Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Menantu Serasa Pembantu


__ADS_3

"Aku bisa menghitung seberapa besar gaya gesek dalam benda, tapi aku tidak bisa menghitung seberapa banyak cintaku ❤ padamu."


Dengan terpaksa Ry kembali mencuci peralatan makan tersebut. Bunda berjalan menjauh dari westafel lalu Bunda berdiri sambil bertegak pinggang melihat Ry mencuci peralatan makan tersebut. Ry sudah selesai mencuci peralatan makan lalu dia mencuci tangan mengunakan air dari kran yang berada di westafel tersebut. Ry melihat telapak tangannya yang berkerut.


"Sekarang cepatan ikut tante," kata Bunda.


"Baik tante." Ry membalikkan badan lalu dia mengelap tangan yang basah mengunakan ujung bajunya. Ry berjalan mengikuti bunda yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Bunda berjalan masuk ke dalam kamarnya, bunda sudah berada di dalam kamarnya.


"Kamu kenapa berdiri di depan pintu? cepatan masuk ke sini." Bunda membalikkan badan, dia melihat Ry yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"Emang boleh Ry masuk di dalam kamar tante?" Ry terlihat ragu untuk masuk ke dalam kamar bunda, dia takut di marah ama bunda.


"Kamu itu kalau punya telinga di pakai baik-baik, apa kamu tidak dengar tadi aku sudah menyuruh kamu masuk," jawab bunda.


"Ry denger tante." Ry berjalan masuk ke dalam kamar bunda.


"Apa kamu bisa pijat?" tanya bunda.


"Insyallah bisa, apa tante mau Ry pijat?" Ry yang sudah berdiri di hadapan bunda.


"Iya." Bunda naik keatas tempat tidurnya lalu dia berbaring diatas tempat tidurnya.


"Tante tengkurap dulu." Ry menyuruh bunda untuk merubah posisi tidurnya menjadi tengkurap.


"Iya." Bunda membalikkan badannya menjadi tengkurap.


"Tante minyak buat pijat mana?" tanya Ry.


"Ambil aja di meja rias." Bunda menyuruh Ry untuk mengambil minyak pijat di meja rias nya.


"Yang minyak Zaitun ini kan tan?" Ry mengambil sebotol minyak Zaitun di atas meja rias.


"Cepatan kamu pijatnya." Bunda yang tidak sabar menyuruh Ry untuk cepatan memijat betisnya.


"Maaf ya tante Ry naikin baju gamisnya." Ry sudah duduk di atas tempat tidur lalu dia menaikan baju gamis bunda. Dia mengoleskan minyak zaiitun di di bagian betis bunda. Setelah itu Ry memijat betis bunda yang sudah ada minyak Zaitun nya.


"Pijatnya jangan cuma di situ-situ aja, naik lagi ke atas." Bunda berbicara dengan nada yang ketus sambil menyuruh Ry untuk berpindah memijak ke bagian paha bunda nya.


"Apa di sini tante?" Ry sudah menaikan tangannya di paha bunda, Ry memijat bagian paha bunda.

__ADS_1


"Iya, kok gak ada rasanya pakai tenaga kamu mijetnya." Bunda menyuruh Ry memijat mengunakan tenaga nya.


"Iya tante." Ry mengunakan tenaga yang ada untuk memijat bagian paha bunda.


"Tambah lagi tenaganya kan udah makan banyak tadi." Bunda menyuruh Ry untuk menambah tenaganya memijat bagian pahanya.


"Ini udah Ry tambah tenangnya buat pijat tante." Ry sudah memakai tenaga yang ada untuk memijat bunda.


"Lumayan juga pijatan kamu, dari pada aku ke tukang pijat sayang uangnya mendingan nyuruh kamu mijetin aku." Bunda memuji pijatan Ry yang lumayan menurut nya, selain itu bunda juga sayang mengeluarkan yang untuk membayar tukang pijat mendingan uangnya dia pakai untuk uang jajan Jojo.


"Ry sering mijetin mama di rumah." Ry memeberitahukan kepada bunda bahwa Ry sering memijat mamanya.


"Kalau begitu seminggu 3 kali, kamu mijetin aku." Bunda menyuruh Ry untuk dalam seminggu 3 kali memijat Bunda.


"Insyallah tante," kata Ry.


