
"Sayangi dirimu sendiri, soalnya yang benci udah banyak."
"Kamu pilih mana Garuda atau Angka?" Bie mengeluarkan sebuah koin dari saku bajunya.
"Garuda," jawab Ry.
"Kalau begitu aku angka." Bie melemparkan uang tersebut ke atas setelah itu dia menangkap uang itu dan meletakkan uang tersebut di punggung tanganya.
"Ya angka." Ry melihat uang tersebut bergambar angka.
"Berarti aku dulu yang giring bola." Setelah itu Bie mulai mengiringi bola ke arah gawang tim lawan.
Ry segera belari mengejar Bie yang mengiring bola mendekati ke arah gawang. Bie yang hendak mengoper bola ke arah si anak laki-laki berada tidak jauh dari samping ternyata bola tersebut sudah di rebut oleh Ry. Dengan mudah Ry mengiringi boleh tersebut ke arah tim lawannya.
Ry mengoper bola tersebut ke arah si anak perempuan yang berada di dekat gawang. Si anak perempuan tersebut menerima operan bola dari Ry lalu dia mencoba menendang bola ke arah gawang tapi gagal.
Hingga babak pertama selesai kedua tim sama sekali belum ada yang mencetak gol sehingga mereka memutuskan untuk beristirahat duduk di atas rumput yang ada di halaman rumahnya. Lima belas menit kemudian mereka melanjutkan pertadingan sepak bola mereka saling mengejar bola agar bisa mencetak gol.
Beberapa menit kemudian berlalu tetapi belum ada dari tim mereka yang mencetak gol sehingga selesai pertadingan tidak ada dari salah satu tim yang berhasil mencetak gol sehingga mereka melakukan tendang finalty.
Tim perempuan terlebih dahulu melakukan tendang finalty, seorang anak perempuan sudah berada di posisi nya lalu dia mulai menendang bola tendang si anak perempuan tersebut berhasil di tangkap kiper dari tim laki-laki. Sekarang tim laki-laki yang akan menendang bola. Si anak laki-laki sudah berdiri di depan bola lalu dia menendang bola dengan kencang sehingga melambung tinggi menyentuh tiang gawang.
Kedua tim belum ada yang berhasil mencetak gol sekarang yang tersisa belum menendang di kelompok perempuan yaitu Ry sedangkan di kelompok laki-laki Bie. Ry sudah berdiri di depan bola tersebu.
"Bismillah." Setelah itu Ry menendang bola ke arah gawang. Bola tersebut melayang ke arah gawang kiper mencoba menangkap bola tersebut tenyata gagal.
"Yeah kak Ry berhasil." Semua anak perempuan bersorak histeris melihat bola yang Ry tendang berhasil.
"Yeyeye Ry berhasil." Ry yang melihat hal itu melompat ke girangan.
"Abang Bie harus bisa gol."
"Iya abang Bie jangan mau kalah ama kak Ry.
"Abang mau nendang bola dulu." Bie terlihat bahagia melihat Ry lompat kegirangan. Bie sudah berdiri di dekat bola tersebut lalu Bie mulai menedang bola tersebut.
"Mudah-mudahan gak gol." Rumah berdoa tendangan Bie tidak gol.
"Aamiin." Anak perempuan mengaminikannya.
Ternyata tendangan dari Bie dapat di tangkap oleh kiper tersebut sehingga kelompok perempuan yang menang.
Setahun Kemudian........
Selama satu tahun itu hanya Bie seorang lah laki-laki yang selalu berada di sisi Ry begitu pun sebaliknya Ry menjadi satu-satunya perempuan yang berada di sisi Bie. Dimana ada Bie pasti di situ ada Ry begitu pun sebaliknya dimana ada Ry maka di situ pasti ada Bie mereka sudah seperti perangko dengan amplop yang sudah menempel tidak bisa di pisahkan.
__ADS_1
Padahal selama itu mereka tidak memiliki status hubungan, tetapi seluruh mahasiswa di kampus menganggap mereka pasangan best couple yang kemana-mana pergi selalu bersama sehingga membuat beberapa mahasissi menjadi iri dengan hubungan mereka.
Seperti sekarang Bie dan Ry sedang berada di perpusatakaan kampus. Ry sedang duduk di bangku yang berada di samping Bie.
"Benaran kamu bisa bantu aku buat skripsi?"Bie yang meragukan Ry karena Ry adek tingkatan di bawah dia, Bie juga sudah beberapa kali konsul dengan dosen pembimbing selalu di suruh mengulang skripsi nya membuat dia tampak stres.
"InsyaAllah Ry bisa."
"Kamu yakin?"
"InsyaAllah Ry yakin, Bie dulu waktu Ry kelas 1 SMK sudah bantu mbak Fina buat skripsi nya."
