Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kevin Dilema


__ADS_3

"Di peluk oleh luka, dikuatkan oleh rasa, dan pura-pura tertawa agar terlihat bahagia."


"Tidak ada mama cuma nanya aja, nak Kevin mana? mama mau bicara ama dia," tanya mama.


"Mase lagi keluar ada urusan mama," jawab Ry.


"Adek di sana harus pandai-pandai ngambil hati keluarga nak Kevin, selain itu adek harus nurut dengan suami. Ingat surga adek sekarang sudah berada di kaki nak Kevin." Mama menasehati Ry agar bisa menyenangkan hati keluarga Kevin, mama juga meminta Ry untuk menuruti Kevin.


"Iya mama," kata Ry.


"Kalau begitu mama nitip salam buat nak Kevin dan keluarga nya," kata mama.


"Insyallah ntar Ry sampaikan," kata Ry.


"Ya sudah kalau begitu." Mama mematikan panggil telepon nya.


Setelah panggil telpon dari orang tua Ry terputus. Ry merasakan haus lalu dia segera meletakan ponsel di atas tempat tidur. Ry berjalan keluar dari kamar, sesampainya Ry di dapur dia terkejut melihat Jojo yang sedang duduk di atas kursi sambil tangan di letakan diatas meja untuk menopang dagunya.


"Jojo." Ry memegang bahu Jojo.


"Eh, mbak Ry." Jojo yang tersadar dari lamunannya, dia menoleh ke arah sumber suara tersebut ternyata Ry sudah berdiri di samping Jojo.


"Jojo sedang apa?" Ry berjalan ke arah kulkas lalu Ry membuka pintu kulkas. Ry mengambil sebuah botol dari dalam kulkas tersebut.


"Aku lagi duduk-duduk aja mbak." Jojo yang terus saja menoleh ke arah Ry.


"Glug...... glug." Ry menutup kulkas tersebut, lalu Ry duduk di kursi yang berada di hadapan Jojo. Ry meminum air putih yang berada di dalam botol tersebut.


"Mbak haus?" Jojo melihat Ry meminum air di dalam botol tersebut hanya tersisa setengah botol saja."


"Iya, Jojo kenapa belum tidur?" Ry sudah menghabiskan air putih yang berada di botol tersebut hanya tinggal setengah.


"Aku belum ngatuk, kalau mbak Ry sendiri kenapa belum tidur?" tanya Jojo.


"Jojo kenapa belum ngatuk? sama Ry juga belum ngatuk Jojo," tanya Ry.

__ADS_1


"Mata Jojo belum mau merem, mbak Ry pasti lagi nunggu mas," jawab Jojo.


"Gak ah ngapain juga Ry nunggu dia." Ry menggelengkan kepala.


"Heleh mbak Ry gak usah bohongin perasaan mbak Ry kalau sebenarnya mbak Ry nungguin mas balik pulang ke rumah," jawab Jojo.


"Sok tahu kamu itu." Ry merasa bahwa Jojo itu sok tahu.


"Aku itu gak sok tahu, tapi aku bisa melihat dari wajah mbak Ry yang kelihatan sedang memikirkan mas," kata Jojo.


"Jojo tadi duduk sambil mikirin apa?" tanya Ry.


"Aku lagi gak mikir apa-apa mbak Ry." Jojo menggelengkan kepalanya.


"Masak sih Jojo?" Ry melihat ke arah Jojo dengan tatapan yang tidak percaya.


"Iya mbak Ry." Jojo menatap Ry dengan tatapan menyakinkan.


"Jojo sebaiknya cerita ama Ry, siapa tahu setelah Jojo menceritakan semuanya. Ry bisa membantu Jojo." Ry mencoba membujukan Jojo agar Jojo mau menceritakan masalah yang sedang dia pikiran.


Cerita nggak cerita nggak cerita nggak cerita


"Jojo kok diam aja," kata Ry.


"Kalau Jojo cerita, apa mbak Ry bisa membantu?" tanya Jojo.


"Insyallah kalau Ry bisa pasti Ry bantu." Ry menyakitkan Jojo bahwa kalau dia bisa maka dia akan berusaha membantu Jojo.


