Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Lingerie


__ADS_3

"Ry lupa ini sahur keberapa, Ry juga lupa kalo Ry bukan siapa-siapa kamu."


Malam harinya Ry sedang duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di dasbor tempat tidur. Ry sedang membaca buku untuk mata kuliah besok pagi.


Ceklek............ Ceklek


Pintu kamar terbuka mbah Milah berjalan masuk ke dalam kamar.


"Mbah Milah." Ry menoleh ke arah pintu kamar.


"Embem sedang apa?" Mbah Milah sudah berada di depan tempat tidur sambil membawak sebuah paper bag.


"Baca buku, ada apa mbah?" Ry menutup buku lalu Ry meletakkan buku di atas tempat tidur. Ry turun dari tempat tidur.


"Ini buat embem." Mbah Milah memberikan sebuah paper bag kepada Ry.


"Ini apa mbah Milah?" Ry melihat ke arah paper bag yang berada di tangan mbah Milah.


"Embem ambil dulu nih. " Mbah Milah menyuruh Ry mengambil paper bag yang berada di tangannya.


"Iya mbah Milah." Ry mengambil paper bag yang berada di tangan mbah Milah.


"Coba buka paper bagnya." Mbah menyuruh Ry membuka paper bag.


"Iya mbah." Ry membuka paper bag tersebut lalu Ry mengeluarkan isi paper bag tersebut, ternyata paper bag tersebut berisi lingerie



"Sekarang embem pakai," kata mbah Milah.


"Masak Ry pakai lingerie." Ry memegang lingerie tersebut dengan kedua ujung jarinya.


"Pokoknya embem harus pakai itu sekarang." Mbah Milah memaksa Ry untuk memakai lingerie tersebut.


"Ry gak mau pakai lingerie mbah Milah." Ry yang menggelengkan kepalanya.


"Kalau embem tidak mau pakai lingerie itu sini biar mbah bakar saja lingerienya." Mbah Milah mengambil lingerie tersebut dari tangan Ry dengan wajah kecewa.

__ADS_1


"Jangan mbah, biar Ry pakai lingerie." Mendengar ucapan mbah Milah, Ry segera mengambil lingerie tersebut dari tangan mbah Milah.


Wajah mbah Milah tampak sumringah melihat Ry sudah memakai lingerie pemberian nya.


"Nah begitukan embem terlihat seksi." Mbah Milah memperhatikan bagian tubuh Ry yang begitu terekspos saat memakai lingerie tersebut.


"Tapi Ry merasa gak nyaman pakai ini mbah Milah." Ry mencoba menutupi bagian dadanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya.


"Lama-kelaman nantik juga embem merasa nyaman memakainya," kata mbah Milah.


"Mbah boleh gak kalau Ry ganti dengan baju tidur yang tadi?" tanya Ry.


"Tidak boleh, pokoknya malam ini embem harus tidur pakai lingerie." Mbah Milah tidak memperbolehkan Ry menganti lingerie tersebut.


"Baiklah mbah, tapi cuma untuk malam ini saja Ry tidur pakai lingerie." Dengan terpaksa akhrinya Ry akan tidur dengan memakai lingerie.


"Iya." Setelah mengatakan itu mbah Milah berjalan pergi keluar dari kamar.


Saat mbah Milah berjalan keluar dari kamar Kevin, dia berpapasan dengan Kevin yang mau masak ke dalam kamar.


"Mbah belum tidur?" Kevin yang berdiri di hadapan mbah Milah.


"Aku tadi dari teras, ngapain dia nungguin aku mbah?" Kevin yang belum mengerti maksud ucapan mbah Milah.


"Sudah sana cepatan masuk." Mbah Mila berjalan melewati Kevin setelah itu mbah Milah berdiri di belakang Kevin. Mbah Milah mendorong tubuh Kevin sehingga tubuh Kevin terpelanting masuk ke dalam kamar, setelah itu mbah Milah segera menutup pintu kamar.


Ry segera naik ke atas tempat tidur lalu Ry membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur. Ry menarik selimut untuk menutupi tubuh nya sehingga yang terlihat hanya kepala nya saja. Kevin sudah berada di depan tempat tidur.


