
"Notifikasi darimu memang candu, tapi cukup pilu jika harus mengingat satu centang abu-abu yang tak kunjung membiru."
Saat Ry sedang berjalan kaki menuju pulang ke rumah Kevin, Ry melihat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Ry melihat seorang bocil yang menyeberangi jalan begitu saja, dia tidak melihat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi mendekat ke arahnya.
"Awas." Ry berteriak sambil berlari ke arah si bocil tersebut, sesampainya Ry di dekat bocil tersebut Ry mendorong tubuh si bocil tersebut.
Asa yang terkejut saat melihat di kaca depan mobilnya seseorang berdiri di jalan sehingga dia menginjak rem.
Ciiitt.......... Ciiitt
Walaupun Asa sudah mengijak rem mobilnya tabrakan tersebut tidak bisa di hidarkan. Asa nabrak seorang sehingga menimbulkan bunyi.
Braaakk...... Braaakk
Setelah mendorong tubuh si bocil Ry tidak bisa menghindari mobil yang melaju di depannya sehingga tubuh Ry tertabrak oleh si pengendara mobil tersebut. Ry yang tertabrak oleh mobil tersebut menyebabkan tubuh Ry terjatuh di atas jalan aspal.
Bruuukk........ Bruuukk
Beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut segera berlari menghampiri korban tabrak tersebut. Mereka segera menolong Ry, dengan menggotong tubuh Ry secara bersamaan. Sedangkan mobil yang menabrak Ry tersebut sudah berhenti.
Seorang pria sudah berdiri di depan pintu mobil, lalu si pria tersebut mengetuk kaca jendela mobil.
"Buka kacanya." Si pria tersebut menyuruh Asa membuka kaca jendelanya.
Asa yang masih shock tidak berani membuka kaca jendela mobilnya.
"Buka kaca mobilnya atau mau saya pecahkan." Si pria tersebut terlihat kesal melihat Asa yang tidak ada respon untuk membuka kaca jendelanya sehingga si pria tersebut mengancam Asa. Kalau Asa tidak mau membuka kaca jendelanya maka dia akan memecahkan kaca jendelanya.
Dengan gemeteran Asa menurunkan kaca jendela mobilnya.
"Kamu menabrak orang, segera turun dari mobil." Si pria tersebut memberitahu Asa kalau dia sudah menabrak seorang lalu si pria tersebut menyuruh Asa turun dari mobil.
"Tidak itu tidak mungkin." Asa tidak mempercayai ucapan si pria tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu tidak percaya, lebih baik sekarang kamu turun dari mobil lalu kamu lihat sendiri orang yang sudah kamu tabrak." Si pria tersebut menyuruh Asa turun dari mobil untuk melihat orang yang telah dia tabrak.
__ADS_1
Asa masih duduk di bangku pengemudi mobil sambil memikirkan ucapan si pria tersebut.
"Kalau kamu juga belum mau turun, saya akan laporkan kamu dengan polisi." Si pria tersebut mengancam Asa setelah itu dia mengeluarkan ponsel dari saku celana. Si pria tersebut sudah menekan tombol ponsel untuk menghubungi nomor polisi.
"Jangan pak, saya akan turun." Asa yang mendengar ancaman si pria tersebut makin ketakutan bahwa wajah Asa menjadi pucat pasi. Asa segera membuka pintu mobilnya lalu dia turun dari mobilnya.
"Ayo ikut saya!" Si pria tersebut mengajak Asa untuk mengikuti dirinya.
"Baiklah pak." Asa mengambil tasnya lalu dia menutup kaca mobilnya. Dia menutup pintu mobilnya sambil menekan tombol menguci mobilnya.
Asa dan Si pria tersebut sudah berada di depan teras rumah seorang warga.
"Mana korban tabrakan?" tanya si pria.
