Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Pertunangan


__ADS_3

"Kata Mama gak apa-apa gajinya kecil, yang penting tanggung jawabnya besar, hatinya sabar dan gak kasar memperlakukan perempuan."


🎵Aku ingin mempersuntingmu


🎵Tuk yang pertama dan terakhir


🎵Jangan kau tolak dan buat ku hancur


🎵Ku tak akan mengulang tuk meminta


🎵Satu keyakinan hatiku ini


🎵Akulah yang terbaik untukmu


Ry tidak menemukan keberadaan si pria yang sedang menyanyikan lagu tersebut di ruangan itu. Ry merasa familiar dengan suara si pria yang sedang bernyanyi tersebut.


Mungkin si pria tersebut seorang penyanyi


Maka nya Ry familiar mendengar suara si pria tersebut batin Ry


Ry pun menundukkan kepalanya sambil memegang ponselnya. Dia terus menatap ke arah layar ponselnya, dia melihat chat nya sudah terkirim ke Bie tetapi belum di baca oleh Bie. Sehingga Ry menarik nafas beberapa kali.


🎵Dengarkanlah wanita impianku


🎵Malam ini akan kusampaikan


🎵Janji suci satu untuk selamanya


🎵Dengarkanlah kesungguhan ini


Tap......... Tap


Terdengar langkah kaki seorang pria yang berjalan mendekati ke arah Ry. Si pria tersebut berjalan sambil bernyanyi, dia memakai pakai batik dan celan panjang yang berbahan kain berwarna hitam. Si pria tersebut sudah berdiri di samping Ry lalu dia mengulurkan tangannya ke arah Ry.


🎵Aku ingin mempersuntingmu


Ry yang melihat ada tangan terulur kedepanya lalu dia mengangkat wajahnya untuk mengetahui tangan milik siapa. Mata Ry membulat saat melihat si pria yang berdiri di samping nya.



🎵Tuk yang pertama dan terakhir


🎵Jangan kau tolak dan buat ku hancur


🎵Ku tak akan mengulang tuk meminta

__ADS_1


🎵Satu keyakinan hatiku ini


🎵Akulah yang terbaik untukmu


Ry yakin bahwa si pria yang berhadapan itu cuma halusinasinya yang terlalu berharap kepada Bie. Sehingga Ry kembali menutup matanya lagi. Sementara Bie yang melihat Ry menutup mata nya mulai bingung. Tetapi Bie tetap melanjutkan bernyanyi.


🎵Jangan kau tolak dan buat ku hancur


🎵Ku tak akan mengulang tuk meminta


🎵Satu keyakinan hatiku ini


🎵Akulah yang terbaik untukmu


Ry membuka kedua matanya secara berlahan-lahan. Ternyata Bie masih berdiri di samping, Bie yang melihat Ry tidak menerima uluran tangannya lalu dia menarik tangan Ry agar berdiri dari tempat duduk.


🎵Jangan kau tolak dan buat ku hancur


🎵Ku tak akan mengulang tuk meminta


🎵Satu keyakinan hatiku ini


🎵Akulah yang terbaik untukmu


🎵Akulah yang terbaik untukmu


Lagu yang Bie nyanyikan sudah berakhir sekarang Bie dan Ry sudah berdiri dengan posisi yang berhadapan. Ry terus saja menatap ke arah Bie yang sedang berdiri di hadapan nya.


"Apakah ini mimpi?"


"Mendingan aku cubit lengan aku dulu."


"Awww, sakit."


"Berarti ini tidak mimpi."


"Kamu gak mimpi Ry."


"Selamat malam semuanya, perkenalkan nama saya Habie Aprilio Saputra. Anak dari Hadi Saputra dan Lili Aprilia saya biasa di panggil Bie. Malam ini di hadapan keluarga besar om Dikin, Tante Eli dan keluarga saya. Saya ingin menjalin hubungan yang serius dengan putri om Dikin dan tante Eli yang bernama Mentary Tri Putri. Saya ingin bertunangan dengan Mentary, apakah Mentary mau menjadi tunangan saya?" Bie mengeluarkan sebuah kotak dari kantong sakunya lalu dia berlutut di hadapan Ry sambil membuka sebuah kotak berwarna merah muda di dalam kotak tersebut terdapat sebuah cincin bermata putih.



