Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Merahasiakan Pernikahan


__ADS_3

"Salah satu bentuk mencintai diri sendiri adalah tidur lebih cepat dan membiarkan tubuh istirahat lebih lama (Teruntuk abang Gibran Ry harap abang gak bergadang apalagi sampai gak tidur ingat kesehatan abang Gibran lebih penting)."


"Baiklah papa." Kevin mengangguk kepalanya, sebagai tanda dia mengerti dengan yang papa inginkan.


"Nak Kevin jangan sekali-sekali melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) kepada Mentary, kalau suatu hari nantik Mentary sudah tidak bisa nak Kevin didik sebagai seorang istri maka pulang saja dia kesini. Saya akan dengan senang hati menerima putri bungsu saya kbali kerumah ini. Nak Kevin harus sabar menghadapi putri bungsu saya umur masih muda, selain itu sifa yang manja, kekanak-kanakan, suka membuat masalah dan dia tidak bisa apa-apa." Papa berbicara dengan mata yang berkaca-kaca, sebenarnya papa sulit melepaskan putri bungsu dan kesayangan menikah dan akan hidup bersama Kevin. Papa yang tidak terlalu mengenal Kevin, tetapi untuk saat ini papa hanya bisa memberikan kepercayaan kepada Kevin untuk menjaga putri bungsu kesayangan nya.


"Insyaallah saya tidak akan melakukan KDRT kepada Tary. Kalau saya sudah gagal sebagai seorang suami untuk mendidik Tary maka saya akan memulangkan dia ke sini." Kevin berbicara dengan nada tegas dan berwibawa.


"Papa dan mase lagi ngomong apa kok kelihatannya serius?" Ry menghampiri mereka sambil membawa nampan yang berisi segelas kopi dan segelas teh. Ry meletakan nampan yang berisi dua buah gelas di atas meja.


"Urusan laki-laki adek," kata papa.


"Ini kopi buat papa dan teh buat mase." Ry meletakan segelas kopi di meja yang berada di hadapan papa dan segelas teh Ry letakan di meja yang ada di hadapan Kevin.


"Makasih adek, silahkan di minum tehnya nak Kevin." Papa menyuruh Kevin meminum teh yang Ry bawak.


"Mase tehnya manis kok kayak Ry." Ry melihat ke arah Kevin yang melihat ke arah gelas yang berisi teh di hadapan nya. Kevin merasa takut teh buatan Ry kayak waktu itu sehingga dia tidak terlihat ragu untuk meminumnya.


"Adek kasih gula kan teh buat nak Kevin?" Papa melihat ke arah Kevin dan Ry secara bergantian, papa yang paham dengan sikap Ry, dia yakin pasti Ry melakukan sesuatu terhadap Kevin.


"Iya papa, Kalau yang tadi pagi itu Ry sengaja buat teh tawar kan Mase minum tehnya sambil ngelihat Ry kan tehnya jadi manis." Ry duduk di sofa singel yang berada di samping Kevin.


"Mana bisa seperti itu adek." Papa menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri bungsu nya.


"Maafin ya Mase, tapi yang ini benar teh manis udah Ry kasih gula 2 sendok." Ry mencoba. menyakinkan Kevin bahwa teh yang dia buat kali ini manis.


"Glug glug." Kevin mengambil gelas berisi air teh tersebut lalu meminumnya.


"Gimana nak Kevin?" tanya Papa.


"Ini baru teh manis." Setelah meminumnya teh manis buatan Ry, Kevin memletakan gelas di atas meja.

__ADS_1


"Siapa dulu yang bikin Ry gitu." Ry yang memuji dirinya sendiri.


"Yang sabar ya nak Kevin menghadapi Mentary," kata papa.


"Insyaallah saya berusaha sabar papa," kata Kevin.


"Apa Ry boleh kuliah papa?" Ry melihat ke arah papa.


"Tentu saja boleh," jawab papa.


"Papa Ry mau kuliah di kota P, bagaimana?" tanya Ry.


