Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Simbiosis Parasitisme


__ADS_3

"Jangan berikan seluruh hatimu untuk manusia karena sesungguhnya dialah penyebab penyakit hati."


"Aku setuju ama kamu, lebih baik pernikahan kita di rahasiakan saja," kata Kevin.


"Nah kalau ada orang yang tanya hubungan kita maka jawab saja kalau kita saudara," kata Ry.


Kevin terbangun dari tidurnya saat merasa wajahnya di timpa oleh sesuatu. Saat Kevin membuka kedua matanya betapa terkejutnya dia melihat kedua kaki Ry sudah berada wajahnya. Kevin segera menyingkirkan kedua kaki Ry dari wajahnya.


Kevin merasa heran karena saat sebelum tidur posisi kepala Ry berada di batal yang berada di samping batal Kevin tetapi saat Kevin terbangun dari tidur posisi Ry sudah berubah. Kepala Ry berada di dekat kaki Kevin sedangkan kaki Ry berada di kaki wajah Kevin.


"Nih anak tidur aja lasak apalagi bangun udah pasti pecicilan." Kevin yang bergumam melihat posisi tidur Ry yang sudah berubah 180°.


"Nih cewek benar gak ada kalemnya-kalemnya, dasar cewek bar-bar," kata Kevin.


"Sampai berapa lama aku bisa mempertahankan pernikahan dengan cewek bar-bar ini?"


"Dia jauh sekali dari tipe istri idaman aku. Aku menginginkan wanita yang lemah, lembut, sopan, feminim, angun, cantik dan baik hati."


"Ini aku malah dapat tomboy, pecicilan,bawel, pesek, pendek dan pipi chubby mirip bakpao wajahnya." Kevin bangun dari tidur lalu dia duduk sambil menyandarkan badanya di dasbor tempat tidur, dia melihat wajah Ry yang tertidur nyenyak.


"Aku jadi merindukan Asa." Kevin turun dari tempat tidur lalu dia berjalan ke arah meja rias Ry mengambil ponsel yang dia letakan di sana.


Kevin duduk di kursi yang berada di depan meja belajar, Kevin mengirim kan chat kepada Asa. Asa yang mendapatkan chat dari Kevin segera menghubungi nomor ponsel Kevin.


Drrrtt.......... Drrrtt


"Halo, ibuk dokter cantik."


"Halo, juga pakpol tampan."


"Ibuk dokter cantik, sedang apa?"


"Aku lagi istirahat, pakpol tampan, lagi sedang apa sekarang?"


"Lagi mikirin ibuk dokter cantik."

__ADS_1


"Kenapa pakpol tampan mikirin aku?"


"Aku lagi mikir hubungan kita, sampaikan kita begini terus?"


"Begini, bagaimana maksud pakpol tampan?"


"Sampai kapan kita pacaran, apa ibuk dokter cantik tidak ingin naik ke pelaminan bersama aku?"


"Aku mau, tapi kamu kan tahu kalau kita itu berbeda keyakinan."


"Apa kamu tidak ada niat untuk berpindah keyakinan?" Walaupun dengan berat hati Kevin terpaksa melontarkan pertanyaan itu kepada Asa. Kevin butuh kepastian saat ini mengenai hubungan mereka.


"Tidak ada, apa kamu ingin kita putus?" Asa yang tetap pada pendiriannya tidak ingin berpindah pada keyakinannya.


"Lebih baik kita bicara langsung mengenai hubungan kita, untuk sekarang lebih baik kita break."


"Baiklah mulai hari ini kita break." Setelah itu Asa mematikan panggil telpon kepada Kevin. Asa menangis saat Kevin ingin break darinya, bagi Asa Kevin itu cinta pertama. Dia tidak ingin kehilangan Kevin tetapi dia juga tidak bisa untuk berpindah keyakinan. Apalagi keyakinan yang Asa dapat dari sejak lahir, di tambah keluarga akan menentang Asa kalau berpindah keyakinan. Kemungkinan besar apabila Asa pindah keyakinan maka dia akan di usir dari rumahnya.


Kevin terlihat sedih saat memutuskan untuk break dari Asa. Hal ini begitu berat untuk Kevin lakukan mengingat Asa adalah cinta pertama dan perempuan yang menemani dia saat dia sedang berduka di tinggal oleh ayahnya. Asa yang selalu berada di sisi Kevin saat dia susah maupun senang sehingga itu yang membuat Kevin tidak bisa berpaling.


