Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Om Ganteng


__ADS_3

"Sesederhana ini ternyata merasa bahagia, hanya dengan mendengar suaranya saja cukup membuatku tersenyum lega, seakan tiada masalah untuk sementara."


Dengan terpaksa akhirnya Ry membuka lemari pakaian. Ry melihat ke arah lemari pakaian mencari semvak milik Kevin. Setelah Ry melihat semvak milik Kevin, Ry mengambil semvak milik Kevin dari dalam lemari pakaian.


"Nih semvak Mase." Ry memberikan semvak berwarna hijau ke arah Kevin.


"Lah kok warna hijau." Kevin yang melihat semvak yang berada di tangan Ry itu berwarna hijau.


"Biar jadi kolor hijau." Ry meletakkan semvak berwarna hijau tersebut di tangan Kevin, setelah itu Ry berjalan keluar dari kamar. Ry tidak mau melihat Kevin memakai pakaian.


Setelah kepergian Ry dari dalam kamar Kevin tersebut sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri sirih nya yang semakin hari semakin mengemaskan. Kevin melihat semvak berwarna hijau yang berada di tangannya. Kevin memutuskan memakai semvak tersebut karena pilihan istri sirih nya.


Kevin sudah berdiri di depan cermin melihat penampilannya. Kevin mengoleskan minyak rambut pada rambutnya lalu Kevin menyisir rambutnya mengunakan sisir. Kevin menatap dirinya di depan cermin, dia merasa penampilan sudah rapi dan tampan.


"Udah ganteng dari sono Mase." Ry membuka pintu kamar lalu dia berjalan masuk ke dalam kamar. Ry melihat Kevin yang diri di depan cermin.


"Eh, kamu." Kevin menoleh ke arah Ry yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Hahahaha, Ry baru tahu kalau Mase suka dandan juga kaya cewek aja." Ry menertawakan Kevin yang masih berdiri di depan cermin.


"Aku gak berdandan cuma lagi ngaca aja. Aku gak pernah ngeliat kamu berdandan, kenapa?" tanya Kevin.


"Hahaha, Ry kan tomboy mana suka berdandan. Mase mau kemana udah ganteng?" Ry terpesona melihat penampilan Kevin malam ini terlihat lebih ganteng dari biasanya.


"Tadikan aku udah bilang mau ngajak kamu pergi, kamu gak mau dandan dulu?" tanya Kevin.


"Gak ah, Ry kan emang udah jelek dari oroknya," jawab Ry.


"Kamu itu cantik." Kevin menundukkan wajahnya mendekati ke arah Ry, sehingga deruan nafas Kevin terasa oleh Ry.


"Ah apa?" Ry terkejut mendengar perkataan Kevin sampai mulut Ry terbuka karena tidak percaya Kevin mengatakan bahwa Ry cantik.


"Tuh mulut di tutup entar masuk lalat." Kevin menatap wajah Ry dengan sangat lekat.


Deg................ Deg


Jantung Ry berdetak kencang saat Kevin menatapnya dengan lekat wajah Ry. Ry mencium aroma mint dari nafas Kevin. Ry yang melihat wajah Kevin semakin mendekat ke arah nya. Ry segera menutup mulutnya dengan mengunakan telapakan.


Setelah itu Kevin mengangkat wajahnya sehingga menjauh dari wajah Ry.


"Ayo kita pergi!" Kevin mengajak Ry pergi.


"Tunggu sebentar." Ry mengambil ponsel yang berada di atas tempat tidur.

__ADS_1


Setelah itu Kevin dan Ry berjalan bersama ke arah ruangan keluarga.


"Kalian mau pergi kemana?" Mbah Milah melihat Kevin dan Ry berjalan bersamaan mendekat ke arah dirinya.


"Mbah kita keluar dulu." Kevin menyalim punggung tangan Mbah Milah.


"Apa kalian mau pergi kencan?" Mbah Milah melihat ke arah Kevin.


"Mbah kita pergi dulu." Kevin berpamitan kepada mbah Milah, setelah itu Kevin berjalan meninggalkan ruangan keluarga.


"Ry pergi dulu ya mbah." Ry menyalim punggung tangan mbah Milah.


"Iya hati-hati di jalan, selamat kencan ya embem," kata mbah Milah.


