Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Bulan Dan Mentary


__ADS_3

"Berhentilah menjadi orang yang selalu ada, untuk orang yang menjadikan kamu sesempatnya."


Saat mereka sedang mengobrol terdengar suara dua orang mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


"Masuk aja."


Tap....................... Tap


Tak........................ Tak


Dua langkah kaki yang berbeda berjalan melewati pintu rumah Lia. Mereka yang berada di ruangan tamu melihat ke pintu rumah.


"Papa mama." Mereka melihat papa dan mama yang berjalan masuk ke dalam rumah Lia.


"Ternyata adek dan nak Kevin di sini juga." Papa melihat ke arah sofa ruangan tamu Lia.



"Iya papa." Ry berdiri dari sofa lalu dia menghampiri mama dan papa. Ry menyalim punggung tangan mama dan papa secara bergantian.


"Eria berdiri dulu ya, om mau nyalim mbah lanang dan mbah wedok." Kevin hendak menyalim kedua mertuanya tetapi Eria masih duduk di atas pangkuannya, sehingga dia kesulitan berdiri dan menghampiri kedua mertuanya.


" Dak au ( tidak mau)." Eria menggelengkan kepalanya.


Lia dan Eril berdiri dari sofa lalu menghampiri mama dan papa, mereka melakukan hal yang sama seperti yang Ry lakukan yaitu menyalim mama papa. Papa dan Mama menghampiri Kevin yang duduk di sofa sambil memangku Eria di pahanya.


"Apa kabar nak Kevin?" Papa mengulurkan tangan ke arah Kevin.


"Baik, bagaimana kabar papa dan mama?" Kevin menyalim punggung tangan papa.


"Kami sehat." Mama mengulurkan tangan ke arah Kevin.


Setelah selesai makan malam papa mengajak mereka berkumpul di ruangan tamu. Semua anggota keluarga Ry sudah berada di ruangan tamu.


"Papa ada yang aku bicarakan." Kevin melihat ke arah papa.


"Nak Kevin mau bicara apa?" Papa melihat ke arah Kevin.


"Mulai hari senin besok aku sudah di pindah kan dinas kan ke Kalposek simpang tiga yang berada di kota P." Kevin memberitahukan kepada papa bahwa di pindah dinas kan ke kota P.


"Lalu bagaimana dengan adek?" tanya papa.


"Aku akan membawa Tary untuk tinggal di kota P bersama bunda dan adek laki-laki aku. Apakah papa memberikan izin aku membawak Tary ke kota P?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Tentu saja papa memberikan izin, karena setelah nak Kevin menikahi adek maka nak Kevin sudah menjadi suaminya. Seorang istri harus ikut kemanapun seorang suami pergi. Adek akan ikut kemanapun Nak Kevin pergi," jawab papa.


"Iya papa." Kevin merasa legah karena papa memberikan izin kepada Kevin untuk membawak Ry ke kota P.


"Papa dan Mama akan mengantarkan kalian." Papa memutuskan untuk mengantarkan Kevin dan Ry ke rumah orang tuan Kevin.


Malam Minggu......


Kevin dan Ry berpamitan kepada mbah Milah karena malam ini mereka harus menginap di rumah orang tua Ry. Besok mereka akan berangkat ke kota P di antar oleh kedua orang tua Ry.


"Vin, sampaikan salam mbah ama bunda dan Jojo," kata mbah Milah.


"Iya mbah." Kevin menyalim tangan mbah Milah.


"Vin, jadi suami yang bertanggung jawab, menyayangi dan mencintai embem. Jangan sekali-kali kamu menyakiti dia itu sama saja kamu menyakiti mbah," kata mbah Milah.


"Baiklah mbah," kata Kevin.


"Embem, jadilah istri yang nurut ama suami. Bukalah hati Embem untuk belajar mencintai Kevin. Tresno Jalan Seko Kulo (cinta datang karena terbiasa)." Mbah Milah menasehati Ry.


"Insyaallah Ry akan membuka hati buat mase Kevin, mbah doakan saja pernikahan kami akan berlanjut ke pernikahan resmi." Ry menyalim punggung tangan mbah Milah.


