Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Laper


__ADS_3

"Menyesali nasib nasib tidak akan merubah keadaan terus lah berkarya dan berusahalah, yang bisa buat kita berubah."


"Tary," kata seorang itu.


"Loh kok, Mase ada di sini?" Ry membalikan badan lalu dia terkejut melihat orang yang telah memegang bahunya ternyata Kevin.


"Aku di suruh mama kesini," jawab Kevin.


"Maaf ya Ry jadi ngerepotin Mase." Ry menundukkan kepalanya merasa tidak enak terhadap Kevin, Ry tahu saat ini Kevin masih jam kerja.


"Kamu nyadar juga." Kevin sengaja berbicara dengan ketua kepada Ry karena dia melihat pandangan orang-orang melihat ke arah Dia dan Ry


"Mana uangnya Mase?" Ry meangkat wajah lalu dia mengulurkan tangan ke arah Kevin.


"Segini cukup kan?" Kevin mengeluarkan tiga lembar uang kertas berwarna merah dari dalam dompetnya, kemudian dia memberikan uang tersebut kepada Ry.


"Ini kebanyakan Mase, Ry cuma ambil segini aja ya." Ry hanya mengambil selembar uang kertas berwarna merah dari tangan Kevin.


"Ambil aja semuanya ini emang buat kamu." Kevin meletakkan dua lembar uang kertas berwarna merah di tangan Ry.


"Tapi Mase," kata Ry.


"Gak ada tapi-tapian ini perintah." Kevin berbicara dengan nada yang tegas kepada Ry.


"Baiklah Ry terima." Akhirnya Ry menerima uang pemberian Kevin.


"Kamu kenal ama pakpol yang tadi?" Za yang baru keluar dari ruangan Tu, dia melihat Ry sedang menerima uang dari pakpol yang memberhentikan motornya.


"Iya." Ry segera memasukkan uang tersebut ke dalam saku celananya.


"Emang apa hubungan kamu ama pakpol?" Za sesudah berdiri di samping Ry dengan perasaan penasaran.


Deg............ Deg


"Kita masih saudaraan, kamu udah dapat ijazahnya?" Ry mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Udah, Ry aku pulang ya soalnya ibu nyuruh aku pulang sekarang," jawab Za.


"Iya, Za hati-hati bawa motornya," kata Ry.


"Aku pergi dulu Ry dan pakpol." Za berpamitan setelah itu dia pergi.


"Itu nama kamu di panggil, aku tunggu di parkiran." Kevin yang mendengar nama Ry di panggil, memberitahu tahu Ry setelah itu dia berjalan pergi


Kevin berjalan melewati ruang kelas, sepanjang jalan orang-orang terus saja melihat ke arah Kevin sambil berbisik tentang Kevin. Kevin tidak mempedulikan tatapan orang-orang yang sedang membicarakan dia. Kevin terus saja berjalan ke arah parkiran motor, saat Kevin sudah sampai di parkiran motor.


Kevin duduk di atas motor polisi yang di bawanya. Kevin duduk di atas motor tersebut, dia mengeluarkan ponsel sambil melihat chat yang masuk, dia berharap ada chat dari Ada sangat kekasih tetapi Asa sama sekali tidak mengirim chat kepada Kevin. Hanya ada satu chat yang masuk dari Arlan.


πŸ’Œ"Vin jangan lama-lama ya."


πŸ’Œ"Y."

__ADS_1


πŸ’Œ"Kamu dimana sih?"


πŸ’Œ"Ada deh.


πŸ’Œ"Kamu lagi mojok ama cewek ya?"


πŸ’Œ"Gak."


πŸ’Œ"Terus kamu lagi ngapain sekarang?"


πŸ’Œ"Balas chat kamu."


πŸ’Œ"Kamu gak asik banget sih."


πŸ’Œ"Udah sana kerja."


"Hayo lagi chatan ama pacar ya?"Ry sudah berdiri di samping motor Kevin, sambil melihat Kecil yang lagi membalas chatan dari seorang.


"Gak, cepatan naik." Kevin memasukkan ponselnya ke dalam saku celana nya.


"Iya Mase." Ry duduk di belakang Kevin.


"Mau di antar kemana?" tanya Kevin.


"Apa boleh Ry kerumah mama?" tanya.


