Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Semua Milik Kevin


__ADS_3

"Malam ini mendung, dan rindu harus kembali ku tabung."


"Makanya sini duduk dulu." Kevin sudah berubah posisi menjadi duduk di atas tempat tidur, Kevin menepuk atas tempat tidur tersebut dengan tangan yang satu lagi agar Ry duduk di sebelahnya.


"Iya." Ry duduk di atas tempat tidur tersebut dengan posisi yang berhadapan dengan Kevin.


"Chubby mau tahu susu cap nona itu ada di mana?" Kevin tersenyum meseum ke arah Ry.


"Iya mase buruan kasih tahu Ry, biar Ry tahu." Ry yang tidak sabaran ingin mengetahui susu cap nona yang di maksud oleh Kevin.


"Itu susu cap nona nya." Kevin menujukan susu cap nona yang di maksud dengan mengerucutkan bibir nya.


"Itu yang mana sih." Ry masih belum tahu susu cap nona yang Kevin maksud.


"Ah nih anak kok belum tahu juga sih, itu." Kevin makin di buat gemas oleh Ry yang belum tahu juga susu cap nona yang di maksud Kevin. Kevin menujukan jarinya ke arah bagian dada Ry.


"Ckckck, dasar mesum." Ry memperhatikan jari Kevin yang menujuk ke arah dada, sehingga otak Ry mulai berkerja. Akhirnya Ry mengetahui susu cap nona yang Kevin maksud.


"Lah, kok aku di bilang mesum sih," kata Kevin.


"Dari tadi Ry mikir susu cap nona itu susu benar ternyata ini." Ry segera menyilangkan kedua tangannya untuk menutup susu cap nona yang di maksud.


"Itu kan juga susu benaran, malah langsung dari sumbernya."Kevin melihat Ry menyilang kedua tangan di dada.


"Ah, dasar mase piktor," kata Ry.


"Apa tuh piktor?" tanya Kevin.


"Pikiran kotor, sana bersihkan tuh pikiran pakai rinso," jawab Ry.

__ADS_1


"Masak cuma mau minum susu cap nona sudah di bilang piktor padahal kita ini sudah pasangan suami istri.Jadi kita bebas mau ngapain saja termasuk melakukan hal-hal yang lebih dari minum susu cap nona." Kevin mulai mendekati tubuh Ry.


"Mase mau ngapain?" Ry mulai merasa takut saat Kevin mulai mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Ry.


"Mau minum susu cap nona." Posisi Kevin sudah berada di dekat Ry, Kevin memegang kedua bahu Ry.


"Gak boleh." Ry berbicara dengan nada suara yang keras.


"Lah, tadi katanya aku boleh minum susu cap nona sekarang kok aku gak boleh minum susu cap nona, " kata Kevin.


"Kan tadi Ry gak tahu kalau susu cap nona yang mase maksud itu," kata Ry.


"Pokoknya aku gak mau tahu, omongan kamu yang pertama tadi aku pegang." Kevin yang masih kekeh dengan ucapan Ry yang pertama.


"Sudah lah mase susu cap nonanya di ganti saja susu yang lain biar Ry buat." Ry membujuk Kevin untuk mengganti susu cap nona dengan susu yang lain.


"Gak mau, aku cuma mau susu cap nona." Kevin masih dengan pendirian yang tidak mau di ganti dengan susu yang lain, karena Kevin sudah lama menginginkan susu cap nona milik Ry sehingga kali ini Kevin harus bisa mendapatkan susu cap nona milik Ry.


Kevin melumpat bibir Ry dengan rakus, Ry ikut membalas dengan ******* bibir Kevin sehingga terdengar suara bunyi kecapan dari mulut mereka. Kedua tangan Ry juga sudah berpindah tidak didada lagi melainkan Ry mengalungkan kedua tangan di leher Kevin.


Kevin semakin memperdalam ciuman nya sehingga mereka bertukar Slavia. Tangan Kevin yang berada di tengkuk kepala Ry sudah berpindah. Kevin tangan tidak mau diam mulai merayap ke bagian dada Ry. Kevin sudah mulai *******-***** kedua susu cap nona dengan kedua tangan nya.


Ry melepaskan tangannya yang di kalungkan ke leher Kevin. Ry mencoba menipis tangan Kevin yang sedang *******-***** kedua susu cap nonanya. Kevin melepaskan ciuman dari bibir Ry lalu Kevin menatap Ry dengan tatapan sayu.


Plak......... Plak


"Mase tangannya di kondisikan tuh." Ry memukul tangan Kevin yang masih berada di susu cap nona milik Ry.


"Aduh, di kondisikan bagaimana?" Kevin melepaskan tangannya yang berada di susu cap nona milik Ry, Kevin meringis kesakitan karena tangannya di pukul oleh Ry.

__ADS_1


"Tangan mase jangan *******-***** dada Ry sakit tahu," kata Ry.


"Mana yang sakit biar aku lihat. " Kevin membuka kancing baju piyama yang Ry pakai.


"Gak perlu." Ry memegang tangan Kevin yang sedang membuka kancing baju piyama.


"Kata sakit sini biar aku obati." Kevin menepis tangan Ry lalu dia melanjutkan membuka kancing baju Ry. Hingga semua kancing baju piyama Ry sudah terbuka.


"Gak mau." Ry segera memegang baju piyama yang kancing terbuka. Ry menutup baju piyama yang sudah terbuka tersebut.


Kevin dan Ry saling menarik baju piyama tersebut, Kevin menarik baju piyama yang Ry pakai akan terlepas dari tubuh Ry sedangkan Ry mempertahankan baju piyama tersebut untuk menutupi tubuhnya agar Kevin tidak melihat bagian dadanya.


Krek...... Krek


Baju piyama yang Ry pakai sobek secara tidak sengaja hal ini di karenakan oleh Kevin dan Ry salin menarik baju piyama tersebut. Mata Kevin membulat saat melihat baju piyama Ry robek. Kevin melihat perut Ry yang terlihat putih mulus dan terlihat rata.


"Ah, baju Ry robek jadinya. " Ry melihat ke arah bajunya yang robek.


"Harus tadi kamu biarkan saja baju piyama terbuka sehingga gak sobek kayak gini." Kevin berbicara tanpa rasa bersalah kepada Ry.


"Kalau Ry biarin baju piyama terbuka maka mase pasti bisa ngelihat bagian dada Ry. Ry kan malu kalau sampai mase melihat bagian dada Ry. "Ry menundukkan kepalanya karena merasa malu di hadapan Kevin.


"Apa kamu lupa bahwa aku ini suami kamu? Jadi aku memiliki hak atas semua yang berada pada dirimu."Kevin memegang dagu Ry, sehingga Ry menangkat wajahnya. Kevin membelai wajah Ry dengan lembut mengunakan tangannya.


"Ry ingat kalau mase itu suami Ry, mase juga berhak atas semua yang ada pada tubuh Ry." Ry menikmati tangan Kevin yang membelai wajahnya.


"Bibir ini, mata ini, hidung ini, pipi ini, kening ini, rambut ini, telinga ini , tangan ini dan semuanya milik aku." Kevin menyebutkan bagian tubuh Ry sambil mencium setiap bagian tubuh Ry.


"Semua ini milik mase." Ry sudah pasrah saat Kevin mencium semua bagian tubuh Ry.

__ADS_1


Kevin menepis tangan Ry dari dada, sehingga Kevin bisa melihat Susu cap nona yang terbungkus oleh kacamata berwarna hitam.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2