Dia melihat Kevin terduduk di atas kursi dengan wajah yang sedih. Seharusnya Ry merasa senang melihat Kevin terduduk dengan wajah yang sedih, karena Ry membenci Kevin tetapi tiba-tiba saja Ry merasa kasihan terhadap Kevin.


Kevin yang mendengarkan suara adzan segera bangun dari kursi tersebut. Kevin berjalan meninggalkan kamar pergi ke kamar mandi. Setelah Kevin pergi dari kamar nya Ry membuka kedua matanya. Ry merasa yakin bahwa yang tadi menghubungi Kevin ialah kekasihnya Kevin. Ry merasa bersalah karena menikah dengan Kevin yang sudah memiliki kekasih.


Ry merasa seperti orang ketiga dalam hubungan Kevin dan kekasihnya. Ry tidak mungkin untuk berpisah saat ini dengan Kevin karena mereka baru 2 hari menikah. Ry tidak mau menyandang status janda dalam waktu dekat ini. Selain itu Ry masih membutuhkan Kevin sebagai suami walaupun pernikahan sirih.


Ry melakukan itu semua hanya demi bisa kuliah di kampus yang Ry inginkan. Bagi Ry pernikahan ini hanya simbiosis parasitisme, dimana hanya Ry yang di untungkan dalam pernikahan ini. Apapun akan Ry lakukan untuk mempertahankan Kevin di sisi Ry. Ry bertekat untuk berubah menjadi lebih baik lagi.


Ry segera turun dari tempat tidur, lalu Ry berjalan ke arah pintu. Ry yang sudah berdiri di depan pintu kamar, Ry ingin membuka pintu kamar tetapi pintu kamar sudah terbuka lebih dahulu oleh Kevin.


Ceklek................ Ceklek


"Kamu sudah bangun?" Kevin yang terkejut pintu kamar terbuka ternyata Ry sudah berada di dekat pintu.


"Ry baru aja bangun, Mase mau shalat subuh ya?" tanya Ry.

__ADS_1


"Iya, ada apa emangnya?" Kevin berjalan masuk melewati Ry.


"Ry juga mau shalat subuh, gimana kalau kita shalat berjamaah?" tanya Ry.


"Aku tunggu di rungan shalat," jawab Kevin.



Kevin sudah berada di ruangan shalat terlebih dahulu. Kevin duduk di atas sajad sambil menunggu Ry.


"Mase." Ry yang sudah sampai di ruangan shalat, dia segera memakai mukenah yang ada di ruangan shalat tersebut.


"Apa kita sudah bisa memulai shalat?" Kevin berdiri dari sajdah, lalu dia membalikkan badan melihat ke arah Ry yang sedang memakai mukenah.


"Sudah Mase." Ry sudah memakai mukenah, lalu dia menatap ke arah Kevin sambil menanggukan kepalanya.


Kevin dan Ry melaksanakan shalat subuh berjamaah, Kevin yang menjadi imam dalam shalat subuh berjamaah. Setelah selesai melaksanakan shalat subuh Kevin membacakan doa sedang Ry mengamiinkan semua doa yang telah Kevin bacakan.


Sesudah selesai membacakan doa Kevin membalikkan badannya.Kevin membalikkan badannya lalu dia mengulurkan tangannya kepada Ry. Ry segera menyalim punggung tangan Kevin.


"Mase sudah ini mau pulang atau sarapan?" Ry berbicara sambil membuka mukenah di hadapan Kevin.


"Sarapan di sini dulu, kamu mau pulang kerumah mbah atau di sini?" Kevin yang dari tadi terus saja menatap ke arah Ry.


"Kalau menurut Mase gimana? sekarang Ry kan udah jadi istri Mase jadi Ry bakal nurut ama Mase." Ry melipat mukenah yang sudah dia pakai lalu Ry meletakkan mukenah tersebut di atas sajadah.


"Kamu maukan ikut pulang ke rumah mbah Milah?" Kevin berharap Ry mau menurutinya untuk ikut kerumah Mbah Milah.


"Mau, Ry akan ikut kemana aja Mase. Kitakan pasangan suami istri." Ry berbicara sambil tersenyum.


"Alhamdulillah kalau kamu mau ikut ama aku."Wajah Kevin berubah menjadi bahagia saat mendengar Ry mengakuinya sebagai suaminya, Kevin juga merasa bahagia kalau Ry mau ikut dengan dia. Padahal rumah kedua orang tua Ry lebih bagus di bandingkan rumah mbah Milah.


...~ Bersambung ~...


"

__ADS_1


__ADS_2