Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

"Sebab bahagia tak selalu tentang kemewahan, cukup dengan kesederhanaan yang berbalut ketulusan."


"Kevin."


"Komandan." Kevin segera menoleh ke arah sumber suara tersebut, betapa terkejutnya Kevin saat melihat suara tersebut berasal dari komandan.


"Kamu sedang apa di sini?" Komandan berjalan mendekati Kevin.


"Saya menepikan motor karena melihat dia komandan." Kevin yang jantung berdetak kencang saat melihat ke arah komandan nya.


"Dia ini siapa kamu?" Komandan sudah berdiri di depan motor Kevin sambil menatap ke arah Kevin.


"Dia masih saudara jauh saya komandan." Kevin mencoba bersikap seperti biasa saat berbicara dengan komandan, dia tidak ingin komandan curiga dengan hubungan dia dan Ry. Kemudian juga merasa takut kalau komandan tahu dia sudah menikah sirih dengan Ry.


"Saudara bagaimana?" Komandan yang penasaran dengan hubungan saudara antara Kevin dan Ry.


"Omnya dia nikah sama bibi saya komandan," jawab Kevin.


"Ooo seperti itu," kata Komandan.


"Kalau komandan kenapa bisa ada di sini?" tanya Kevin.


"Saya tadi melihat pengendara motor yang melanggar peraturan lalu lintas, lalu saya menyuruh pengendara motor itu menepikan motor nya. Saya memeriksa kelengkapan surat-surat si pengendara motor tersebut ternyata lengkap," kata komandan.


"Pelanggaran apa yang di lakukan si pengendara motor tersebut komandan?" tanya Kevin.


"Berboncengan di atas motor bertiga," jawab Komandan.


"Lalu kemana si pengendara motor yang melakukan pelanggaran itu komandan?" Kevin yang melihat kekanan kekiri untuk mencari keberadaan si pengendara motor tersebut.


"Dia sudah pergi," jawab Komandan.


"Apa komandan tidak memberikan menilang dia?" tanya Kevin.


"Tadi saya sudah tilang dia dengan mengambil SIM dan STNK nya, tetapi karena terus mereka bertiga memohon kepada saya untuk mengembalikan SIM dan STNK si pengendara motor tersebut. Saya merasa tidak tega akhirnya mengembalikan SIM dan STNK si pengendara motor tersebut dengan syarat," kata Komandan.

__ADS_1


"Apa syarat komandan?" tanya Kevin.


"Hanya boleh berboncengan dua orang di atas motor tersebut, maka itu si pengendara tersebut meninggalkan temannya yang itu." Komandan menujukan jari telunjuknya ke arah Ry.


"Ooo jadi begitu, maka nya kamu bisa berdiri di situ." Kevin berbicara sambil menatap mata Ry dengan tatapan tajam.


Tiga hari kemudian Ry sedang duduk kursi sambil menatap laptop yang berada di atas meja belajar. Pintu kamar terbuka lalu Kevin berjalan masuk ke dalam kamar.


"Chubby lagi sedang apa?" Kevin yang sudah berdiri di samping Ry.


"Masak." Ry sedang fokus melihat ke laptop sambil jari-jarinya mengetik di atas keyboard laptop.


"Emang bisa masak di dalam kamar?" Kevin menatap ke arah Ry yang sedang fokus mengetik.


"Tau ah gelap." Ry yang malas menanggapi ucapan Kevin karena dia lagi fokus mengerjakan tugas kampus.


"Apa Chubby butuh bantuan?" Kevin yang melihat Ry seperti enggan untuk berbicara kepadanya karena Ry lagi sibuk mengerjakan tugas di laptop nya.


"Gak." Ry menggelengkan kepalanya, dari taman kanak-kanak Ry sudah bisa mengerjakan tugas sendiri tanpa bantuan dari keluarga sehingga sampai kuliah pun Ry lebih suka mengerjakan tugas kuliah sendiri tanpa di bantu orang lain. Ry akan merasa terganggu apabila saat di mengerjakan tugas di ajak ngobrol dengan orang lain.


"Sudah sana sana pergi, jangan ganggu Ry." Ry mengusir Kevin agar tidak menganggu dia yang lagi sibuk mengerjakan tugas.


