
"Lebaran, bukan perihal baju baru, melainkan jiwa dan hati yang harus kembali bersih. Jika langkah kemarin beribu salah dan dosa, mari perbaiki mumpung masih ada kesempatan di dunia."
Kevin menoleh ke arah suara langkah kaki seorang tersebut. Saat Kevin menoleh ke arah suara langkah kaki tersebut, dia melihat bahwa langkah kaki tersebut berasal dari Ry.
"Kamu dari mana saja jam segini baru pulang?" Kevin berdecak pinggang melihat ke arah Ry.
"Kampus." Ry sudah berdiri di depan teras rumah Kevin.
"Kamu gak usah bohong, kamu dari mana saja?" Kevin menatap Ry dengan tatapan tajam.
"Kampus, kenapa sih mase gak percaya dengan Ry?" Ry yang mendapatkan tatapan mata Kevin dengan tajam.
"Apa kamu pikir aku ini bodoh? kamu pasti sudah dari tadi pulang kampus tetapi kamu nongkrong dulu dengan teman-teman kamu maka nya baru sekarang kamu pulang." Kevin tidak mempercayai Ry, Kevin merasa yakin bahwa Ry sudah dari tadi pulang dari kampus. Tetapi Ry tidak langsung pulang melainkan nongkrong dengan teman-temannya.
"Astagfirullah, tega mase ngomong kayak gitu dengan Ry." Ry mendengarkan ucapan Kevin yang tidak mempercayainya membuat Ry merasa sedih, sehingga mata Ry berkaca-kaca.
"Heleh mendingan kamu ngomong jujur ke aku." Kevin mendesak Ry untuk berbicara jujur kepadanya.
"Sekarang Ry tanya ke mase apa pernah Ry bohong dengan mase?" Ry mencoba menahan air mata yang ingin keluar dari matanya.
"Pernah, sekarang ini kamu sedang berbohong kepada aku." Kevin merasa yakin bahwa saat ini Ry sedang berbohong kepadanya.
"Sekali Ry tegas kalau Ry gak berbohong kepada mase. Kalau mase gak percaya juga dengan orang hidup lebih baik mase percaya dengan orang mati." Setelah mengatakan itu Ry berjalan menyelonong melewati Kevin dengan begitu saja.
Kevin melihat Ry berjalan menyelonong melewati dirinya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ry berjalan masuk kedalam rumah tanpa mengucapakan salam.
"Walaikumsalam." Kevin membalikkan badan sambil melihat ke arah Ry, Ry berjalan ke melewati pintu rumah Kevin tanpa mengucapkan salam.
Ry tidak memperdulikan ucapan Kevin yang menjawab salam, padahal Ry tidak mengucapakan salam. Ry terus saja berjalan ke arah kamar. Kevin pun menyusul Ry yang berjalan ke arah kamar. Setelah Ry masuk ke dalam kamar dia menutup pintu kamar.
Braaakk........ Braaakk
__ADS_1
"Astagfirullah." Kevin yang berdiri pas di depan pintu yang di tutup oleh Ry.
"Sabar." Kevin mengelus dadanya sambil mengucapkan kata sabar.
Ry yang kesal dengan Kevin tidak mempercayai ucapan nya sehingga Ry melampiaskan ke kepalanya dengan menutup pintu kamar dengan cara membanting pintu pintu kamar tersebut.Ry menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Ceklek....... Ceklek
Kevin membuka pintu kamarnya setelah itu dia berjalan kedalam kamar, dia menutup pintu kamar secara berlahan-lahan agar tidak menimbulkan suara. Kevin sudah berdiri di samping tempat tidur sambil melihat ke arah Ry sedang berbaring telungkup di atas tempat tidur.
"Sana mandi dulu." Kevin menyuruh Ry untuk mandi.
Ry sama sekali tidak memperdulikan ucapan Kevin, dia memilih diam. Ry sedang tidak ingin berbicara kepada Kevin.
