Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Byuuurr


__ADS_3

"Biarkan dia bebas, jangan takut diambil orang. Yang terbaik pasti tau cara menjaga hatinya."


Ry terus saja menagis hingga akhirnya dia tertidur sambil memeluk bantal guling.


Ceklek............. Ceklek


Pintu kamar di buka oleh Kevin, lalu Kevin berjalan masuk ke dalam kamar. Saat Kevin sudah berada di dalam kamar dia melihat ke arah tempat tidur. Dia melihat Ry yang sedang berbaring di atas tempat tidur sambil memeluk bantal guling.


Kevin berjalan mengendap-endap ke arah tempat tidur seperti maling, dia melakukan itu agar tidak membangunkan Ry yang sedang tertidur di atas tempat tidur. Kevin sudah berada di pinggir tempat tidur lalu dia duduk di pinggir tempat tidur.


"Kamu pasti sedih sekali maka sampai menagis hingga tertidur." Kevin melihat air mata membasahi wajah Ry, Kevin menghapus air mata yang berada di wajah Ry dengan menggunakan jari tangannya.


"Maafin aku, kamu tadi menangis pasti menangis gara-gara ucapan aku." Kevin merasa sedih melihat istri mulai dia cinta menangis, Kevin mengelus wajah Ry dengan menggunakan tangannya.


"Aku tahu tadi itu salah, tidak seharusnya aku membentak kamu.Hati aku sakit melihat bunda menangis di hadapan aku sehingga aku terbawa emosi lalu membentak kamu."


"Aku bingung harus percaya kamu atau bunda. Sedangkan ucapan kalian berdua bertolak belakang, membuat aku tidak tahu harus percaya pada siapa."


"Aku merasa bunda tidak bisa menerima kamu sebagai menantunya, itu di karenakan bunda lebih menyukai Asa di bandingkan kamu."


"Aku harap kamu bisa sabar menghadapi bunda, kamu tidak boleh berkata kasar kepada bunda bagaimana pun dia orang tua aku yang hanya tinggal satu-satunya." Kevin mengelus rambut yang berada di kepala Ry.


"Sejelek-jeleknya bunda itu tetap saja orang tua aku dan juga mertua kamu."


"Cup." Kevin menundukkan kepalanya lalu dia mendekatkan bibir nya ke arah kening Ry. Kevin mengecup kening Ry.


Setelah Kevin dan Jojo tidak ada di rumah, hanya tinggal bunda dah Ry di dalam rumah tersebut. Bunda membuka pintu kamar Kevin lalu bunda berjalan melewati pintu kamar. Bunda sudah berdiri di dalam kamar Kevin lalu dia melihat ke arah tempat tidur.


Bunda melihat Ry masih tertidur di atas tempat tidur dengan posisi kedua tangannya terlentang dan kedua kakinya terbuka, posisi kepala Ry berada di pinggir tempat tidur.


"Astagfirullah." Bunda melihat posisi tidur seperti sambil menggelengkan kepalanya. Bunda tidak habis pikir melihat Ry yang seorang perempuan tidur dengan posisi seperti itu bahkan kedua anak laki-laki tidur tidak seperti itu.

__ADS_1


"Dia itu laki-laki atau perempuan sih? kenapa bisa tidur dengan posisi seperti itu," bunda berguman.


"Bangun." Bunda berjalan ke arah tempat tidur, bunda sudah berdiri di pinggir tempat tidur sambil membangunkan Ry.


"Ini anak tidur seperti orang mati, di bangunin udah tiga kali gak bangun-bangun." Bunda sudah tiga kali membangunkan Ry tetapi Ry belum juga bangun-bangun sehingga bunda mengatakan bahwa Ry tidur seperti orang mati.


Bunda yang sudah tiga kali membangunkan Ry tetapi Ry sama sekali tidak bangun sehingga bunda memikirkan cara lain untuk membangunkan Ry. Akhirnya bunda memutuskan untuk berjalan keluar dari kamar Kevin.


Byuuurr.......... Byuuurr


"Air dari mana ini?" Wajah Ry yang basah karena di guyur oleh air satu gayung sehingga Ry membukak matanya.


