
"Tetap mencintaimu, meskipun ributnya tujuh kali dalam seminggu."
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam." Ry membuka pintu rumah, Ry melihat ke arah orang yang berada di depan pintu rumah.
"Kenapa wajah mbak Ry di tekuk kayak gitu?" Jojo yang berdiri di depan pintu melihat ke arah wajah Ry yang di tekuk tampak seperti kecewa.
"Tadi Ry kira mase ternyata Jojo." Muka Ry berubah menjadi masam sambil melihat ke arah Kevin.
"Jadi mas belum pulang mbak?" tanya Jojo.
"Belum," jawab Ry.
Sehari pun berlalu tanpa kehadiran Kevin, Kevin sama sekali tidak pulang kerumah bahkan nomor ponselnya berada di luar jangkauan saat Ry menghubungi. Sehari saja Ry tidak melihat Kevin serasa satu bulan, Ry begitu merindukan Kevin bahkan dia tidak bisa memejamkan matanya karena terus saja memikirkan Kevin.
Sehingga akhirnya menjelang subuh baru mata Ry terpejam karena kantuk.Baru saja beberapa menit Ry tertidur sudah terdengar suara bunda membangunkan Ry.
"Bangun."
"Kamu mau bangun atau mau saya siram pakai air satu ember?"Bunda sudah berdiri di pinggir tempat tidur sambil berdecak pinggang.
"Ry udah bangun."Ry yang mendengar suara bunda mulai membuka kedua matanya walaupun matanya serasa berat saat di buka, akhirnya Ry berhasil membuka kedua matanya.
"Cepatan sana kamu cuci muka, setelah itu kamu kerjakan semua pekerjaan rumah."Setelah bunda memberikan perintah kepada Ry, dia berjalan meninggalkan kamar.
"Iya tante." Ry melihat bunda sudah pergi meninggalkan kamar, Ry masih merasakan kantuk lalu matanya tertutup kembali sehingga dia melanjutkan tidurnya lagi.
Lima menit kemudian bunda menunggu Ry di dapur, tetapi Ry belum juga datang menampakan batang hidungnya.
"Jojo." Bunda melihat Jojo baru keluar dari pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Iya, ada apa bun?" Jojo berdiri di depan pintu kamar mandi lalu dia menoleh ke arah bunda yang berada di depan kompor.
"Tolong jojo lihat dia," jawab bunda.
"Dia siapa bun?" tanya Jojo.
"Itu istri sirih mas mu," jawab bunda.
"Iya nantik jojo lihat mbak Ry." Setelah mengatakan itu Jojo berjalan pergi.
Jojo sudah berada di dapur dengan menggunakan seragam sekolahnya.
"Bun mbak Ry masih tidur." Jojo mendudukkan pantatnya di atas kursi yang berada di depan meja makan.
"Kenapa tidak kamu bangunin?" tanya bunda.
"Bunda gak menyuruh aku bangunin mbak Ry, cuma nyuruh aku ngeliatin dia aja tadi," jawab Jojo.
Bunda sudah berdiri di depan pintu kamar melihat Ry masih tertidur di atas tempat tidur. Bunda membalikkan badan sambil berjalan pergi melewati pintu kamar.
"Bunda bawak gayung untuk apa?" Jojo melihat bunda berjalan keluar dari kamar mandi sambil membawa gayung.
"Membangunkan dia." Bunda terus saja berjalan tanpa membalikkan badan.
"Aku harus ke sana." Jojo buru-buru berdiri dari tempat duduk nya, lalu dia berjalan dengan tergesa-gesa agar bisa segera sampai di kamar Kevin.
Bunda sudah berdiri di samping tempat tidur sambil memegang gayung yang berisi air. Bunda hendak menyirami wajah Ry dengan air yang berada di dalam gayung.
"Bunda jangan." Jojo sudah berdiri di samping bunda, dia melarang bunda untuk menyirami wajah Ry.
"Bunda mau bangunin dia." Bunda tidak jadi menyiami Ry dengan air yang berada dalam gayung tersebut.