"Kamu ini sudah salah pulang terlambat bukannya minta maaf ini malah marah-marah gak jelas kepada aku." Kevin menumpahkan kekesalan kepada Ry.
"Ry minta maaf pulang terlambat itu juga karena kelompok Ry mendapatkan nomor urutan yang terlahir sehingga kami pulang paling terakhir." Ry menganti posisi berbaring di atas tempat tidurnya sehingga posisi Ry terlentang sambil menoleh ke arah Kevin.
"Hedeh gak usah alasan bawak-bawak tugas kelompok.Ngaku aja kalau tadi pulang kampus kamu pergi nongkrong dulu. Kamu pasti tidak mau di suruh jagain bunda maka nya kamu bersikap seperti itu," kata Kevin.
Malam harinya Ry sudah berada di depan pintu kamar bunda tetapi Ry merasa ragu untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
"Mbak Ry, kenapa berdiri di situ?" Jojo membuka pintu kamar bunda lalu dia melihat Ry sedang berdiri.
"Hm, itu anu." Ry terlihat bingung ketika menjawab pertanyaan Jojo.
"Kalau mbak mau masuk lihat bunda masuk saja, aku mau kedapur dulu." Jojo berjalan melewati Ry yang berada di depan pintu kamar.
Melihat Jojo sudah berjalan pergi ke arah dapur, Ry masih berdiri di depan pintu kamar sambil mulut berkomat- kamit.
Masuk gak masuk gak masuk gak masuk gak
__ADS_1
"Masuk ah." Ry sudah berjalan selangkah melewati pintu kamar bunda.
"Gak jadi lah, entar Ry di marahin lagi." Ry menghentikan langkah kakinya, dia merasa takut buat melanjutkan langkah kakinya.
"Lah, mbak kok berdiri di situ." Jojo sudah berada di belakang Ry sambil membawa sebuah gelas berada di tangannya.
"Gak kok ini Ry mau lihat tante." Dengan berat hati akhirnya Ry melangkah kakinya untuk melihat bunda.
Jojo sudah duduk di pinggir tempat tidur sambil memberikan minum kepada bunda. Sedangkan Ry hanya berdiri di depan tempat tidur sambil melihat bunda.
"Mbak kok berdiri di situ, sini duduk." Jojo melihat ke arah Ry yang berdiri seperti patung.
"Ry di sini aja, Jojo tante kenapa di impus?" Ry penasaran dengan kondisi bunda yang di impus.
"Tadi siang kondisi bunda makin parah karena tidak makan sehingga dia harus di impus kata dokter," kata Jojo.
"Kamu pasti bahagiakan melihat saya seperti ini." Bunda berusaha untuk duduk di atas tempat tidur.
"Bun jangan ngomong seperti itu dengan mbak Ry." Jojo segera membantu bunda duduk, bunda duduk di atas tempat tidur dengan bersadar di dasbor tempat tidur.
"Astagfirullah tante, mana mungkin Ry bahagia melihat kondisi tante seperti ini. Kalau seandainya bisa biar sakitnya tante pindah ke Ry. Ry gak tega melihat kondisi tante seperti ini biar Ry saja yang merasakan sakit." Wajah Ry berubah menjadi sedih melihat kondisi bunda yang di impus, bahkan Ry berandai-andai kalau penyakit bisa pindah ke dirinya. Ry tidak tegaeliha kondisi bunda berbaring dengan impus di tangannya.
"Heleh gak usah membual kamu." Bunda yang menganggap semua omongan Ry hanya bualan (omong kosong) semata.
"Ry gak membual tante," kata Ry.
"Jojo cepat suruh dia pergi dari kamar ini, bunda tidak ingin melihat dia di sini." Bunda menyuruh Jojo mengusir Ry dari dalam kamar.
"Jojo Ry keluar dulu ya." Setelah mendengar itu Ry memutuskan untuk berjalan keluar dari kamar.
30 menit kemudian terlihat seorang laki-laki dan perempuan berjalan ke arah pintu rumah Kevin.
__ADS_1
Tok......... Tok
...~ Bersambung ~...