"Jangan disitu aja pijatnya pindah ke yang sebelah." Bunda menyuruh Ry pindah memijat ke betis yang di sebelahan.


"Baiklah tante." Ry pun memijat betis yang berada di sebelahnya.


Ry terus memijat betis bunda, Ry heran tidak mendengarkan suara bunda lagi


Bunda tidak menjawab panggilan Ry, Ry yang sudah selesai memijat betis dan paha bunda lalu melihat ke arah bunda. Ry melihat bunda yang sudah tertidur, pantas saja Ry tidak mendengar suara bunda yang cerewe lagi. Ry merasa legah bunda sudah tertidur, lalu dia turun dari tempat tidur. Ry berjalan ke arah pintu dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan bunda.


"Mbak Ry sedang apa?" Jojo yang sudah berdiri dihadapan Ry.


"Astagfirullah, Jojo kagetin Ry aja." Ry yang sudah berdiri di depan pintu kamar bunda terkejut saat mendapati Jojo sudah sudah berdiri di depan pintu kamar Bunda.


"Lah kok mbak Ry kaget?" Jojo yang melihat ke arah Jojo.


"Habis, kamu udah di depan pintu kamar aja," jawab Ry.


"Bunda mana mbak?" tanya Jojo.


"Tidur, kamu gak tidur?" tanya Ry.


"Mbak sendiri gak tidur?" Jojo bertanya balik kepada Ry.


"Nih anak benar-benar deh, Ry tanya dia malah dia tanya balik ama Ry." Ry berjalan keluar dari kamar Bunda sambil berguman.


"Emang ada yang salah dengan pertanyaan aku mbak?" tanya Jojo.

__ADS_1


"Gak ada," jawab Ry.


Sore Harinya..........


Ry mengangkat semua pakaian yang ada di jemuran. Ry membawa semua pakaian tersebut dengan mengunakan bahunya. Ry berjalan masuk kedalam rumah sambil membawa semua pakaian yang tadi pagi Ry cuci dan di jemur oleh Ry.


Ry sudah berada di ruang keluarga yang berada di tengah dekat dengan kamar bunda. Bunda yang baru saja keluar dari kamar.


"Kamu kenapa kenapa tidak membangun aku?" Bunda melihat ke arah Ry yang punggungnya penuh dengan pakaian mereka bertiga.


"Maaf Ry tadi gak tega membangunkan Bunda, Bunda pakaian ini mau di letakkan dimana?" tanya Ry.


"Tunggu sebentar aku ambilkan." Bunda berjalan masuk kedalam kamarnya lalu dia meletakkan sebuah keranjang kotor di depan Ry.


"Apa semua pakaian di masukan dalam keranjang ini?" Ry sengaja bertanya kepada Bunda karena Ry tidak mau di salahkan atau kena marah oleh Bunda.


"Cepat masukan semua ke keranjang." Bunda menyuruh Ry memasukan semua pakaian ke dalam keranjang.


"Iya tante." Ry memasukkan semua pakaian kedalam keranjang tersebut.


"Natik malam kamu setrika semua pakaian di dalam keranjang ini." Bunda menyuruh Ry untuk menyeterika semua pakaian yang berada pada di dalam keranjang tersebut.


"Keranjang ini mau di letak dimana tante?" tanya Ry.


"Kamu masukan ke dalam kamar aku." Bunda menyuruh Ry untuk memasukkan keranjang tersebut ke dalam kamarnya.


"Baiklah bunda."Ry mengangkat keranjang yang berisi pakai mereka ke dalam kamar bunda.


"Kalau sudah kamu taruk di sana, kamu sapu rumah." Bunda menyuruh Ry menyapu rumahnya.


"Iya bunda." Ry meletakkan keranjang pakai tersebut ke dalam kamar bunda.


Setelah itu Ry mencari sapu untuk menyapu lantai rumah. Ry mencari sapu di semua ruangan yang ada di dalam rumah tetapi Ry tidak menemukan sapu. Ry berjalan ke arah teras rumah untuk mencari sapu. Saat Ry sudah berada di teras rumah, Ry melihat Jojo yang sedang menyapu teras rumah.


"Jojo sini sapunya." Ry meminta sapu kepada Jojo.


"Gak mau mbak." Jojo mengeleng kepalanya.


Terdengar suara motor yang berhenti di depan rumah bunda. Jojo dan Ry menoleh secara bersamaan ke arah motor tersebut.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2