"Boleh." Kevin mengendarai motor ke arah rumah mama Ry.


"Ry itu siapa?"


"Pacarnya ya?"


"Pacarnya pakpol ya Ry?


Ry tidak menjawab pertanyaan orang-orang tersebut, Ry hanya tersenyum ke arah orang-orang tersebut.


Malam Harinya Kevin dan Ry menginap di rumah kedua orang tua Ry. Mereka hanya tinggal berdua di rumah ke dua orang tua Ry sebab kedua orang tua pergi ke desa untuk menemui nenek. Ry yang sedang berada di ruangan keluarga tiba-tiba saja perut Ry berbunyi.


Kruuukk......... Kruuuk


"Aduh lapar. " Cacing dalam perut Ry sudah berdemo meminta jatah makan malam.


"Kamu kenapa?" Kevin yang kebetulan melewati ruangan keluarga, melihat Ry sedang duduk di ruangan keluarga.


"Ry lapar," jawab Ry.


"Kamu belum makan?" Kevin segera berjongkok di hadapan Ry.


"Belum," jawab Ry.


"Kenapa kamu belum makan?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Gak ada lauk," jawab Ry.


"Emang kamu gak bisa masak?" tanya Kevin.


"Gak." Ry menggelengkan kepalanya.


"Ya udah kalau gitu, ayo kita cari makanan di luar!" Kevin mengajak Ry makan di luar.


"Iya, tapi jangan pakai motor polisi dong Mase," kata Ry.


"Terus pakai motor apa?" tanya Kevin.


"Motor aa Eril aja," jawab Ry.


"Maksud kamu?" Kevin bingung ama perkataan Ry.


"Kita pakai motor ninja yang warna biru saja, itu motor punya aa Eril yang di pinjamkan ke Ry." Ry menjelaskan kepada Kevin.


Kevin membelokan motor yang dia kendarai ke arah warung pecal lele yang berada di simpang jalan Sultan Sari Kasim. Kevin memarkirkan motornya di depan warung pecel lele tersebut. Ry segera turun dari motor tersebut, Kevin turun dari motor lalu dia berjalan masuk ke dalam warung pecel lele tersebut.


Ry mengikuti Kevin yang berada di depan, Kevin berjalan ke arah bangku kosong yang berada di pojok. Kevin duduk di bangku tersebut lalu Ry duduk di bangku yang berada di hadapan Kevin.


"Abang." Kevin memanggil pelayan warung pecel lele tersebut.


"Eh ada Mas Kevin, Mas Kevin ama pacarnya ya?" Si pelayan laki-laki itu segera berjalan ke arah Kevin, si pelayanan tersebut sudah berdiri di samping Kevin.


"Kamu mau makan apa?" Kevin bertanya kepada Ry.


"Ayam bagian paha dan teh es," jawab Ry.


"Kalau Mas Kevin kayak biasanya kan?" Si pelayanan laki-laki tersebut mencatat pesanan makan Ry.


"Iya, kamu mau nasi biasa atau nasi uduk?" tanya Kevin.


"Nasi uduk," jawab Ry.


"Apa ada lagi?" tanya si pelayan.


"Tidak," jawab Kevin.


"Kalau gitu saya buat dulu pesanan Mas Kevin." Si pelayan tersebut pergi meninggalkan Kevin dan Ry.


Sambil menunggu makanan mereka datang, Kevin dan Ry sibuk dengan ponsel mereka masing-masing tanpa memperdulikan satu sama lain. Kevin yang sedang membuka chat di ponselnya lagi tidak ada chat dari sang kekasih Ada. Kevin menoleh ke arah Ry yang sedang sibuk dengan ponselnya.



Kevin meletakan ponselnya di atas meja lalu dia melipat kedua tangannya di atas meja sambil melihat ke arah Ry. Ry yang menyadari dari tadi di lihat oleh Kevin pun menoleh ke arah Kevin sehingga mereka saling memandang satu sama lain.


Seorang yang baru masuk ke dalam warung pecel lele mencari bangku kosong lalu dia melihat ke seseorang laki-laki yang dia kenal sedang duduk di bangku tersebut sambil menatap ke arah seorang perempuan yang duduk di bangku yang berhadapan oleh si laki-laki tersebut.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2