Ruvera Dan Pangeran Elves

Ruvera Dan Pangeran Elves
Bab 77. Perang dengan Kelompok Pemberontak Haye


__ADS_3

Mereka bersiap menunggu datangnya serangan dari Haye. Namun Haye tak menyerang dengan terang-terangan mereka telah menyusupkan beberapa orang yang sudah siap menyerang.


Malam semakin larut, penjagaan yang ketat terlihat. Namun bayangan hitam berdiri di belakang mereka dan dengan cepat menggorok leher para penjaga.


Tak lama penjaga banyak bergelimpangan. Mereka membuka pintu gerbang sisi Utara. Dan kelompok Haye masuk. Suara sirine terdengar kencang. Membangjnkan mereka yang tertidur untuk bersiap.


"Ternyata mereka pengecut" ucap Araria yang setengah mengantuk bangun dari ranjangnya.


Kekamar mandi dan membasuh wajahnya cepat. Ia bisa melihat Ruve yang juga bergegas bersama dirinya. Mereka menuju arah tempat Elves sudah berada disana.


"Hyaah!" Elves memacu kudanya dengan panahnya ia bidik ketiga target dan busur bidikan Elves melesat cepat menembus kepala mereka satu per satu.


Kembali Elves memacu kudanya ia kembali mengambil tiga busur dan merapal sesuatu pada busurnya. Dan melesatkan cepat. Ke target, dan busur yang ini berbeda mereka menembus target dan bergerak mencari lagi target selanjutnya.


Sudut bibir Elves terangkat. Ini lebih efisien dan menakjubkan.


"Kembali! Pangeran kami diserang oleh Haye yang masuk melalui Portal, hhh … mereka melewati portal … ark!"


Telepati yang membuat Elves menarik kekang kudanya dan melesat ke kastil kerajaan Elf.


"Ruve, Araria kembali kekerajaan! Mereka masuk melalui portal cermin!"


Ruve dan Araria juga menarik tali kekangnya dan memacu kuda mereka cepat untuk kembali ke kerajaan Efl.


"Mereka bisa masuk? Kita telah melindungi kerajaan bukan? Dengan barier dari Yara." Ucap Ruve dengan telepati.


"Pedang Abadi bisa menembus apapun!"


"Sial Elves harusnya kau ceritakan mengenai pedang itu pada kami!" Ruve dan Araria sudah berada di kerajaan, prajurit elit Phoenix Way sudah berperang disana.


Ruve mengeluarkan busurnya. Yang meliuk bersama rantai yang ia miliki. Menargetkan satu orang dan akan menembus hingga beberapa musuh.

__ADS_1


Busur Ruve meluncur dan masuk ke tengah kepala targetnya. Ruve menarik busur yang terus mencari lawan.


"Hyaaah" dari samping Ruve mendapatkan serangan. Dengan cepat ia mengarahkan jarinya ke orang tersebut dan rantainya menembus jantung lawan.


Membiarkan rantainya meliuk dan mengikat musuhnya dan membanting, lalu menusuk langsung ke jantungnya.


"Aaayyyy" Ruve di kerumuni kelompok Haye, mereka siap menyerang Ruve bersama. Dengan tenang Ruve menyalurkan semua jemarinya.


Ruve menggerakan jari-jarinya. Ia membiarkan jarinya bekerja.


Dan mendatangi salah satu anggota Haye yang terikat dan degan belati ia menggorok leher anggota itu. Dengan wajah dingin tanpa ekspresi. Darah muncrat dengan tubuh kejang lalu luruh menggelepar di lantai.


Ruve berjalan santai, rantai-rantai di jemari Ruve seperti haus akan darah. Mereka akan mencari target lain jika merasa jika target mereka telah tewas.


Ruve membiarkan rantai-rantainya menggila. "Berpestalah kalian"


BRUK!


Ia mendongak dengan decakaan. Melihat siapa yang melawannya.


"Gen?" Gen tanpa ekspresi memainkan kedua pedangnya. Berjalan mendekat pada Ruve.


Dan menyerang Ruve dengan pedangnya gesit. Ruve menahan pedang Gen dengan belati miliknya.


Ia menarik semua rantainya dan menyerang Gen dengan rantainya. Lelaki itu menghindari serangan rantai Ruve.


Ruve melilit rantainya pada pedang Gen dan menariknya. Tapi dari tangannya Gen bisa memunculkan pedang baru. Ruve tentu terkejut.


Kembali Ruve menyerang Gen dengan rantainya. Gen menangkis semua rantai Ruve dengan pedangnya.


Dentingan pedang dengan rantai nyaring terdengar. Gen terus mengeluarkan semua kemampuannya dengan kedua pedangnya. Menangkis juga memutus rantai Ruve.

__ADS_1


"Argh!" Ruve menengok ke arah teriakkan, 


"Araria!" Ruve lengan ia melepaskan Gen dan membantu Araria yang terkena sabetan anggota Haye di lengannya.


Namun Gen tak melepaskan Ruve begitu saja, ia menghadang Ruve dengan kedua pedangnya. Kembali Gen menyerang Ruve.


"Dasar kau ular kadut!" Maki Ruve yang pipinya tersayat oleh ujung pedang Gen.


Ruve mungkin terlalu lengah dan meremehkan Gen. Ia terlalu berhati-hati agar tidak melukai sahabatnya ini. Namun kenyataannya yang saat ini ada di depannya bukan temannya.


Kemudian Ruve tak lagi pandang bulu, ia kembali menyerang Gen tanpa mengalah atau berbaik hati ia menyakinkan diri didepannya ini hanya raganya saja bukan temannya.


Ia tak membunuh Gen mungkin hanya membuat lelaki ini tak sadarkan diri.


Ia mengikat Gen hingga tak berkutik dengan gesit ia sudah berada di belakang Gen, ia memukul tengkuk Gen. Dan ia dengan mudah membuat Gen tak sadarkan diri.


Ia menyeret Gen dan menyembunyikan lelaki itu dipojokkan.


Kembali ia membantu Araria yang diserang sosok besar yang terlihat kuat. Ruve melancarkan tendangannya dan kakinya ditangkap sosok besar itu.


"Arh" sosok itu menarik Ruve hingga ia tergantung terbalik. Ruve memutar tubuhnya dan menendang kepala sosok besar itu dengan kakinya yang bebas.


Sosok itu melepaskan kaki Ruve, ia melompat lalu kembali menyerang kan tendangannya lagi pada perut gembul sosok itu. Sosok itu mundur beberapa langkah, Lalu ia berputar kembali menendangkan kakinya ke kepala dengan keras hingga sosok besar itu terpelanting dan jatuh terjerembab di lantai.


Serangan bertubi yang membuat nafas Ruve tersengal tapi ia menyungging senyumnya.


"Hegh!"


"RUVE!"


 Tbc.

__ADS_1


__ADS_2