"Bak mandi." Bunda yang berdiri di pinggir tempat tidur sambil memegang sebuah gayung yang sudah kosong.


"Tante." Ry yang mendengar suara bunda langsung bangun dari tidur, sekarang Ry sudah duduk di atas tempat tidur sambil menatap bunda.


"Bagus ya kamu dari tadi saya bangunin gak bangun-bangun. Kamu itu tidur kayak orang mati, sekarang cepat kamu bantu saya berjualan di warung." Bunda berbicara kepada Ry dengan berdecak pinggang.


"Kenapa kamu masih duduk di situ?"Bunda melihat Ry masih belum beranjak dari tempat tidur.


"Ini Ry turun dari tempat tidur." Ry berbicara sambil turun dari tempat tidur, setelah Ry turun dari tempat tidur Ry berdiri di depan tidur sambil melap wajahnya yang basah mengunakan ujung bajunya, Ry baru menyadari bahwa baju yang dia pakai terkena cipratan air yang tadi di siram oleh bunda ke wajah Ry.


"Kenapa malah berdiri di situ?" Bunda menatap Ry dengan tatapan tidak suka.


"Beli."


"Tante itu ada yang beli," kata Ry.


"Iya saya dengar, memangnya kamu pikir saya tuli." Bunda berbicara dengan ketus kepada Ry.


"Beli."

__ADS_1


"Mendingan tante ke sana dulu, entar Ry nyusul mau ganti baju dulu." Ry menyuruh bunda untuk pergi ke warung terlebih dahulu


"Tanpa kamu suruh saya juga mau kesana." Bunda berbicara sambil berjalan melengos.


Matahari mulai terbenam Ry sedang duduk di atas kursi sambil menunggu Kevin yang belum pulang dari kerja. Hingga terdengar suara adzan magrib Kevin masih juga belum pulang ke rumah, hal ini membuat Ry makin khawatir karena dari tadi siang Kevin juga tidak pulang untuk makan siang.


"Mbak Ry." Jojo sudah berada di teras rumah dengan memakai kain sarung, baju koko dan peci.


"Eh Jojo." Ry yang mendengar ada suara, orang yang menyapanya segera menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Mbak Ry sebaiknya masuk kedalam rumah ini sudah magrib." Jojo menyuruh Ry untuk masuk kedalam rumah karena sudah magrib, tidak baik seorang berada di luar rumah ketika waktu maghrib.


"Ry lagi nungguin mase." Ry enggan untuk masuk ke dalam rumah.


"Mending mbak Ry nungguin di ruangan tamu saja, sekarang mbak Ry masuk ke dalam rumah." Jojo memberikan saran kepada Ry untuk menunggu di ruangan tamu, Jojo menyuruh Ry untuk segera masuk ke dalam rumah.


"Iya ini Ry mau masuk, mendingan Jojo ke mesjid sana." Ry belum juga beranjak dari tempat duduk, Ry menyuruh Jojo untuk pergi ke mesjid.


"Aku gak akan pergi ke mesjid sebelum mbak Ry masuk ke dalam rumah." Jojo mengancam Ry bahwa dia tidak akan pergi ke mesjid sebelum Ry masuk ke dalam rumah.


"Iya nih Ry masuk ke dalam rumah." Ry berdiri dari tempat duduk lalu Ry berjalan sambil menghentakan kedua kaki melewati Jojo. Ry berjalan masuk kedalam rumah melewati pintu.


Jojo mengelengkan kepalanya sambil melihat Ry berjalan masuk ke dalam rumah. Setelah itu Jojo pu membalikkan badan lalu dia berjalan ke arah pinggir teras Jojo memakai sendal jepit lalu dia berjalan pergi ke mesjid.


Jam terus saja berputar sekarang waktu shalat magrib sudah lewat bahwa kan di mesjid sudah selesai melaksanakan shalat isya berjamaah tetapi Kevin juga belum pulang. Ry duduk di atas tikar yang berada di ruangan tamu sambil menunggu Kevin.


Tok........ Tok


Terdengar suara seorang mengetuk pintu rumah, Ry segera berdiri dari tempat duduk. Ry berjalan ke arah pintu sambil berharap bahwa yang datang Kevin.


...~Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2