"Mbak Fina siapa?" tanya Bie penasaran.
"Mbak kandung Ry yang pertama."
"Kamu bantu dia sendiri buat skripsi nya?"
"Lebih tepatnya kita buat bersama, mbak Fina, mbak Lia dan Ry. Karena kita itu bersaudara saat yang satu ngalamin kesulitan maka yang lain akan membantu sehingga kota kerjakan bersama. Di kerjakan bersama malah cepat selesai."
"Aku jadi iri deh sama kamu punya saudara, mana kalian kompak lagi. Kapan kamu mau kenalin aku ke saudara kamu?"
"Kita lebih sering ribut dari pada kompaknya. Abang Bie wisuda dulu baru Ry kenalin sama kedua mbak Ry yang cantik-cantik."
"Tetap aja bagi Aku kamu yang paling cantik."
Dua minggu kemudian setelah skripsi Bie di terima oleh dosen pembimbing maka hari ini Bie akan sidang skripsi. Ry sudah berada di kampus lalu Ry berjalan buru-buru ke arah ruangan tempat sidang skripsi.
"Maaf abang, apa aku boleh tanya?" Ry menghampiri seorang kakak seniornya yang sekelas dengan Bie.
"Mau tanya apa?"
"Apa abang Bie udah sidang?" tanya Ry.
"Bie belum datang."
"Apa? dia belum datang." Ry terkejut lalu dia menjadi gusar karena Bie belum datang.
"Coba kamu telpon Bie."
"Baiklah, terimakasih abang." Setelah mengatakan itu Ry berjalan menjauh dari ruangan tersebut.
Ry mengeluarkan ponsel yang berada di saku almaternya. Ry menghubungi nomor ponsel Bie.
Tuuut......... Tuuutt
__ADS_1
"Kamu dimana?"tanya Ry.
"Walaikumsalam Ry," kata Bie.
"Assalamu'alaikum, abang Bie dimana? apa abang Bie lupa hari ini abang Bie ada sidang skripsi? sidang skripsi sudah di mulai tapi abang Bie belum juga datang." Ry yang terus saja ngerocos tanpa berhenti.
"Walaikumsalam, aku lagi otw nih Ry. Tapi jalanan macet ada kecelakaan di depan. Mungkin aku akan datang terlambat sidang skripsi Ry." Bie berbicara dengan suara yang lemah sambil dia gusar menjambak rambutnya.
"Emang Abang Bie bawak kendaraan apa?" tanya Ry.
"Mobil soalnya mami mau ikut tadi," jawab Bie.
"Cepatan sherlock posisi abang sekarang." Setelah mengatakan itu Ry mematikan panggil telpon. Ry membuka sherlock yang dikirim oleh Bie.
Ry membawa motor dengan kecepatan tinggi, Ry menyalip semua kendaraan yang berada di depan nya. Ry sudah berada di jalan raya yang terjadi kemacetan lalu Ry mulai mencari keberadaan mobil Bie. Ry menemukan mobil Bie yang terjebak kemacetan lalu Ry segera mengendari motor dengan menyalip mobil agar bisa mendekati mobil Bie.
Tok....... Tok
Ry mengetuk kaca jendela mobil Bie, yang berada di sebelah mami Bie. Bie yang menoleh ke arah kaca jendela mobilnya di ketuk oleh seorang yang memakai helem. Bie merasa yakin bahwa itu Ry karena itu helem yang biasa di pakai Bie.
"Mami, Bie pergi dulu ya." Bie membuka safety belt, lalu dia mengambil tas ransel serta almamaternya. Bie menyalim punggung tangan mami nya.
"Pergi kemana?" Mami melihat Bie sudah keluar dari mobil nya.
"Ke kampus." Bie menutup pintu mobilnya.
Bie dan Ry sudah berada di parkir kampus, mereka segera berlari ke arah ke ruangan sidang skripsi. Mereka sudah sampai di depan ruang sidang skripsi dengan ngos-ngosan karena berlari.
"Habie." Nama Bie di panggil di suruh masuk ke dalam ruang sidang.
"Aku masuk dulu ya Ry." Bie berpamitan kepada Ry.
Satu jam berlalu Ry sudah berdiri di dekat ruangan sidang sambil berjalan mondar mandir.
Kenapa lama sekali?
Apa Abie tidak lulus?
Ya Allah semoga abang Bie lulus
Aamiin
Ceklek....... Ceklek
Pintu terbuka Bie berjalan keluar dengan wajah yang terlihat lesu.
__ADS_1
"Gimana hasiinya abang?" Ry yang merasa tidak sabar segera menghampiri Bie.
...~ Bersambung ~...