Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Ry Jadi Inem


__ADS_3

"Ternyata benar menerima duit lebih menyenangkan dari pada menerima kenyataan."


FlashOn...............


Esokan paginya alarm yang Ry pasang di ponselnya berdering. Ry yang matanya masih tertutup mulai meraba di samping bantalnya untuk mencari keberadaan ponselnya. Saat Ry meraba-raba mencari ponselnya Ry memegang sesuatu.


"Singkirkan tangan mu dari wajah aku." Kevin yang mendengar bunyi alarm dari ponsel Ry sudah bangun, hanya saja Kevin sengaja tidak membuka matanya. Tiba-tiba saja tangan Ry sudah berada di wajah Kevin. Ry meraba wajah Kevin dengan mata tertutup.


"Eh maaf Ry gak sengaja." Ry yang mendengarkan suara Kevin segera membuka kedua matanya. Ry terkejut ketika melihat tangan sudah berada di wajah Kevin. Ry segera menarik tangannya dari wajah Kevin.


"Cepat matikan alarm dari ponsel kamu." Kevin menyuruh Ry mematikan alarm dari ponsel, dia berbicara kepada Ry dengan mata tertutup.


"Nih udah Ry matikan alarmnya." Ry segera mengambil ponsel yang berada agak jauh dari bantalnya lalu dia mengambil ponsel tersebut. Ry mematikan alarm pada ponsel tersebut.


"Kamu mau kemana?"Kevin merasa tempat tidurnya yang bergerak, seperti Ry turun dari tempat tidur.


"Biasa Ry mau jadi inem." Ry sudah turun dari tempat tidur.


"Apa maksud kamu?" Kevin tidak mengerti dengan ucapan Ry lalu dia membuka kedua matanya menoleh ke arah Ry yang sudah berdiri di samping tempat tidur.


"Ry mau mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga seperti yang inem lakukan itu makannya Ry bilang kalau Ry mau menjadi Inem," kata Ry.


"Oo.... jadi begitu maksud kamu." Kevin menganggukan kepalanya itu menandakan bahwa dia sudah mengerti dengan ucapan Ry.


"Iya." Setelah mengatakan itu Ry berjalan meninggalkan kamar.


Setelah kepergian Ry maka Kevin pun, mencerna ucapan yang di lontarkan oleh Ry. Sebenarnya ada rasa sedih pada diri Kevin saat mendengar ucapan Ry yang menganggap dirinya sebagai Inem yaitu pembantu. Padahal Kevin tidak pernah menanggap Ry itu sebagai Inem.

__ADS_1


Hal itu menganggu pikiran Kevin sehingga Kevin memutuskan untuk bangun dari tempat tidur. Kevin turun dari tempat tidurnya, dia segera berjalan keluar dari kamar. Saat Kevin sudah berada di depan pintu kamarnya dia berpapasan dengan Ry yang membawa sapu.


"Kamu mau apa?" tanya Kevin.


"Mau masak." Ry berbicara dengan ketus kepada Kevin, Ry kesal dengan Kevin sudah tahu Ry sedang memegang sapu malah bertanya Ry mau ngapain. Apa Kevin tidak melihat bahwa Ry memegang sapu.


"Emang bisa masak pakai sapu?" Kevin tersenyum melihat wajah Ry yang terlihat kesal.


"Gak bisa, harus mase udah tahu lah lah Ry bawak sapu itu mau ngapain. Gak perlu pakai nanya segala buang-buang waktu Ry aja." Ry berjalan sambil menghentakan kakinya.


"Sini biar aku aja yang nyapu, kamu masak aja sana bantu bunda." Kevin berjalan menghampiri Ry lalu dia merebut sapu dari tangan Ry.


"Ya udah kalau gitu, nyapunya yang bersih ya mase." Ry membiarkan Kevin mengambil sapu dari tangannya.


"Harus bersih lah kalau gak istri aku ada kumis nya," kata Kevin.


"Emang Ry ada kumisnya?" tanya Ry.


"Ah, benar menyebalkan mase." Ry yang bertambah kesal karena Kevin malah tertawa bukan menjawab pertanyaan Ry. Ry berjalan sambil menghentakkan kakinya ke arah dapur.


