Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Ngobrol Dengan Kevin


__ADS_3

"Rindu tidak di ciptakan oleh jarak, tetapi oleh perasaan. Kamu merindukannya bukan karena dia jauh, namun karena dia telah ada di hatimu."


"Bagaimana Bubu bisa tahu?" Ry terkejut saat Bukan mengetahui bahwa Ry sudah menikah dengan Kevin.


"Ah ternyata benar feeling aku kalau Ryry sudah menikah dengan dia, siapa nama suami Ryry?" tanya Bulan.


"Bubu tolong rahasiakan pernikahan kami dari abang Arlan." Ry memasang wajah memelas kepada Bulan agar Bulan mau merahasiakan pernikahan mereka.


"Kenapa harus di rahasiakan?" Bulan yang penasaran.


"Kami cuma menikah sirih Bubu," jawab Ry.


"Jangan kalian ke gerbek lagi anu-anu ya." Bulan yang mendengar Ry nikah sirih langung pikiran travelling.


"Di gerbek benar tapi gak lagi anu-anu cuma berpelukan aja di atas tempat tidur," kata Ry.


"Masak sih?" Bulan tidak percaya dengan perkataan Ry.


"Iya, kalau Bubu gak percaya dengan omongan orang hidup percaya aja omongan orang mati," kata Ry.


"Kok Ryry gitu ngomong nya, wajar aja aku gak percaya mana mungkin laki-laki dan perempuan berada di atas tempat tidur tidak melakukan anu-anu," kata Bulan.


"Pokoknya Ry tegas ama Bubu kalau Ry ama Dy belum melakukan anu-anu." Ry berbicara kepada Bulan dengan suara yang ketus.


"Kalau sekarang kalian harus melakukan anu-anu mah udah bebas soalnya udah lebel halal," kata Bulan.


"Pokoknya Ry mau Bubu rahasiakan pernikahan sirih Ry dengan dia, bisakan?" Ry memasang wajah memohon kepada Bulan.


"Insyaallah, terus sampai kapan kalian akan merahasiakan pernikahan sirih ini?" tanya Bulan.


"Sampai kaki menikah resmi," jawab Ry.


"Kapan kalian mau nikah resmi?" tanya Bulan.


"Untuk saat ini kami belum tahu Bubu," jawab Ry.


"Selamat ya Ryry sudah menikah." Bulan memeluk badan Ry.


"Makasih Bubu." Ry membalas pelukan badan Bulan.


"Apa Ryry gak mau kenalin aku ama suami Ry?" Bulan melepaskan pelukannya dari Ry.


Arlan dan Kevin duduk di bangku teras rumah Ry. Mereka melihat ke arah Bulan dan Ry yang berada jauh dari mereka.


"Mereka itu ngapain sih di sana?" tanya Arlan.

__ADS_1


"Ntalah aku gak tahu." Kevin menangkat bahunya.


"Ah padahal aku pengen berduaan dengan Bulan," kata Arlan.


"Mase, Bubu mau berkenalan." Bulan dan Ry sudah berada di hadapan Kevin dan Arlan.


"Aku Bulan." Bulan mengulurkan tangan ke arah Kevin.


"Kevin." Kevin melihat ke arah Arlan, Arlan memberikan kode kepada Kevin sehingga akhirnya Kevin menjabat tangan Bulan setelah itu Kevin melepaskan tangan Bulan.


Esokan Harinya ........


Pagi harinya setelah sarapan pagi mama, papa, Kevin dan Ry berangkat ke kota P dengan menggunakan mobil. Papa mengendarai mobil sedangkan Kevin duduk di bangku yang berada di samping bangku papa. Mama dan Ry duduk di bangku yang berada di tengah.


Sepanjang perjalanan papa dan Kevin mengobrol tentang banyak hal, seperti tentang perkerjaan papa. Papa juga menceritakan almarhum Adhitama yaitu ayah Kevin.


"Apa nak Kevin haus?" Papa yang fokus menyetir melihat ke arah depan.


"Iya papa." Kevin merasa haus.


"Adek kasih nak Kevin minum." Papa menyuruh Ry untuk memberikan minum buat Kevin.


"Nih mase." Ry memberikan sebotol air mineral kepada Kevin yang duduk di bangku yang berada di samping papa.


"Iya, makasih Tary." Kevin mengambil botol air mineral dari tangan Ry.