"Ini dia." Seorang wanita yang pahanya sedang memangku kepala Ry. Si wanita tersebut mengoleskan minyak kayak putih di hidung si perempuan tersebut
"Apa boleh saya lihat?" Asa yang melihat wajah Ry yang tampak tidak asing seperti pernah bertemu, Asa memperhatikan keadaan Ry yang masih berbaring di lantai teras rumah.
"Dia siapa?" Tanya si wanita tersebut.
"Kalau begitu silahkan kamu lihat, orang yang sudah kamu buat seperti ini." Si wanita memberikan izin Asa untuk melihat Ry yang di tabrak oleh Asa.
Asa yang berada di samping si wanita tersebut lalu Asa memeriksa tubuh Ry.
"Bagaimana keadaan dia?" Si pria yang sudah berdiri di hadapan mereka.
"Cuma pingsan sebentar lagi sadar," jawab Asa.
"Bagaimana kamu bisa tahu itu?" Si wanita penasaran sehingga bertanya kepada Asa.
"Aku seorang dokter, lihat ini." Asa memberitahukan bahwa dia seorang dokter kepada mereka lalu dia menujukan tanda pengenalannya kepada mereka.
"Wah."
"Ternyata, dia seorang dokter."
__ADS_1
"Walaupun dia seorang dokter tidak seharusnya dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di jalan," kata si pria.
"Apa ada yang sakit?" Asa melihat Ry membuka kedua matanya secara berlahan-lahan.
"Aku ada di mana?" Ry yang matanya sudah terbuka melihat ke arah sekeliling tempat tersebut, Ry merasa asing dengan tempat tersebut.
"Kamu berada di teras rumah ibuk, apa kamu sudah sadar?" tanya si wanita.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan aku?" Ry berusaha untuk bangun dari posisi tidurnya tetapi dia mengalami kesulitan.
"Biar aku bantu." Asa yang melihat Ry mengalami kesulitan untuk bangun dari tidur maka segera iya membantu Ry untuk bisa duduk di atas lantai teras rumah tersebut.
"Terimakasih." Akhirnya Ry sudah merubah posisi yaitu duduk di lantai yang ada di teras rumah tersebut.
"Kamu tidak perlu berterimakasih karena ini semua sudah menjadi tugas aku. Aku minta maaf sudah menabrak kamu." Asa menatap Ry dengan tatapan bersalah karena sudah menabrak Ry.
"Apa kalian melihat si bocil?" Ry melihat sekeliling arah untuk mencari keberadaan bocil.
"Si bocil mana?" tanya si wanita.
"Sebenarnya kamu itu tadi mau menabrak si bocil yang mau menyeberangi jalan, aku yang melihat itu buru-buru menghampiri si bocil lalu aku mendorong si bocil. Aku malah gak bisa menghindari mobil kamu yang melesat kencang kencang ke arah aku sehingga aku yang jadinya ketabrak." Ry menceritakan semua kejadian kepada orang-orang yang berada di tempat tersebut.
"Hiks hiks hiks hiks kak. "Si bocil berlari ke arah Ry yang sedang terduduk di lantai teras rumah. Si bocil yang sudah tiba di hadapan Ry lalu dia memeluk tubuh Ry sambil menangis tersedu-sedu.
"Cup cup cup, jangan nangis aku gak apa kok." Ry menenangkan si bocil tersebut agar berhenti menangis.
Ry memutuskan untuk menyelesaikan masalah itu secara baik-baik tanpa membawa ke kantor polisi, Asa juga sudah meminta maaf, memberikan pengobatan kepada Ry dan Asa juga memberikan uang kepada Ry walaupun sudah Ry tolak dia tetap memaksa sehingga akhirnya Ry pun menerima uang tersebut. Asa yang merasa masalah sudah selesai dengan Ry maka dia berpamitan kepada mereka semua.
Setelah kepergian Asa mereka semua mulai kembali ke rumah masing-masing.
"Apa kak bisa pulang sendiri?" tanya bocil.
"Bisa, ini uang buat kamu." Ry memberikan semua uang di berikan Asa kepada bocil tersebut.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1