
Ruve masih berada di kerajaan Elf, ia menunggu pernikahan Logan dan Lotta. Ia tidak lagi cemburu pada Lotta dan mereka sekarang bersahabat.
Lotta sosok anggun, namun sifatnya bertolak belakang. Ruve bahkan belajar memasak dengan Lotta. Dan untuk menjadi seorang guru Lotta begitu kejam.
Ruve lebih memilih Elves, walau juga kejam tapi ia tak sekejam Lotta. Ia bisa berjam-jam didapur hanya untuk memasak daging yang benar. Dan rasanya Rube ingin menangis kencang berlari pada Elves.
Saat bertemu Elves dan menceritakan semua nya Elves hanya tergelak. Memang sesama kejam. Mereka saling mendukung dengan alasan demi kebaikan perut keluarganya.
Mau tak mau Ruve hanya pasrah. Ia akan menjadi istri juga ibu jadi ia bertekad untuk mengurus keluarganya sendiri. Dan ia mendapatkan dukungan dari Elves.
Rencananya setelah pernikahan Lotta dan Logan digelar, ia dan Elves kembali ke desa Ceraz Viper. Elves akan melamarnya. Elves akan memboyong keluarganya dan akan melakukan pernikahan di dua tempat.
Gen dan Araria juga akan menyusul mereka. Sedangkan Yara masih betah di Ceraz Viper.
***
Pernikahan pun digelar Ruve sendiri menyaksikan bagaimana peliknya saat Logan melamar Lotta, Ayah Lotta menguji kesabaran Logan yang berbuah manis untuk Logan.
Terlihat sekali kebahagian keduannya, Ruve berdiri di sebelah Elves yang terus memandanginya, membuat wajah Ruve merona, ini pertama kalinya Ruve mengenakan gaun di depan Elves.
Dan lelaki itu seperti sengaja terus menggoda sang kekasih yang sangat menggemaskan itu.
"Jangan pandangi" Ruve memalingkan wajahnya yang semakin merah ditambah riasan merah di pipinya.
"Cantik" senyuman jahil terlihat dari bibir Elves. Ruve menyadari kejahilan Elves melirik kesal.
__ADS_1
Ruve mengambil kipas tangannya dan mengipasi wajahnya. Karena masih saja merona walau perasaannya kesal.
"Elves kau suka sekali menggodaku!" Kesalnya merajuk.
"Benar kau sangat cantik" ucapnya ia menarik rambut Ruve yang tergerai.
"Sering-sering ya, aku suka" bisiknya di telinga Ruve. Ruve yang merasa geli menjauh.
"Aku sering mengenakan gaun, dulu saat di Ceraz Viper, hanya saja aku baru memperlihatkannya padamu" ucap Ruve mengangkat gaunnya agar tidak Elves injak ujungnya.
"Awas" ia menepuk lengan Elves yang juga rapi dengan suit and tienya, sangat tampan. Ruve mengikuti Elves dan menatap lelaki itu lama.
"Terpesona heh?" Ruve memalingkan wajahnya. Ruve seperti maling yang ketahuan mencuri. Kenapa ia yang harus malu. Ruve berdecak.
Ruve menarik tangan yang memegang kipas dan menutupi wajahnya, sesekali mengipas, ia merasa pipinya panas.
"Oh ayolah Elves jangan menggodaku!" Kesal Ruve.
"Oh kalian love bird, ayo ikut berdansa, jangan hanya diam dipojokan" Lavender menarik tangan Ruve. Elves yang menggandeng Ruve jadi ikut tertarik.
Elves berhadapan Ruve. Ia menunduk hormat, Ruve membalas dengan menarik sisi-sisi gaunnya dengan kaki menyilang ke belakang, Elves mengulurkan tangannya. Ruve menyambut.
Elves menarik Ruve ke tengah ruang dansa, dan meletakkan tangan Ruve pada pundaknya, musik klasik yang terputar sungguh merdu dan para undangan terbawa dalam alunannya.
Kaki Ruve dan Elves bergerak seirama. Dengan mudah Elves mengangkat tubuh Ruve, memutar dan kembali ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Senyum tak bisa Ruve tahan, bibirnya melebar dengan sendirinya suasana lantai dansa semakin romantis. Namun seketika musik berubah menjadi cepat.
Ia menjauhkan dirinya dari Elves dan mulia mengikuti musik cepat yang menggema diruangan itu.
"Ayo Elves" Elves hanya diam saja saat melihat gerak tarian Ruve yang cukup aneh. Wanita derik itu mengajaknya ikut berdansa dengan musik cepat yang Elves tolak. Ia tidak bisa menari dengan musik cepat.
Elves menggelengkan kepala. Tapi Ruve menarik lengan Elves dan mau tak mau lelaki itu menggerakan tubuhnya.
"Yahoooo" pekiknya.
Gerakan dengan tarian yang juga sama anehnya dengan Ruve. Mereka berdua menggila di tengah lantai dansa.
Sorak sorai para undangan untuk mereka berdua, tak lama para undangan pun ikut bergabung dengan kegilaan yang mereka ciptakan.
Bahkan Lotta dan Logan ikut bergabung, sepasang pengantin itu membuat gerakan-gerakan tak kalah anehnya. Mereka menari semalam suntuk hingga kelelahan.
"Ah rasanya kakiku akan patah" ucap Elves membanting tubuhnya ke kursi besi, di taman kerajaan bersebelahan dengan Ruve yang memijat betisnya.
"Uhg … kakiku lecet," Ruve membuka pelan sepatunya, Elves ikut mengintip, ada bercak kemerahan di tumit Ruve.
Ruve membuka kedua sepatunya, Ruve melirik Elves yang mengintip, lalu mata keduannya bertatapan. Lama. Dan bibir keduanya mulai berkedut. Pecahlah tawa keduannya.
Deraian tawa masih terdengar dari keduanya, Elves satu tangan mendekap bahu Ruve yang bermantel miliknya, dan satu tangannya membawa sepatu hak tinggi milik Ruve.
Mereka kembali ke kamar. Malam yang menyenangkan.
__ADS_1
Tbc.