
"Entah kenapa seleraku sekarang berubah, dulu suka mie ayam, sekarang suka mie kirin kamu."
"Apa embem lupa mbah uga pernah muda? Mbah juga mengalami yang kayak embem rasakan saat ini yaitu jatuh cinta ama Kevin." Mbah Milah tersenyum melihat ke arah Ry.
"Hehehe, iya juga ya.Mbah Milah kelihatan banget ya kalau Ry sedang jatuh cinta ama mase?" tanya Ry.
"Iya sangat kelihatan kalau embem sudah jatuh cinta kepada Kevin. Mbah merasa senang karena kalian saling mencintai." Mbah Milah merasa bahagia.
"Mbah, apa mase juga punya perasaan yang sama kayak Ry?" Ry masih ragu kalau Kevin memiliki perasaan yang sama seperti Ry rasakan.
"Iya embem," jawab mbah Milah
"Ah, Ry gak percaya kalau mase itu punya perasaan yang sama kayak Ry," kata Ry.
"Kalau embem gak percaya, mbah punya ide yang bisa membuktikan kalau Kevin juga punya perasaan yang sama kayak embem," kata mbah Milah.
"Apa ide mbah Milah?" Ry penasaran dengan ide mbah Milah.
"Sini biar mbah bisikan." Mbah Milah menyuruh Ry untuk mendekat ke arahnya.
"Iya mbah." Ry pun memajukan selangkah untuk lebih dekat dengan mbah Milah.
Mbah Milah membisikkan sesuatu ke telinga Ry, Ry pun mendengarkan ide yang mbah Milah bisikan ke telinga Ry.
Malam semakin larut tetapi Kevin belum juga pulang, sementara mbah Milah, bunda dan Jojo sudah terlelap tidur. Sementara Ry yang sudah mencoba memejamkan matanya sambil memiringkan tubuhnya ke kanan agar bisa tertidur. Tetapi Ry juga tidak bisa tertidur sehingga dia memiringkan badannya ke arah kiri.
Ry masih juga tidak bisa tertidur walaupun sudah membaringkan badannya ke arah kiri. Tiba-tiba Ry mendengar ponsel berbunyi. Ry membaca chat masuk dari ponsel
Ting........ Tong
π©"Good Night Sayang."
π©"Jangan lupa mimpiin aku ya Sayang."
π©"Sayang kepala Lu peyang." Setelah Ry membalas chat dari Abie baru Ry mengerutuki kebodohan yang membalas chat dari Abie.
Lagi-lagi ponsel Ry berbunyi kali ini panggil telpo dari Abie. Ry yang enggan untuk menjawab panggil telpon tersebut. Hingga 3 kali Abie menelpon Ry tetapi tidak di angkat oleh Ry.
π©"Aku tahu Sayang belum tidur."
__ADS_1
π©" Angkat telpon aku."-hh
π©"Kalau Sayang gak angkat telpon aku, lihat saja besok pagi aku udah pasti ada di depan pintu rumah Sayang."
π©"Emang kamu tahu alamat tempat tinggal Ry dimana?" tanya Ry.
π©" Ya tahulah, Simpang Tiga dekat pos polisi. Sayang tinggal di rumah yang sampingnya itu warung sarapan pagi." Abie memberitahukan bahwa dia mengetahui alamat rumah Ry.
π©"Kok kamu bisa tahu Ry tinggal di rumah itu?" tanya Ry.
π©"Abie gitu loh, apa sih yang gak seorang Abie ketahui? sekarang angkat telpon dari aku, atau besok aku pagi aku jemput Sayang buat berangkat kuliah bersama." Abie merasa bangga di bisa mengetahui tempat tinggal Ry.
Setelah membaca chat dari Abie, Ry merasa takut kalau sampai Abie besok pagi datang ke rumah Kevin. Sehingga Ry segera menghubungi nomor Abie.
Tuuutt.......... Tuuutt
π"Halo."
π"Halo juga, baru saja mau aku telepon Sayang eh malah Sayang udah telpon aku duluan,Kayak kita udah sehati nih."
π"Sehati belum tentu sejalan."
π"Belum ngantuk, kamu sendiri juga kenapa belum tidur?"
π"Aku gak bisa tidur habis mikirin Sayang terus.
