
"Dulu kamu penyemangat, sekarang kamu adalah orang yang tak ingin aku ingat."
"Abang Bie gak lulus ya?" Ry yang sudah berdiri di hadapan Bie, Ry menduga bahwa Bie tidak lulus sidang skripsinya itu terlihat dari wajah Bie yang terlihat lesu.
"Aku______."
"Aku apa abang Bie? cepat katakan." Ry mendesak Bie untuk berbicara.
"Aku lulus Ry." Bie tersenyum lalu dia segera menghamburkan pelukan kepada Ry. Bie yang merasa begitu bahagia karena lulus segera mengendong Ry sambil berputar-putar.
"Abang Bie turunin Ry." Ry meminta Bie untuk menurunkan dia dari gendongan.
"Terima kasih banyak semua ini berkat kamu." Bie masih mengendong Ry sambil berputar-putar.
"Ini bukan berkat Ry saja melainkan karena usaha abang Bie sendiri, udah dong abang pusing kepala Ry.
Tak............... Tak
Terdengar suara langkah kaki seorang wanita yang memakai high heels.
"Habie." Si wanita tersebut semakin berjalan mendekati ke arah Bie yang masih mengendong Ry.
"Mami." Bie berhenti berputar lalu dia segera menurunkan Ry dari gendonganya.
"Kamu apa-apan sih gendong perempuan seperti itu?" Mami berdiri di hadapan Bie, menatap tajam ke arah Bie.
"Mami aku lulus." Bie segera memeluk tubuh mami.
"Selamat ya anak kesayangan mami lulus." Mami membalas pelukan Bie.
"Terimakasih mami." Bie melepaskan pelukan dari tubuh mami.
"Dia itu siapa kamu?" Mami melihat ke arah si perempuan yang tadi di gendong Bie.
"Ry kenalan dulu sama mami aku." Bie menoleh ke arah Ry lalu dia meminta Ry untuk berkenalan dengan mami Bie.
"Perkenalkan nama saya Mentary." Ry menyalim punggung tangan mami Bie.
"Saya mami Habie, kamu punya hubungan apa dengan anak saya?"
"Mami dia itu yang bantu aku buat skripsi." Habie memberi tahu mami bahwa Ry yang membantu dia membuat skripsi.
"Kamu diam dulu, mami itu lagi bicara dengan dia." Mami menyuruh Bie untuk diam.
"Ry cuma adek kelas abang Bie tante." Ry memberitahu mami Bie bahwa dirinya hanya adek kelas.
__ADS_1
"Dia emang adek kelas aku mami di kampus tapi dia itu calon menantu mami." Bie berbicara dengan santai kepada mami nya.
"Tante mereka itu pacaran." Seorang mahasiswa angkat bicara.
"Mereka selalu terlihat kemana-mana berduaan."
"Dimana ada Bie pasti di situ ada Ry begitu juga sebaliknya dimana ada Ry pasti ada Bie."
"Apa itu benar?" Mami melihat ke arah Bie dan Ry secara bergantian.
"Itu tidak benar, kita memang tidak pacar tante," kata Ry.
"Yang di katakan Ry itu benar, bahwa kami gak pacaran karena kedua orang tuanya melarang dia berpacaran," kata Bie.
"Terus kenapa kamu mengatakan dia calon istri?" Mami tampak bingung.
"Mami, ayo kita pulang! semuanya aku pulang dulu." Bie menggandeng tangan mami untuk pergi dari tempat tersebut.
Sebulan bulan kemudian, hari ini bertepatan dengan hari wisudanya Bie. Bie menghubungi nomor ponsel Ry tetapi tidak di angkat oleh Ry. Bie pun mengirim chat ke ponsel Ry. Ry sengaja tidak mengangkat panggil telpon dari Bie. Ry tidak ingin datang ke acara wisuda Bie dia merasa enggan untuk bertemu dengan kedua orangtua Bie.
Ponsel Ry berbunyi ternyata ada chat masuk dari Bie, Ry pun membaca chat dari Bie tersebut.
Ting............... Tong
π"Kamu lagi ngapain?"
π"Kenapa telpon aku gak diangkat?"
π"Maaf, Ry baru bangun abang Bie."
