
"Jangan mencintai terlalu dalam karena Tim SAR tidak akan menolong korban perasaan."
"Sa, maaf aku. Ini semua pasti karena aku kamu seperti ini." Si pria tersebut memegang tangan Asa.
"Vin." Asa mulai sadar setelah mendengarkan suara dari si pria yang sedang duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur sambil memegang tangan Asa. Asa mulai membuka kedua matanya secara berlahan-lahan.
"Akhirnya kamu sadar juga." Kevin melihat Asa sudah membuka matanya, dia merasa legah Asa sudah bangun dari tidurnya.
"Iya." Asa berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya.
"Sini aku bantu." Kevin membantu Asa untuk duduk di atas tempat tidur.
"Terima kasih, kamu kenapa bisa ada di sini?" Asa duduk sambil berdasar di dasbor tempat tidur.
"Tadi bibik nelpon aku, katanya kamu pingsan makannya aku segera ke sini," jawab Kevin.
Esokan harinya pagi-pagi Kevin sudah berpakaian rapi mengunakan seragam polisi di dalam kamarnya. Setelah itu Kevin melihat Ry yang masih tertidur pulas dengan posisi sedang memeluk bantal guling. Kevin yang melihat Ry memeluk bantal guling sambil melikuk seperti kedinginan karena tidak memakai selimut.
Kevin naik ke atas tempat tidur lalu dia memakai selimut ke badan Ry.
"Aku pergi kerja dulu ya Tary." Kevin berpamitan dengan suara yang pelan, sambil menatap wajah Ry yang masih tertidur dengan pulas.
Cup
Setelah itu tiba-tiba saja Kevin mengecup kening Ry. Kevin segera turun dari tempat tidur sambil mengerutuki kebodohannya yang sudah mengecup kening Ry. Kevin merasa bersyukur karena Ry tidak terbangun saat Kevin mengecup keningnya. Kalau sampai Ry terbangun gara-gara mendapatkan kecupan dari Kevin maka Kevin pasti akan malu sekali.
Kevin segera berjalan keluar dari kamar sambil membawa kaos kaki di tangannya. Saat Kevin sudah keluar dari kamar bunda datang menghampiri Kevin sambil membawa sebuah kantong plastik di tangan.
"Vin, udah mau berangkat kerja?" Bunda sudah berdiri di hadapan Kevin.
"Iya, kenapa emangnya bunda?" tanya Kevin.
"Apa bunda bisa minta tolong ama Vin?" Bunda menatap Kevin dengan wajah memohon.
"Bisa, bunda minta tolong apa?" tanya Kevin.
"Nih antarin buat Asa." Bunda memberikan sebuah kantong plastik kepada Kevin.
"Lah ini apa bunda?" tanya Kevin.
"Ini bubur ayam buat Asa," jawab bunda.
"Kenapa bunda buatin Sa bubur ayam?" tanya Kevin.
"Asa itu lagi sakit makannya bunda masakin bubur ayam buat dia," jawab bunda.
__ADS_1
"Kok bunda bisa tahu Asa sakit?" tanya Kevin.
"Kemarin bunda nelepon Asa dia bilang dia sakit. Apa kamu yang buat Asa sakit?" Bunda menatap mata Kevin.
"Gak, mana mungkin aku buat Asa sakit bunda." Kevin menggelengkan kepalanya.
"Apa benar itu Vin?"Bunda meragukan perkataan Kevin.
"Benar,masak bunda gak percaya ama anaknya sendiri, " kata Kevin.
"Bunda emang tidak percaya ama kamu, karena bunda lebih percaya ama Asa," kata bunda.
"Ah, masak bunda lebih percaya ama Sa di bandingkan ama aku yang anak kandungnya sendiri," kata Kevin
"Sudah cepat kamu ambil ini, pegal tangan bunda dari tadi megangin kantong plastik ini." Bunda menyuruh Kevin mengambil kantong plastik dari tangannya.
"Tapi aku mau berangkat kerja bunda." Kevin mencoba menolak secara halus untuk mengantarkan bubur ayam tersebut untuk Asa.
"Kamu kan bisa antar ini buat Asa baru berangkat kerja." Bunda meletakan kantong plastik di tangan Kevin.
Seminggu kemudian.........