Kevin mengendarai motor milik Eril sedangkan Ry duduk di belakang Kevin dengan tas ransel yang berada di punggung. Kevin melajukan motor Eril di jalan komplek perumahan.


Tiiinn......... Tiiinn


"Kalian mau kemana?" Motor yang berada di belakang tersebut sekarang sudah berada di samping motor yang Kevin kendarai. Si pengendara motor tersebut membuka kaca helemnya.


"Eh ternyata kamu." Kevin melirik ke arah samping ternyata si pengendara motor tersebut ialah Arlan.


"Iya, kamu mau pergi kemana?" tanya Arlan.


"Kerumah Tary," jawab Kevin.


"Wah, berarti kita searah dong," kata Arlan.


"Emangnya kamu mau kemana?" tanya Kevin.


"Aku mau ngapel lah kan malam minggu." Arlan berbicara sambil tersenyum.


"Abang mau ngapel siapa?" Ry yang penasaran akhirnya bertanya kepada Arlan.


"Kamu nanya bertanya-tanya." Arlan berbicara mengikuti logat Dilan Kw.


"Heleh, gak cocok abang mau jadi Dilan kw." Ry menjulurkan lidahnya ke arah Arlan.


"Pasti kamu mau ngapelin Bulan." Kevin langsung menebak Arlan ngapelin Bulan.

__ADS_1


"Wah kamu tahu aja aku mau ngapelin bulan." Arlan terlihat senang saat Kevin menyebut nama Bulan.


"Kan kamu lagi dekat ama Bulan," kata Kevin.


"Apa kalian udah jadian?" tanya Ry.


"Eh, kasih tahu gak ya," jawab Arlan.


"Kalau gak mau kasih tahu, entar Ry tanya langsung aja ama Bubu," kata Ry.


"Aku duluan ya." Arlan membelokkan motornya ke arah rumah Bulan.


"Bubu." Ry melihat Bulan yang berdiri di teras rumahnya lalu Ry memanggil Bulan dan melambaikan tangan ke arah Bulan.


"Ryry, mampir dulu." Bulan memanggil Ry lalu dia menyuruh Ry untuk mampir ke rumahnya.


"Bubu ke rumah Ry." Ry menyuruh Bulan untuk datang ke rumahnya.


"Insyallah," kata Bulan.


Kevin membelokan motornya, motor yang Kevin kendarai sudah berada di halaman rumah orang tua Ry. Kevin memberhentikan motor nya lalu dia memikirkan motor tersebut. Ry turun dari motor tersebut dengan membawa tas ransel yang berada di punggungnya.


Ry berjalan ke arah rumah di susul oleh Kevin yang berjalan di belakang Ry. Kevin dan Ry sudah berada di depan pintu rumah, ketika Ry hendak mengetuk pintu rumah.


"Assalamu'alaikum." Bulan dan Arlan berjalan ke arah rumah orang tua Ry.


"Walaikumsalam," kata Kevin dan Ry serentak.


"Ryry." Bulan berlari ke arah Ry, setelah bulan berada di dekat Ry. Bulan menghamburkan pelukan dengan Ry


"Bubu." Ry membalas pelukan Bulan, karena malam ini akan jadi malam terakhir bagi Bulan dan Mentary karena besok Ry akan pergi meninggalkan kota D.


"Apa benar besok Ryry pergi ke kota P?" Bulan melepaskan pelukan lalu dia menatap wajah Ry.


"Iya, Ry akan kuliah di sana." Ry membalas tatap Bulan.


"Berarti Ryry udah meni___," kata Bulan.


"Ayo ikut Ry!" Ry menutup mulut Bulan lalu dia menarik Bulan untuk pergi menjauh dar Arlan.


Bulan dan Ry sudah berada jauh dari rumah Ry. Bulan mencoba melepaskan tangan Ry dari mulutnya.


"Ada apa Ryry ngajak aku kesini?" tangan Ry sudah terlepas dari mulut Bulan.


"Ry mau berbicara sesuatu kepada Bubu," jawab Ry.


"Pasti Ry mau ngomong kalau udah nikah ama cowok yang itukan,siapa nama cowok itu?" Bulan yang sudah mengetahui bahwa Ry sudah menikah.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2