"Kamu kenapa nungguin aku?" Kevin melihat ke arah Ry.


"Ckckck, siapa juga juga yang nungguin mase?" Ry yang bertanya balik kepada Kevin.


"Lah, tadi kata mbah kamu nungguin aku," jawab Kevin.


"Heleh mana ada Ry nungguin mase." Ry membantah ucapan mase.


"Terus kenapa kamu belum tidur?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Ry belum ngatuk," jawab Ry.


"Tumben kamu pakai selimut sebelum tidur?" Kevin penasaran melihat Ry yang menutupi tubuhnya dengan mengunakan selimut, tidak seperti biasanya Ry menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


"Ry lagi pengen aja," jawab Ry.


"Memang kamu gak kepanasan pakai selimut dengan cuaca seperti ini?" tanya Kevin.


"Gak biasa aja," jawab Ry.


"Kalau begitu sebaiknya aku matikan kipas anginnya." Kevin berjalan ke arah kipas angin terpasang di dinding kamar tersebut.


"Mase jangan di matikan dong nantik panas." Ry meminta Kevin untuk tidak mematikan kipas angin tersebut.


Kevin yang sudah berdiri di depan kipas angin tersebut. Kevin tidak menghiraukan ucapan Ry lalu dia menarik tali yang ada di kipas angin tersebut sehingga kipas angin tersebut mati. Kevin yang sudah mematikan kipas angin tersebut menoleh ke arah Ry.


Lima menit kemudian tubuh Ry terasa panas karena berada di dalam selimut tersebut. Keringat dari kening Ry bercucuran, Kevin yang melihat hal tersebut menyunggingkan senyum yang mengejek kepada Ry.


"Ah gerah." Ry yang sudah tahan karena merasa gerah akhirnya menyibak selimutnya setelah itu Ry turun dari tempat tidur.


Mata Kevin membulat saat melihat Ry menyibak selimut nya. Kevin menelan air liur saat melihat Ry memakai pakaian kekurangan bahan serta memperlihatkan lekuk tubuh Ry. Ry berjalan ke arah kipasan angin tersebut, Ry sudah berada di depan kipas angin tersebut.


Ry berjinjit untuk mengapai tali pada kipas angin tersebut, tetapi tetapi saja Ry tidak bisa mengapai tali tersebut. Sedangkan Kevin yang masih berdiri di situ matanya tidak berkedip melihat tubuh Ry yang terekspos memakai pakaian tersebut.


"Ah, kenapa gak nyampai juga sih?"Ry melompat untuk bisa mengapai tali kipas tersebut.


" Maka nya tumbuh itu ke atas bukan ke samping." Kevin yang melihat bagian dada Ry yang bergoyang-goyang karena Ry melompat untuk bisa mencapai tali kipas angin tersebut.


"Bukanya di tolonggin malah ngatain Ry." Ry wajah berubah jadi kesal karena Kevin bukanya menolong dia malah ngatain Ry.


"Apa kamu sengaja memakai pakaian ini buat mengoda aku?" Kevin menarik tali kipas tersebut sehingga kipas tersebut menyala.


"Gak, Ry cuma di suruh ama mbah Milah memakai pakaian ini," jawab Ry.


"Ckckckck itu cuma alasan kamu, apa kamu menginginkan malam pertama?" Kevin memajukan langkah kakinya.


"Gak." Ry merasakan ketakutan saat Kevin menatapnya dengan wajah mesumnya. Ry mundur selangkah sambil menutup dada dan bagian bawahannya mengunakan kedua tangannya.

__ADS_1


Kevin terus saja berjalan maju selangkah untuk bisa mendekati Ry. Sementara Ry terus saja berjalan mundur selangkah hingga sekarang posisi Ry sudah begitu mempet di pinggir tempat tidur. Kevin yang melihat posisi Ry sudah mempet di pinggir tempat tidur tersebut tidak menyiakan-nyiakan kesempatan tersebut. Sehingga Kevin mendorong tubuh Ry sehingga tubuh Ry terjatuh di atas tempat tidur.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2