Kevin membalikkan badan saat mendengarkan Ry yang berjalan sambil menghentakkan kakinya. Ketika Kevin sudah membalikkan badan dia melihat Ry yang menghentakan kaki. Kevin melihat tingkah Ry seperti itu menjadi tersenyum.


Sesampainya Ry di dapur melihat bunda yang berada di depan kompor.


"Lah kamu sudah selesai nyapu rumahnya?"Bunda yang mendengar langkah kaki seorang membalikkan badannya lalu bunda melihat Ry yang sudah berada di dapur.


Ry terdiam sambil berpikir untuk menjawab pertanyaan bunda tanpa di marahin bunda. Soalnya Ry takut kalau bunda marah-marah ama Ry.

__ADS_1


"Lah kamu kok di tanyain diam aja." Bunda melihat Ry hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dia.


"Eh, iya tante." Ry yang tersadar dari lamunan lalu dia melihat ke arah bunda.


"Kamu belum jawaban pertanyaan saya ." Bunda yang berbicara dengan nada yang ketus kepada Ry.


"Ry tidak nyapu tante," kata Ry.


"Kenapa kamu tidak nyapu rumah? padahal kamu kan tahu tugas kamu di sini itu nyapu rumah, nyapu halaman rumah, nyuci piring kotor, nyuci baju, nyiram tanaman dan nyetrika pakaian." Bunda berbicara sambil berdecak pinggang.


"Mase yang nyapu rumah." Ry yang melihat bunda sudah berdecak pinggang lalu Ry menundukkan kepalanya merasa takut. Ry melihat bunda itu kalau marah seperti mak lampir.


"Dasar kamu ini, bisa-bisa kamu menyuruh anak saya nyapu rumah." Bunda membalikkan badan mematikan kompornya lalu dia menghampiri Ry yang berdiri sambil menundukkan kepala.


"Ry gak nyuru mase tapi mase sendiri yang mau menyapu rumah." Ry menjelaskan kepada bunda bahwa dia tidak menyuruh Kevin untuk menyapu rumah melainkan Kevin sendiri yang mau menyapu rumah. Kevin sendiri yang sudah merebut sapu dari tangan Ry.


"Heleh, itu alasan kamu aja. Kamu itu benar-benar tidak tahu diri. Kalau orang tua bicara di tatap mukanya bukan lihat kebawah." Bunda yang sudah berdiri di hadapan Kevin sambil berdecak pinggang.


"Maaf tante." Ry menarik nafas secara berlahan-lahan lalu dia menghembuskan nafasnya setelah itu Ry mengangkat wajah menatap bunda.


"Kali ini saya maafin kamu tapi jangan kamu ulangi lagi.Sekarang cepat kamu kerjakan perkerjaan yang lain." Bunda memaafkan Ry sambil memperingati Ry untuk tidak lagi melakukan menyuruh Kevin menyapu rumah. Setelah itu bunda menyuruh Ry mengerjakan tugas yang lain.


"Terimakasih, baiklah Ry mau mengerjakan pekerjaan rumah yang lain." Ry merasa legah bunda mau memaafkan Ry. Ry berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci pakaian satu keluarga.


Walaupun Ry terlahir sebagai putri bungsu di keluarganya tapi mama selalu menyuruh Ry mengerjakan semua pekerjaan rumah terkecuali memasak. Sehingga Ry sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah. Dulu sewaktu Ry masih SMK maka selalu menyuruh Ry untuk mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat sekolah sehingga Ry sudah terbiasa melakukan perkerjaan rumah.


Ry hanya tidak bisa memasak kalau memmasak itu mama yang melakukan nya sendiri. Mama tidak suka saat memasak di ganggu oleh orang lain termasuk itu anaknya sendiri yaitu Ry. Jadi kalau mama sedang memasak di rumah maka kami anaknya tidak akan membantu, kalau kami mau ikut membantu mama memasak di dapur. mama akan menyuruh kami untuk melakukan perjalanan yang lain.

__ADS_1


Mama itu hobinya memasak makanya saat memasak dia tidak mau di ganggu oleh siapapun termasuk kami para anaknya.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2