π"Ngapain juga kamu mikirin aku? lebih baik kamu itu mikirin kakak Desi pacar kamu, dari pada kamu mikirin Ry yang gak ada hubungan apa-apa ama kamu." Ry memberikan saran kepada Abie untuk memikirkan Desi.
π"Desi itu mantan aku, kami sudah putus dan tidak memiliki hubungan apa-apa lagi." Abie menjelaskan kepada Ry bahwa dia dan Desi sudah putus.
π"Ry gak nanya dan gak mau tahu juga tentang hubungan kamu dan kakak Desi." Ry berbicara dengan nada ketus kepada Abie.
π"Aku sengaja kasih tahu Sayang biar gak salah paham," kata Abie.
π"Kamu gak perlu ngasih tahu Ry, soalnya Ry gak butuh." Setelah mengatakan itu Ry mematikan panggil telpon dengan Abie.
Ceklek......... Ceklek
Kevin membuka pintu rumahnya secara berlahan-lahan dia tidak ingin suara pintu terbuka membangunkan mereka yang sudah tertidur. Pintu rumah sudah terbuka Kevin berjalan melewati pintu rumah tersebut lalu Kevin menutup kembali dan menguci pintu rumah.
__ADS_1
Kevin membalikkan badan, saat Kevin sudah membalikkan badannya. Kevin terkejut melihat Ry sedang tertidur dengan beralaskan tikar yang ada di lantai ruangan tamu. Kevin segera menghampiri Ry yang sedang tertidur di lantai.
"Tary bangun." Kevin berjongkok di samping Ry lalu dia membangunkan Ry.
Kevin mencubit pipi Ry dengan jari nya agar Ry terbangun dari tidurnya tetapi Ry juga tidak terbangun. Kevin tidak tega melihat Ry tertidur di lantai akhirnya Kevin mengendong Ry. Kevin mengendong Ry seperti bridel style lalu dia berjalan sambil mengendong Ry ke arah kamarnya.
"Ah lumayan berat juga nih anak," Kevin bergumam.
Kevin sudah berada di samping tempat tidur lalu Kevin menurunkan tubuh Ry secara berlahan-lahan di atas tempat tidur agar Ry tidak terbangun dari tidur. Kevin menarik selimut sehingga selimut tersebut menutupi tubuh Ry sampai di bagian dada Ry.
"Cup." Kevin yang masih berdiri di pinggir tempat tidur lalu dia menundukkan kepalanya. Kevin merapikan rambut yang berada di wajah Ry setelah itu Kevin mengecup kening.
Pagi harinya Jojo, bunda dan mbah Milah sudah bergantian mengetuk pintu kamar Kevin dan Ry untuk membangunkan mereka tetapi mereka tidak juga bangun. Mereka masih tertidur di bawah selimut dengan posisi Ry memeluk tubuh Kevin seperti memeluk bantal guling.
Drrrtt...... Drrrtt
π"Assalamu'alaikum." Ry mendengar bunyi ponselnya mulai membuka kedua matanya secara berlahan-lahan setelah itu Ry segera meraih ponsel yang berada di samping tempat tidur. Ry menggeser tanda panah pada ponsel tersebut untuk mengangkat panggilan ponsel tersebut.
π"Walaikumsalam, Ry sekarang dimana?" tanya Nunu.
π"Tempat tidur, kenapa Nunu?" tanya Ry.
π"Kita ada mata kuliah pagi ini." Nunu memberitahukan Ry kalau pagi ini mereka ada mata kuliah.
π"Apa? Nunu tahu dari siapa?" Ry terkejut saat mendengar omongan Nunu.
π"Ketua kelas, cepat Ry kekampus." Nunu menyuruh Ry untuk segera ke kampus.
π"Baiklah Nunu." Ry segera mengakhiri panggil telpon dengan Nunu.
Ry sedang berjalan terburu-buru menuju ke arah simpan perumahan.
"Butuh tumpangan?" Sebuah motor berhenti di depan Ry. Si pengendara motor tersebut membuka kaca helem nya.
Ry terdiam sambil berpikir untuk menjawab pertanyaan si pengendara motor tersebut. Ry melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Mau naik gak?"
...~ Bersambung ~...
__ADS_1