"Tidak, glug glug." Kevin membuka botol air mineral tersebut lalu dia meminum air yang berada dalam botol tersebut.


"Ya udah kalau gak mau." Ry memakan snack.


Mobil yang papa sudah memasuki daerah M, di perjalanan itu banyak tikung tajam dan curam. Sehingga papa harus fokus menyetir sambil melihat ke arah depan.


"Papa mau gantian?" Kevin yang kasihan melihat dari tadi papa menyetir mobil.


"Apa nak bisa nyetir mobil?" Papa berbicara tanpa menoleh ke arah Kevin.


"Insyaallah bisa, sebaiknya aku saja yang nyetir mobil." Kevin meminta kepada papa agar dia saja yang menyetir mobil.


"Ya sudah kalau begitu nak Kevin yang menyetir mobilnya." Papa meminggirkan mobilnya lalu dia memberhentikan mobil yang di kendarai. Papa membuka pintu mobil lalu dia turun dari mobil. Papa berjalan ke arah sebelahnya.


"Baiklah papa." Kevin juga melakukan hal yang sama dengan papa. Kevin terlebih dahulu membuka pintu lalu dia turun dari mobil tersebut.


Kevin sudah berada di bangku pengemudi sedangkan papa sudah duduk di bangku penumpang yang berada di samping Kevin.


"Nak Kevin nunggu apa lagi cepat jalankan." Papa menyuruh Kevin untuk melajukan mobil papa.

__ADS_1


"Baiklah papa." Setelah mendengar perkataan papa, Kevin mulai melajukan mobil papa di jalan lintas menuju kota P.


Kevin melajukan mobil dengan kecepatan standar lalu dia menole ke arah sampaing ternyata papa sudah tertidur. Kevin kembali menoleh kedepan, di dalam mobil tersebut hanya Kevin dan Ry yang tidak tertidur. Ry yang terus saja melihat ke arah kaca jendela mobil.


"Kamu kenapa tidak tidur?" Kevin melihat dari kaca spion di dalam mobilnya kalau Ry tidak tidur melainkan melihat ke arah jendela mobil.


"Ry gak ngantuk." Ry menoleh ke arah Kevin yang sedang menyetir mobil papa.


"Kalau gitu kamu temanin aku ngobrol, biar aku gak ngatuk." Kevin meminta Ry buat temanin dia ngobrol agar tidak mengantuk saat menyetir mobil.


"Iya Ry temanin, Mase mau ngobrol tentang apa?" tanya Ry.


"Apa aja," jawab Kevin.


"Lah, jadi bingung nih Ry." Ry sedang berpikir untuk mencari topik yang akan mereka obrolin.


"Kamu bingung kenapa?" Kevin yang melirik Ry dari kaca spion di dalam mobil.


"Kita mau bahas topik apa?" tanya Ry.


"Aku mau bahas tentang kamu, bagaimana?" tanya Kevin.


"Boleh, emang Mase mau bahas apa tentang Ry?" tanya Ry.


"Kamu ngambil jurusan apa kuliah?" tanya Kevin.


"Teknik Informatika," jawab Ry.


"Kenapa kamu ngambil jurusan itu?" tanya Kevin.


"Ry kan SMK ngambil jurusan itu maka nya Ry lanjutin ke kuliah juga ngambil jurusan yang sama," jawab Ry.


"Cita-cita kamu jadi apa?" tanya Kevin.


"Ry mau jadi teknisi komputer atau penulis," jawab Kevin.


"Bukannya teknisi komputer itu biasanya laki-laki, kenapa kamu mau jadi teknisi komputer?" tanya Kevin.


"Iya, maka Ry mau jadi teknisi komputer. Biar keren perempuan jadi teknisi komputer," jawab Ry. S


"Terus kenapa kamu mau jadi penulis?" tanya Kevin.


"Kalau jadi penulis itu cita-cita Ry dari SMP, dulu saat SMP Ry suka nulis Cerpen, puisi dan pantun di mading sekolah. Selain itu Ry mengambil eskul kesenian kayak paduan suara, theater dan tari." Ry menceritakan kepada Kevin tentang cita-cita yang mau menjadi seorang penulis.


"Nama kamu kan Tary apa kamu bisa menari?" tanya Kevin.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


.


__ADS_2