
"Seorang laki-laki bukan di ukur dari good looking maupun uangnya, melainkan seberapa balance perkataan, pembuktian, tanggung jawab teguh pendirian, pola pikir buat masa depan yang cerah dan cukup hanya dengan satu perempuan."
"Ah udah legah rasanya." Ry berjalan keluar dari kamar mandi, dengan wajah yang basah.
"Embem gak mandi sekalian?" Mbah Milah melihat Ry yang hanya wajahnya basah.
"Gak Mbah masih dingin airnya." Ry menghampiri mbah Milah.
"Mandi pakai air panas aja biar mbah masakin airnya." Mbah Milah mengambil panci lalu dia mengisi panci tersebut dengan air kran.
Siang harinya Ry berada di ruangan keluarga sendirian karena mbah Milah pergi arisan. Ry mengaktifkan ponsel lalu Ry melihat beberapa panggil telpon dan chat dari keluarga, Bulan dan Zaza.
Ry membuka chat yang kemarin siang di kirim oleh Bulan.
π"Ry dimana?
π"Ry mbak Lia ke tempat kerja aku, di bilang kamu kabur dari rumah. Dia tanya ke Aku kalau kamu itu kira-kira pergi kemana, aku bilang aja aku gak tahu."
π"Apa kamu gak kasihan ama keluarga kamu? mereka saat ini mencari keberadaan kamu."
π"Kamu harus pulang ke rumah, kalau kamu tidak mau pulang kerumah aku tidak mau lagi berteman ama kamu."
π"Awas kamu."
π"Selamat siang Bubu, maaf Ry baru baca chat Bubu."
π"Kamu dimana?"
π"Ry lagi di rumah Mbah."
π"Jadi kamu kabur ke rumah mbah?"
π"Iya Bubu.
π"Kamu itu benar-benar udah buat semua orang panik."
π"Ya maaf lah Bubu."
π"Kapan kamu pulang kerumah?"
π"Belum tahu lagi."
π"Jadi kamu mau tinggal di rumah mbah?"
π"Gak tahu juga sih."
π"Gak usah balik ke sini, kita udah gak kawan lagi kok.
π"Lah kok Bubu ngomong gitu ama Ry."
Setelah membalas chat dari Bulan, tiba-tiba ponsel Ry berbunyi panggil telpon dari mama.
Drrrtt........... Drrrtt
__ADS_1
"Assalamu'alaikum mama." Ry segera mengangkat panggil telpon dari mama.
"Walaikumsalam, kamu dimana?" tanya mama.
"Ry masih di rumah mbah Millah, ada apa mama?" tanya Ry.
"Suami kamu mana?" tanya mama.
"Dia masih kerja mama," jawab Ry.
"Natik malam kalian harus datang ke rumah," kata mama.
"Emang ada acara apa di rumah mama?" tanya Ry.
"Tidak ada acara apa-apa, pokoknya kami tunggu kamu datang kerumah," jawab mama.
"Insyaallah kami kesana mama," kata Ry.
"Sampai ketemu di rumah." Setelah mengatakan itu panggillan telpon langsung di putus oleh mama.
Setelah itu Ry mencari kontak nomor Kevin di ponsel Ry. Ry tidak menemukan kontak nomor Kevin di dalam ponsel Ry, lalu Ry teringat bahwa dia belum meminta nomor ponsel Kevin sehingga Ry tidak menghubungi Kevin.
Sore harinya Ry sudah duduk di kursi teras rumah mbah Millah untuk menunggu Kevin. Sebuah motor mio berwarna merah berhenti di depan halaman rumah mbah Millah.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, mbah bibi." Ry melihat mbah Millah turun dari motor bibi, dia segera menghampiri mbah Millah dan Bibi. Ry menyalim punggung tangan mbah Millah dan Bibi secara bergantian.
"Kamu lagi nungguin siapa?" tanya Bibi.
"Kamu nunggu Kevin?" Bibi yang ingin memastikan orang yang Ry tungguin itu Kevin.
"Iya bibi," jawab Ry.
"Wah panjang umur tuh anak baru aja nama di sebut udah datang orang ya." Bibi melihat motor polisi yang di kendarai oleh Kevin melaju ke arah rumah mbah Millah.
"Akhirnya dia pulang juga." Ry melihat motor polisi tersebut terpakir di samping motor bibi.