Sementara Kevin yang sudah berada di halaman rumahnya. Kevin melihat rumahnya yang tampak sepi dari luar. Kevin merasa bahwa orang yang berada di dalam rumah tersebut sudah tertidur.


Kevin turun dari motor lalu dia berjalan ke arah pintu rumahnya.


Tok............. Tok


"Assalamu'alaikum." Kevin sudah berdiri di depan pintu rumah sambil mengetuk pintu rumah.

__ADS_1


"Walaikumsalam." Seorang mengitip dari kca jendela rumahnya, setelah mengetahui bahwa Kevin yang mengetuk pintu rumah tersebut.


"Bukak pintu ini aku Kevin."Kevin sengaja menyebutkan namanya agar seorang yang menjawab salamnya segera mau membukakan pintu.


" Kamu dari mana saja Vin?"Seorang tersebut membuka pintu rumah lalu dia melihat ke arah Kevin.


"Aku ada tadi ada urusan bunda." Kevin menyalim punggung tangan bunda.


"Urusan kamu itu pasti berhubungan dengan Asa." Bunda langsung saja menyebut nama Asa, dia ingin melihat ekspresi wajahnya Kevin saat dia menyebutkan nama Asa.


Deg........... Deg


"Kok bunda bisa tahu sih?" Kevin bertanya kenapa bunda bisa mengetahui bahwa dia ada urusan bersama Asa


"Ini sudah malam sebaiknya kamu bawak masuk motor kamu." Bunda menyuruh Kevin untuk membawa masuk motornya.


"Baiklah bunda." Kevin berjalan ke arah motornya lalu dia mendorong motornya agar masuk kedalam ruangan tamu.


Setelah itu Kevin kembali menguci pintu rumahnya. Kevin sudah tidak menemukan keberadaan bunda di ruangan tamu tersebut. Kevin berjalan ke arah kamarnya, dia sudah berada di depan pintu kamarnya. Kevin membuka pintu kamar dengan pelan-pelan dia tidak mau sampai membangunkan Ry.


Pintu kamar Kevin terbuka dia melangkahkan kakinya dengan pelan-pelan ke dalam kamar tersebut. Kevin yang melihat kamarnya yang terlihatan sangat minimal sekali cahaya lampu. Sehingga Kevin menekan tombol skalar yang berada di dinding kamar Kevin.


Setelah skalar tombol tersebut Kevin tekan lalu lampu di kamar tersebut menyala. Kevin menutup kembali pintu kamar sambil mengunci pintu kamarnya. Kevin melihat ke arah tempat tidur yang sudah di kuasai oleh Ry seorang diri.


Kevin berjalan mendekat ke arah tempat tidurnya, Kevin yang sudah berdiri di samping tempat tidur lalu dia melepaskan baju yang dia kenakan lalu dia juga melepaskan celana jeans panjang yang dia pakai. Kevin hanya memakai celana boxer dan bertelanjang dada.


Kevin naik ke atas tempat tidur, lalu dia duduk di atas tempat tidur yang sama dengan Ry.Kevin memperhatikan wajah Ry yang tertidur, wajah Ry yang tertutup dengan beberapa helaian rambut.


Kevin mendekatkan tangannya ke arah Ry, Kevin berusaha menyingkirkan rambut yang berada di wajah Ry dengan menggunakan tangannya. Kevin melakukan hal itu dengan hati-hati dan pelan-pelan. Kevin tidak ingin dia tertangkap basah saat melakukan hal tersebut.


Setelah itu Kevin menarik selimut untuk menutupi badan Ry. Kevin yang melihat wajah Ry tampak damai saat tertidur merasa bersalah kepada Ry. Sikap Kevin yang berubah terhadap Ry itu karena sesuatu alasan yang sampai saat ini masih sulit untuk Kevin beritahu kepada Ry.


Kevin juga dalam dilema karena berada di antara dua wanita yaitu Asa dan Ry. Asa ialah cinta pertama Kevin, Kevin dan Asa juga saling mencintai mereka terhalang bersama itu karena beda keyakinan yang di anut oleh Kevin dan Asa.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2