π"Maaf hari ini Ry udah ada janji sama teman lain, jadi gak bisa datang ke wisuda abang Bie."
Setelah Ry mengirim chat balasan kepada Bie, Ry melihat chat tersebut sudah terkirim tetapi belum di baca oleh Bie. Ry menghelah nafasnya beberapa kali, sebenarnya Ry ingin datang melihat Bie wisuda tetapi juga merasa takut bertemu dengan kedua orang tua Bie. Ry sudah memutuskan untuk tidak datang di acara wisuda Bie.
Tok........ Tok
"Ry cepatan buka pintunya ini aku Nunu mau masuk."Nunu yang sudah berdiri di depan pintu kos-kosan Ry sambil mengtuk pintu tersebut.
"Iya sebentar." Ry segera berjalan kearah pintu kos-kosan lalu dia membuka pintu kos-kosan tersebut.
"Kamu baru bangun." Nunu melihat wajah Ry tampak seperti orang yang baru bangun tidur.
"Iya, kamu kesini ada apa?"
"Apa kamu lupa ini acara wisuda abang Bie?"
"Tidak, Ry ingat hari ini abang Bie wisuda. Tadi. dia juga sudah mengirimkan chat ngasih tahu Ry bahwa dia wisuda."
__ADS_1
"Apa kamu tidak mau datang ke acara wisuda abang Bie?"
"Iya."
"Kenapa?"
"Ry takut ketemu dengan kedua orang tuanya."
"Kamu gak usah takut aku bakal nemanin kamu kesana." Nunu menyakinkan Ry untuk tidak takut dia juga akan menemani Ry.
Nunu dan Ry sudah berada di depan Aula kampus. Mereka sedang berdiri sambil mengobrol. Mereka tidak menyadari sepasang suami-istri berjalan ke arah mereka.
"Kamu kenapa masih di sini?" Sepasang suami-istri tersebut berdiri di hadapan Ry dan Nunu.
"Tante Om." Ry menoleh ke arah sumber suara tersebut setelah itu Ry menyalim punggung tangan papi mami secara bergantian.
"Kamu kenapa masih di sini?" tanya mami.
"Ry kan belum wisuda tante jadi nunggu di sini," jawab Ry.
"Dia siapa Mi?" tanya papi.
"Calon menantu, ayo masuk sama mami dan papi!" Mami memegang tangan Ry lalu mami dan Ry berjalan sambil bergandengan tangan ke arah pintu aula sedangkan papi berada di belakang mereka.
Saat berada di depan pintu Aula petugas meminta menujukan undangan. Mami menujukan sebuah undangan yang di peruntukan 3 orang masuk. Petugas menyuruh mereka masuk, mereka berjalan masuk ke dalam aula tersebut. Mereka duduk di bangku yang berada di barisan sama. Ry duduk di samping mami sedangkan di samping mami ada papi.
Tidak lama kami masuk ke dalam aula maka acara wisuda pun di mulai. Acara di awali dengan kata sambutan dari rektor kampus hingga dosen setelah melewati beberapa acara akhirnya masuk lah pada acara inti yaitu setiap mahasiswa yang wisuda akan di panggil satu persatu ke podium.
"Habie Aprilio Saputra." Si pembawa acara menyebut nama Bie.
Habie pun berdiri dari tempat duduk lalu Bie berjalan ke arah podium dengan menggunakan pakai toga.
"Anak mami ganteng kan?" Mami menyenggol lengan Ry.
"Iya tante," jawab Ry.
"Jangan panggil tante tapi mami,"
"Baiklah tante eh mami." Lidah Ry terasa kaku saat menyebutkan mami.
"Nah seperti enak di dengar." Mami tersenyum saat menoleh ke arah Ry.
Acara wisuda pun berakhir mereka sudah berada luar aula.
"Selamat ya abang Bie." Ry mengulurkan tangan ke arah Bie yang berdiri di hadapan nya.
"Terimakasih Ry." Bie menjabat tangan Ry setelah itu dia menarik tangan Ry. Sehingga tubuh Ry sudah berada di dalam pelukan Bie.
__ADS_1
"I Love Ry. " Bie membisikan ke telinga Ry.
...~ Bersambung ~...