lah yang membuat Gilberto dikejar para pemberontak kerajaan.


Dan pemberontak itu mengejarnya kemanapun, bahkan pemberontak itu bisa menembus Cahaya Ilusi.


Dan saat Elves membuka halaman selanjutnya Ia tak lagi menemukan tulisan Gilberto disana. Ia membalik sisa lembar kertas pada buku itu cepat. Namun tetap sama. Kosong.


Tulisan terakhir Gilberto saat ia di tempat yang ia singgahi ini. Kamar Elves adalah kamar Gilberto saat ke Cahay Ilusi. Tempat terakhir Gilberto. Karena setelahnya Elves hanya mendapatkan kabar gurunya itu tewas. Dan Elves sendiri ikut diam-diam mengotopsi mayat sang guru dengan dugaan ini bukan tewas karena bencana atau kecelakaan melainkan dibunuh.


Dan melihat catatan dugaan Elves kemungkinan besar benar. Ia harus menemukan siapa pemberontak yang gurunya maksud.


Elves menutup buku tebal itu. Ia bangkit dari kursinya.


DAK!


Elves tak sengaja menjatuhkan buku tebal itu. Elves meraih buku di lantai.


Trak!


Sesuatu terjatuh. Sebuah buku kecil, terlepas dari bagian buku tebal itu. Bagian punggung buku. Elves memasangkan bagian buku yang terjatuh itu. Buku berukuran telapak tangan.


Elves mulai membukanya. Dan mata elangnya melebar disana ia menemukan sesuatu yang selama ini iya cari. Pengembangan ramuan yang telah sempurna.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2