Kevin yang sedang duduk di bangku yang berada di teras pos polisi. Ponsel Kevin bergetar lalu dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Kevin memelihat ponselnya ternyata ada sms dari bunda.
π" Asalamualaikum, apa Bunda bisa minta tolong Vin?"
π"Setelah pulang kerja kamu pergi ke mesjid Agung di kota P, ya Vin?"
π"Lah, ngapain aku sana Bunda?"
π"Tidak usah banyak tanya, natik setelah pulang kerja kamu kesana saja."
π"Iya bunda."
Setelah Kevin membalas sms dari bunda, dia menjadi penasaran mengapa bunda menyuruh dia pergi ke mesjid Agung yang ada di kota P. Sebenarnya ada apa di mesjid Agung kota P sehingga bunda menyuruh Kevin untuk ke sana.
Kevin memasukkan kembali ponselnya ke saku celana. Kevin menoleh ke arah jalan raya yang berada di depan pos polisi. Kevin memantau kondisi jalan raya tersebut yang kelihatan lancar tidak ada hambatan sehingga dia dapat berdusuk dengan santai di bangku tersebut.
Hari sudah sore Kevin yang hendak pulang lalu dia merasa ponselnya bergetar di saku celananya. Kevin mengeluarkan ponsel tersebut Kevin melihat panggil telpon dari bunda. Kevin segera mengangkat pangilan telpon dari bunda.
"Assalamu'alaikum Vin."
"Walaikumsalam bun."
"Kamu udah dimana?"
__ADS_1
"Aku masih di pos polisi, kenapa bunda?"
"Apa belum pulang?"
"Udah, nih aku mau pulang."
"Kamu jangan langsung pulang ke rumah tapi pergi ke mesjid Agung aja sekarang." Bunda menyuruh Kevin untuk pergi ke mesjid Agung
"Apa bunda berada di sana?"
"Tidak."
"Lalu kenapa bunda menyuruh aku kesana?"
"Natik kamu akan tahu, makanya sekarang kamu kesan saja."
"Ah aku jadi penasaran nih bunda, kasih tahu aku napa bunda."
"Kalau di kasih tahu tidak kejutan, makanya kamu kesana ajaib biar tahu kejutannya."
"Baiklah, aku kesana sekarang bunda."
"Hati-hati dijalan ya Vin." Setelah mengatakan itu bunda mematikan telpon.
Setelah telpon dari bunda terputus Kevin memasukkan kembali ponsel ke saku celana. Kevin berpamitan kepada teman-teman untuk pulang. Kevin berjalan ke arah motor patroli yang bisa di gunakan. Kevin naik ke atas motor patroli tersebut lalu Kevin memasangkan helem di kepalanya.
Kevin menyalahkan motor lalu dia mengendarai motor ke arah jalan raya. Kevin mengendarai motor dengan kecepatan standar di jalan raya. Saat lampu merah Kevin menghentikan motornya lalu beberapa pengendara motor melihat ke arah Kevin.
"Hai, pakpol." Saapaan seorang pengendara motor yang berada di samping motor Kevin.
"Hai, pakpol tampan." Saapaan seorang perempuan pengendara motor yang berada di belakang motor Kevin.
Kevin hanya tersenyum menanggapi saapaan dari pengendara lainnya.
"Aduh senyum manis buat aku jadi salting nih." Si perempuan pengendara motor yang melihat senyuman Kevin.
Lampu lalu lintas sudah berganti menjadi warna hijau tetapi kendaraan yang berada di depan tidak juga bergerak akhirnya pengendara yang lain membunyikan klakson kendaraan mereka.
Kevin sudah berada di depan mesjid Agung, Kevin sudah berada di depan pintu mesjid Agung.
"Assalamu'alaikum." Kevin mengucapkan salam lalu dia perjalanan masuk kedalam mesjid Agung.
"Walaikumsalam." Beberapa orang yang berada di dalam mesjid tersebut menoleh ke arah Kevin yang sudah masuk ke dalam mesjid tersebut.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Kevin tersebut saat melihat beberapa orang yang berada di dalam mesjid tersebut. Yang membuat Kevin terkejut saat melihat perempuan yang dia kenal sedang duduk di mesjid sambil memakai jilbab.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...