"Iya." Ry berbicara dengan suara yang pelan hanya terdengar oleh Bie.


"Apa? adek gak mau bertunang dengan nak Bie." Papa yang tidak mendengar suara putri bungsunya segera berdiri dari tempat duduknya. Papa berjalan menghampiri Bie dan Ry.

__ADS_1


"Mentary jawab pakai mikrofon ya biar yang lain dengar, aku ulangi lagi ya. Apa Mentary mau bertunangan dengan aku?" Setelah itu Bie memberikan mikrofon kepada Ry.


"Ry mau bertunangan dengan abang Bie." Ry mengambil mikrofon dari tangan Bie lalu dia berbicara dengan menggunakan mikrofon.


"Nak Bie padahal tadi siang katanya dia tidak mau bertunangan dengan nak Bie, ini dia kok malah langsung mau." Papa yang sudah berdiri di samping Ry.


"Ah papa, itu kan tadi siang Ry gak tahu kalau cowok yang mau di jodohkan sama Ry itu abang Bie. Kalau Ry tahu bakal di jodoh sama abang Bie, Ry bakal langsung mau," kata Ry.


"Om saya izin mau memasang cincin ke jari manis putri om, boleh kan?" Bie melihat ke arah papa Ry, dia sudah memegang mengambil cicin dari kotaknya.


"Silahkan nak Bie." Papa mengambil kotak berwarna merah muda di tangan Bie, lalu papa memberikan izin kepada Bie untuk memasang cicin di jari manis Ry.


Setelah mendapatkan izin dari papa Ry barulah Bie berani memasang cincin di jari manis Ry yang berada di sebelah kiri. Bie sudah memasang cincin di jari manis Ry.



Cup


Setelah itu Bie mencium punggung tangan Ry, seluruh keluarga yang berada di dalam ruangan tersebut memberikan tepuk tangan terhadap Bie dan Ry.


Proookk.......... Proookk


Bie pun berdiri dari tempat tersebut, Ry yang mendapatkan prilaku romantis dari Bie pun merasa malu sehingga pipi chubby Ry memerah. Bie menatap wajah Ry yang terlihat memerah seperti tomat semakin membuat dia gemas ingin segera mencubit nya. Malam ini Ry terlihat begitu cantik memakai baju kebaya lengan pendek serta rok panjang.



"Nak Bie, sini mikrofon om mau bicara." Papa mengulurkan tangan kepada Bie.


"Ini om." Bie menyerahkan mikrofon ke tangan papa Ry.


"Assalamu'alaikum wr wb, dengan ini secara resmi nak Habie Aprilio Saputra dan Mentary Tri Putri sudah resmi bertunangan. Enam bulan dari sekarang mereka akan mengadakan pernikahan, mari kita do'akan bersama semoga semua berjalan lancar sampai menuju hari pernikahan." Papa berbicara sambil memegang mikrofon.


"Aamiin."


"Om kenapa harus nunggu 6 bulan lagi kami menikah?" Bie yang merasa sudah tidak sabar untuk segera menikahi Ry.


"Hari baik untuk pernikahan kalian berdua itu 6 bulan lagi." Papa berbicara sambil menjauhi mikrofon dari mulutnya.


"Bukan kah semua hari itu baik untuk menikah om, kenapa harus menunggu selama itu om?"


"Om selalu memakai perhitungan Jawa yang berdasarkan hari weton untuk menikahkan semua putri om, om melakukan hal tersebut agar rumah tangga putri om langgeng. Jadi mau tidak mau kamu harus menurutti tradisi tersebut."


"Sudah lah abang Bie 6 bulan cuma sebentar, bahkan abang Bie sudah menunggu Ry selama 3 tahun." Ry memegang bahu Bie agar Bie tidak lagi berdebat, Ry juga tidak ingin nasib rumah tangganya dengan Kevin yang seumur jagung itu terulang kembali dengan Bie. Ry mau pernikahan seperti mama dan papa yang langgeng bahkan sudah sampai kakek dan nenek.


"Kamu benar Ry." Bie membenarkan ucapan Ry.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2