__ADS_1
"Biar aku saja membangunkan mbak Ry." Jojo mengambil gayung dari tangan bunda lalu Jojo masukan tangan ke dalam gayung setelah itu Jojo menyipratkan air ke wajah Ry.
Waktu terasa begitu lambat bagi Ry apalagi di tambah dengan Kevin yang sudah tidak pulang selama satu bulan, bahkan Ry sudah bertanya kepada Jojo dan bunda tentang keberadaan Kevin mereka menjawab tidak tahu. Ry nekat datang ketempat kerja Kevin untuk mencari tahu keberadaan Kevin. Ry bertanya dengan seorang pakpol yang biasa bertugas dengan Kevin, lagi-lagi Ry mendapatkan jawaban yang sama yaitu tidak tahu.
Ry sama sekali tidak percaya dengan jawaban Jojo, bunda dan seorang pakpol yang sering bertugas dengan Kevin, mereka mengatakan tidak tahu tentang keberadaan Kevin. Ry yakin mereka pasti tahu tentang keberadaan Kevin hanya saja mereka sedang menyembunyikan tentang keberadaan Kevin dari Ry.
Setiap hari Ry di perlakuan seperti babu di rumah itu, Ry cuma di kasih makan, minum dan tempat tinggal disitu. Sedang uang saku Ry sama sekali tidak dikasih, untung saja setiap bulan papa selalu mengirim uang saku buat Ry. Selain itu mbak Fina dan abang Eril juga mengirim uang saku setiap bulannya kepada Ry. Sehingga setiap bulannya Ry selalu mendapatkan kiriman uang saku dari tiga orang tersebut.
Hari ini, hari terakhir ujian di kampus. Mulai besok hingga sebulan kemudian seluruh mahasiswa sudah libur. Mendengar kabar tersebut Ry bergegas pulang kerumah Kevin, Ry segera memesan bang ojol agar lebih cepat sampai di rumah.
Ry sudah berada di dalam kamar sambil memasukkan laptop serta barang penting ke dalam tas ranselnya. Setelah itu Ry keluar dari kamar hanya dengan membawa tas ransel yang berada di punggungnya.
"Kamu mau kemana?" Bunda yang sedang berjalan mendekat ke arah kamar Kevin. Melihat Ry keluar dari kamar dengan membawa tas ransel.
"Tante, apa Ry boleh pulang kerumah mama ?" Ry berdiri di depan pintu kamar sambil melihat ke arah bunda.
"Sangat boleh, sekalian saja kamu jangan pernah injakan kaki kerumah ini lagi." Bunda yang sudah berdiri di hadapan Ry, bunda mengusir Ry untuk pergi rumahnya dan dia melarang Ry untuk datang kembali ke rumahnya.
"Baiklah kalau itu yang Anda mau Ry bersumpah tidak akan pernah menginjakan kaki kerumah ini lagi. " Ry yang mendengar dirinya di usir secara langsung oleh bunda pun merasa geram sehingga dia pun bersumpah tidak mau kembali kerumah itu lagi. Ry berjalan melongos melewati bunda begitu saja.
"Tunggu." Setelah mengatakan itu bunda berjalan masuk ke dalam kamar Kevin.
Sementara Ry tidak memperdulikan ucapan bunda Ry terus berjalan ke arah ruangan keluarga. Ry sudah berada di teras rumah, Ry mau berjalan ke arah pinggir teras.
"Hei tunggu." Bunda sudah berada di depan pintu rumah sambil menyeret koper berukuran besar.
"Nih sekalian kamu bawa." Bunda melemparkan koper tersebut ke arah Ry.
Malam harinya mobil travel yang Ry naiki sudah berhenti di depan rumah Ry. Ry membuka pintu mobil travel tersebut lalu Ry turun dari mobil tersebut hanya membawa tas ransel. Ry berjalan ke arah rumah yang sudah dia tinggalkan selama beberapa bulan.
Ry sudah berdiri di depan pintu rumah tersebut, Ry mengetuk pintu rumah sambil mengucapkan salam tetapi tidak yang menjawab salamnya. Ry duduk di kursi yang berada di teras rumahnya sambil menunggu mama dan papanya pulang.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...