"Kalau itu sebaiknya adek tanya ama nak Kevin karena dia sekarang sudah menjadi suami adek." Papa menyuruh Ry untuk bertanya kepada Kevin.


"Mase yang tampan, baik hati, rajin beribadah dan gemar menabung. Ry itu udah keterima jadi calon mahasiswi di universitas R di kota P. Apa boleh Ry kuliah di sana?" Ry menatap Kevin dengan tatapan penuh harapan dan dambaan.


"Boleh, tapi ada syarat Tary," jawab Kevin.


"Adek, jangan lompat kayak anak kecil." Papa y melihat tingkah putri bungsu yang terlibat seperti anak kecil merasa sedikit malu kepada Kevin.


"Opps, iya papa." Ry mendengar perkataan papa pun berhenti melompat seperti anak kecil lalu dia kembali duduk di sofa tersebut.


"Apa syaratnya nak Kevin?" tanya papa.


"Saya cuma minta Tary tidak melupakan kewajiban sebagai seorang istri, bagaimana?" tanya Kevin.


"Baiklah Mase Ry tidak akan melupakan kewajiban Ry sebagai seorang istri," kata Ry.


"Papa senang mendengarkan nya, malam ini kalian menginap di sinikan?" tanya papa.


"Tidak papa kasihan mbah Milah sendirian di rumah." Ry menolak untuk menginap di ruamh orang tuanya.

__ADS_1


"Nak Kevin menginap ya malam ini di sini." Papa membujuk Kevin menginap di rumahnya malam ini.


Kevin dan Ry sudah berada di dalam kamar Ry, Kevin duduk di atas tempat tidur sambil menyandarkan badan di dasbor tempat tidur. Sedangkan Ry sedang duduk di kursi sambil menghadapa ke arah Kevin.


Ry menceritakan kepada Kevin alasannya kabur dari rumah karena kedua orang tuanya tidak memperbolehkan Ry untuk kuliah di universitas R yang ada di kota P selain itu kedua orang tua Ry ingin menjodohkan Ry dengan anak sahabat nya.


"Kenapa kamu mau kuliah di Universitas R yang ada di kota P?" Kevin yang penasaran akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Ry.


"Ry mau meninggalkan kota ini," jawab Ry.


"Kenapa kamu mau meninggalkan kota ini? sedangkan keluarga kamu semua berada di sini," tanya Kevin.


"Ry mau move on, mencoba membuka lembaran baru di kota P," jawab Ry.


"Sebenarnya kamu mau move on dari siapa?" Sebenarnya Kevin sudah mengetahui kisah Ry di tinggal nikah dari mbah Milah tetapi Kevin ingin mendengarkan langsung dari Ry.


"Pacar Ry yang sudah menikah, dia tega menikah dengan orang lain saat status kami masih berpacaran." Wajah Ry berubah menjadi sedih saat menceritakan di tinggal nikah oleh sang kekasih


"Berarti dia itu bukan jodoh kamu," kata Kevin.


"Percuma pacaran dua tahun cuma jagain jodoh orang lain," kata Ry.


"Ya sudah tidak udah di bahas lagi, kita bahas tentang pernikahan kita aja." Kevin mengalihkan topik pembicaraan.


"Ry harap Mase Kevin mau merahasiakan pernikahan kita," kata Ry.


"Kenapa kamu mau pernikahan ini di rahasiakan?" Padahal Kevin berpikir bahwa Ry akan meminta secepatnya di nikahhi secara resmi oleh Kevin.


"Mase itu seorang polisi sudah pasti tidak pantas menikah dengan Ry yang baru lulus SMK, jadi biar Ry memantaskan diri untuk bisa menjadi pendamping Mase Kevin yang seorang polisi. Untuk sementara ini biarkan saja hanya keluarga kita saja yang tahu masalah pernikahan sirih kita, bagaimana pendapat Mase?" Ry menjelaskan kepada Kevin alasan merahasiakan pernikahan mereka.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2