"Gak mau, aku mau di sini aja nemanin Chubby," kata Kevin.


"Sekarep mase." Ry berbicara dengan nada ketus kepada Kevin.


"Jangan ketus ngomong dengan suami dosa tahu." Kevin mengelus kepala Ry sambil membelai rambut Ry.


"Kan dosa Ry udah di tanggung sama mase, jadi gak ada apa-apa dong." Ry berbicara tanpa menoleh ke arah Kevin.


"Ah, Chubby." Kevin sudah berganti posisi, dia sudah berdiri di depan Ry lalu dia menundukkan kepalanya sambil kedua tangannya menangkup pipi Ry yang Chubby.


"Mase tangannya lepasin dari wajah Ry." Jari-jari Ry berhenti mengetik di laptop karena Kevin sudah menangkup pipi Ry, Ry berusaha melepaskan tangan Kevi dari pipinya nya.


"Cup." Kevin semakin di buat gemas oleh Ry yang memajukan bibir sehingga Kevin menundukkan kepalanya, lalu Kevin mengecup bibir Ry yang berwarna pink.

__ADS_1


Ry segera mendorong dada Kevin mengunakan kedua tangannya. Sehingga tubuh Kevin terdorong kebelakang menyebakan kecupan itu terlepas. Kevin melepaskan tangannya dari pipi Ry. Ry segera berdiri dari kursi tersebut lalu Ry berjalan ke arah tempat tidur. Ry mengambil bantal yang berada di atas tempat tidur, Ry yang kesel dengan Kevin segera melempari Kevin dengan bantal tersebut.


Bough....... Bough


Kevin yang melihat Ry melemparkan bantal ke arah segera menghindar sehingga bantal tersebut tidak mengenai tubuh melainkan jatuh ke lantai kamar.


"Week, gak kenak." Kevin menjulurkan lidahnya sambil mengejek Ry.


"Nih rasain." Ry kembali melempar batal ke arah Kevin.


"Ups, malah ketangkep nih bantal." Kevin yang melihat bantal terlempar ke arah segera menangkap bantal tersebut mengunakan tangannya.


"Nih aku balikin bantal ke Chubby." Setelah bantal tersebut berada di tangan Kevin lalu dia melempar bantal yang berada berada di tangannya ke arah Ry.


Bough......... Bough


"Mase jahat." Ry yang tidak sempat menghindar bantal yang di lempar oleh Kevin sehingga bantal tersebut mengenai wajahnya.


"Hahahaha, emang enak. Senjata makan tuan kan." Kevin melihat wajah Ry terkena bantal yang dia lempar, dengan spontan dia tertawa terbahak-bahak.


"Tertawa aja terus." Setelah bantal yang di lempar Kevin mengenai wajah Ry bantal tersebut jatuh di bawah kaki Ry, Ry merasa kesal melihat Kevin yang terus saja menertawai dirinya. Ry menatap ke arah Kevin dengan mata yang melotot.


"Aduh aku jadi atut." Kevin yang mendapatkan tatapan meloto dari Ry, dia berhenti tertawa lalu dia berpura-pura merasa takut menatap mata Ry yang melotot. Padahal Kevin merasa lucu melihat Ry yang mata yang melotot.


"Rasakan nih." Ry semakin merasa kesal melihat Kevin yang berpura-pura takut terhadap dia, akhirnya Ry kembali mengambil bantal yang berada dibawah kaki Ry lalu Ry kembali melemparkan bantal tersebut ke arah Kevin.


"Ups, gak kena lagi Chubby." Kevin yang melihat bantal yang di lempar mengarah ke arah dia lalu Kevin menghindari bantal tersebut sehingga bantal tersebut tidak mengenai Kevin melainkan jatuh ke atas lantai.


"Rasakan ini." Ry mengambil bantal guling di atas tempat tidur lalu dia segera berjalan ke arah Kevin, sesampainya Ry di depan Kevin dengan membabi buta dia segera memukul Kevin dengan batal guling terus sebut.


Bough......... Bough


"Ampun Chubby." Kevin berusaha menangkis bantal guling yang di pukul Ry ke arah dirinya


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2