"Assalamu'alaikum." Kevin membuka helemnya, dia meletakan helem tersebut di atas motornya. Kevin menyalim punggung tangan mbah Millah dan Bibi secara bergantian.
"Walaikumsalam," Kami serentak menjawab salam.
"Nih." Kevin mengulurkan tangan ke arah Ry.
"Tangan pakpol kenapa?" Ry melihat pakpol mengulurkan tangan ke depan.
"Cepatan salim tangan suami kamu." Bibi menyuruh Ry menyalim tangan Kevin.
"Emang harus ya Ry nyalim tangan pakpol?" tanya Ry.
"Harus sekarang itu embem sudah menjadi istri Kevin, makanya embem harus menyalim tangan Kevin," kata mbah Millah.
"Baiklah mbah." Ry manyalim punggung tangan Kevin untuk kedua kalinya setelah tadi malam ijab kabul.
__ADS_1
"Kamu juga harus ganti panggilan ama suami masak pak." Bibi menyuruh Ry menganti panggilan buat Kevin.
"Ry harus manggil pakpol dengan sebutan apa?" tanya Ry.
"Mase." Mbah Milah menyuruh Ry memanggil memangil Kevin dengan sebutan itu.
"Nah itu, coba sekarang kamu panggil Kevin dengan sebutan itu." Bibi menyuruh Ry memanggil Kevin dengan sebutan itu.
"Mase udah pulang?" Ry berbicara sambil menatap Kevin sambil tersenyum.
Dag....... Dig....... Dug
Jantung Kevin berdetak saat Ry memanggilnya dengan sebutan Mase sambil tersenyum.
"Iya." Kevin segera berjalan pergi meninggalkan Ry, mbah Millah dan Bibi. Kevin melakukan hal itu karena dia tidak ingin mereka mendengarkan suara jantung Ry.
"Dia kenapa?" Bibi yang heran melihat tingkah keponakan tidak seperti biasanya.
"Ry mau ke dalam dulu mbah, bibi." Setelah itu Ry berjalan ke arah rumah mbah Millah.
Ry yang sudah berada di pintu kamar Kevin segera membuka pintu kamar tersebut.
Ceklek......... Ceklek
"Awww, kalau mau ganti baju itu pintunya di kunci." Ry terkejut saat masuk kedalam kamar mendapati Kevin yang sedang membuka membuka seragam polisinya.
"Kamu juga main masuk aja ke kamar." Kevin sedang bertelanjang dada di depan lemari pakaian, dia sedang mencari kaos dalam lemari pakaian.
"Pakpol ada yang mau Ry bicarakan." Ry malu melihat Kevin bertelanjang dada lalu dia membalikkan badan nya.
"Jangan panggil aku pakpol kalau aku sedang tidak bekerja." Kevin kesal saat Ry memanggilnya dengan sebutan pakpol, Kevin lebih suka dengan panggilan yang tadi Ry sebut.
"Baiklah mase," jawab Ry.
"Kamu mau bicara apa?" Kevin mengambil baju kaos dari lemari pakaian lalu dia memakai baju koas tersebut.
"Tadi mama telpon aku terus kita di suruh kerumah," kata Ry.
"Kamu itu kalau sedang bicara lihat orangnya, ini malah menghadap kemana." Kevin yang sudah berdiri di belakang punggung Ry.
"Jangan panggil kamu dong, panggil Ry aja." Ry membalikkan badan.
"Kenapa aku harus panggil Ry?" tanya Kevin.
"Karena itu nama panggilan Ry," jawab Ry.
"Aku gak mau manggil dengan sebutan itu." Kevin menolak memanggil Ry dengan panggil itu.
"Kenapa?" tanya Ry.
"Semua orang memanggil kamu dengan sebutan itu," jawab Kevin.
"Emang mase mau manggil Ry dengan panggil apa?" Ry kening berkerut memikirkan Kevin akan memberikan panggil apa buat Ry.
__ADS_1
"Tunggu aku pikirkan dulu." Kevin melihat ke arah Ry sambil memikirkan nama panggilan yang akan dia berikan kepada Ry. Kevin ingin memberikan nama panggilan yang berbeda kepada Ry, dia tidak ingin nama panggilannya untuk Ry berbeda dari orang-orang lain.
...~Bersambung ~...