Kevin sudah berada di atas motor patrolinya menunggu Ry.


"Mase kita pergi naik motor patroli?" Ry sudah berdiri di samping motor patroli.


"Iya, ayo cepatan naik!" Kevin menyuruh Ry untuk naik ke atas motor patroli.


"Nih Ry udah naik." Ry segera naik ke atas motor patroli.


Kevin mengendarai motornya ke arah jalan raya. Kevin mengendarai motor dengan kecepatan standar.


"Gak bakal jatuh bawak motor kayak kura-kura gini." Ry menepis tangannya dari pinggang Kevin.


"Aku itu polisi lalu lintas gak mungkin bawak motor ngebut-ngebut kayak pembalap." Kevin memegang tangan Ry.


"Apakah kita mau kencan?" tanya Ry.


"Apa kamu sudah pernah berkencan?" Kevin mengendarai motor sambil melihat ke arah jalan raya.


"Pernah," jawab Ry.


"Berarti kamu sudah pernah berpacaran?" tanya Kevin.


"Sudah itu pun baru sekali tetapi sudah sakit hati," jawab Ry.


"Kenapa kamu sakit hati?" Kevin sebenarnya sudah tahu mengenai kisah cinta Ry tetapi dia ingin mengetahui dari cerita Ry secara langsung.


"Udah ah malas Ry bahasnya." Ry menolak untuk membahas kisah cinta nya.


Motor patroli yang Kevin kendarai sudah sampai di halaman rumah Lia. Kevin memberhentikan motornya lalu dia memikirkan motornya di samping mobil Eril. Ry turun dari motor patroli tersebut.

__ADS_1


Kevin dan Ry sudah berdiri di depan pintu pintu rumah Lia. Kevin yang hendak mengetuk pintu rumah Lia tetapi pintu rumah Lia sudah terbuka.


Ceklek........ Ceklek


"Assalamu'alaikum," kata Kevin dan Ry serentak.


"Walaikumsalam, akhirnya kalian datang juga." Lia melihat ke arah Kevin dan Ry secara bergantian.


"Iya mbak." Kevin menyalim punggung tangan Lia.


"Eria mana mbak?" Ry juga melakukan hal yang sama yaitu menyalim punggung tangan Lia.


"Silahkan masuk dulu ke dalam rumah." Lia mempersilahkan Kevin dan Ry masuk ke dalam rumah.


"Iya mbak." Kevin terlebih dahulu masuk ke dalam rumah Lia, baru setelah itu di susul oleh Ry yang berada di belakang Kevin.


"Akhirnya yang di tunggu datang juga." Eril berjalan sambil menggendong Eria, Eril membawak Eria ke ruangan tamu. Eril dan Eria sudah berada di ruangan tamu.


"Pa tu yun ( Pa turun)." Eria yang meminta turun dari gendongan Eril.


"Iya sayang." Eril menurunkan Eria dari gendongan nya.


"Om an teng (Om ganteng)." Eria berlari ke arah Kevin yang masih berdiri di ruangan tamu.



"Ah gak mama gak anak tahu aja cowok ganteng." Ry mencibir kelakuan Eria yang masih bocil sudah tahu aja cowok ganteng.


"Jangan lari Eria." Kevin melarang Eria berlari dia takut Eria jatuh saat berlari mendekati dirinya.


"Om an teng sini (Om ganteng sini). Eria yang sudah berdiri hadapan Kevin, Eria menyuruh Kevin untuk mendekati nya.


" Ada apa Eria?" Kevin berjongkok di hadapan Eria.


" Om an teng acar te ya ( Om ganteng pacar tante Ry ya)?" tanya Eria.


"Sayang salim dulu ama om dan tante." Lia menyuruh Eria untuk menyalim Kevin dan Ry.


"Ya ma ( Iya mama)." Setelah mengatakan itu Eria menyalim punggung tangan Kevin dan Ry secara bergantian.


"Eria sini ama om." Kevin mengendong Eria lalu dia berjalan mendekati sofa ruangan tamu. Kevin duduk di sofa sambil memangku Eria di pahanya.


Ry duduk di sofa singel yang berada di samping sofa Kevin. Eril dan Lia duduk di sofa yang sama dengan posisi berhadapan dengan Kevin dan Ry.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2