
"Sate, sate apa yang bikin sakit? satea menunggumu di saat kamu mencintai nya."
Bie yang mendengar nama nya di sebut segera membalikkan badan. Saat Bie sudah membalikkan badan dia melihat pasangan berjalan mendekati ke arah nya. Bie terus memperhatikan mengamati wajah pasangan tersebut secara bergantian.
"Habie kok diam aja aku panggil." Pasangan itu sudah berdiri di hadapan Bie. Si perempuan tersebut melihat Bie yang berdiri sambil melihat ke arah nya tapi hanya diam.
"Kamu siapa?" Bie yang merasa tidak mengenali si perempuan tersebut.
"Aku Asa, masak kamu lupa?"
"Asa siapa ya?" Bie mencoba mengingat si perempuan yang bernama Asa.
"Aku bawahan mami kamu di RS."
"Sebentar aku ingat dulu." Bie mencoba mengingat tentang si perempuan yang berada di hadapan Bie.
Sementara Asa dan Bie sibuk berbicara, berbeda dengan Kevin yang dari tadi memegang troly sambil melihat ke arah punggung si perempuan yang berdiri di samping Bie. Kevin merasa mengenali sosok si perempuan yang berdiri membelakangi dirinya.
Aku seperti mengenali si perempuan ini.
Aku penasaran kenapa dari tadi si perempuan tersebut tidak membalikkan badannya.
Sementara Ry mendengar nama si perempuan yang berbicara berbicara dengan Bie itu Asa. Ry merasa yakin bahwa itu Asa istri Kevin karena Ry sudah mengenali suara Asa. Ry memilih untuk berdiri dengan posisi seperti itu, sambil berdoa agar Asa pergi dari. tempat tersebut.
"Gimana kamu udah ingat?"
"Iya iya, aku ingat ternyata kak Asa." Akhirnya Bie mengingat si perempuan tersebut dokter mudah yang sering mami bicarakan kepada Bie.
"Nah akhirnya kamu ingat juga. Asa memperhatikan punggung si perempuan yang berdiri membelakangi dirinya dan Kevin sehingga Asa menjadi penasaran.
"Itu siapa?" Bie dan Asa berbicara secara bersamaan, mereka berdua menunjuk ke arah yang berbeda. Asa menujuk ke arah si perempuan yang berdiri di samping Bie sedangkan Bie menujukan jarinya ke arah si laki-laki yang berdiri di samping Asa.
"Sayang kenalan dulu dengan anak Profesor di RS tempat aku bekerja." Asa menoleh ke arah Kevin.
"Perkenalan nama Kevin Adhitama suami Asa." Kevi melepaskan sebelah tangannya dari troly lalu dia mengulurkan tangannya kepada Bie.
"Habie, biasa di panggil Bie." Bie mengulurkan tangan lalu dia menjabat tangan Kevin. Setelah itu Kevin melepaskan tangannya dari Bie.
"Kamu gak mau kenalin kami dengan dia." Asa yang masih penasaran dengan si perempuan yang berdiri di samping Bie.
"Oh kalian mau kenalan sama dia. Hei itu mereka mau kenalan sama kamu." Bie memegang bahu Ry.
__ADS_1
Sebenarnya Ry enggan untuk membalikkan dia merasa yakin bahwa itu Kevin mantan suami sirih dan Asa istrinya. Tapi kalau Ry tidak membalikkan badan dia merasa tidak enak terhadap Bie.Akhirnya dengan berlahan-lahan Ry membalikkan badannya sambil memasang wajah tersenyum secara terpaksa.
Asa dan Kevin terkejut saat melihat si perempuan yang membalikkan badan tersebut ialah perempuan yang mereka kenal.
"Apa kalian sudah saling kenal?" Bie yang melihat ekspresi wajah mereka yang terkejut saat melihat ke arah Ry.
"Iya kita sudah saling kenal," jawab Asa.
"Benarkah begitu?" Bie menoleh ke arah Ry.
"Iya abang Bie." Ry mengangguk kepalanya.
"Jangan-jangan kalian pacaran ya?" tanya Asa.
"Kita masih proses pedekate kak Asa," jawab Bie.
"Semoga kalian jadian, habis kalian itu kelihatan cocok." kata Asa.
"Aamiin," kata Bie.
Ry tidak terlalu menanggapi ucapan Asa, Ry diam-diam mencuri padang ke arah Kevin yang sedang memegang troly belanjaan begitu pun sebaliknya Kevin juga mencuri pandangan ke arah Ry sehingga tatapan mata mereka bertemu untuk sekian detik. Sedetik kemudian Ry memutuskan tatapan matanya dengan menoleh ke arah Asa.
"Kalian kok bisa saling kenal?" tanya Asa.
"Ooo, seperti itu.Asik doang kalian jadi sering ketemu setelah itu akan tumbuh benih-benih cinta di antara kalian berdua."
"Abang Bie, Ry mau ke toilet dulu." Setelah mengatakan itu Ry berjalan terburu ke arah toilet.
Ry sudah berada di dalam toilet untuk saja kondisi toilet tersebut sedang sepi.
Hiks hiks hiks
Ry menangis tersedu-sedu di dalam toilet sambil memegang dadanya. Hati Ry terasa sakit saat melihat Kevin dan Asa berada di depannya mereka kelihatan seperti pasangan suami istri yang mesra. Hati Ry semakin bertambah sakit melihat Kevin memegang troly belanja yang berisi barang belanjaan.
Ry menjadi teringat selama mereka menjadi pasangan suami istri Kevin sama sekali tidak mengajak Ry untuk berbelanja ke mall.
Hiks hiks hiks
Ry mengepalkan tangannya lalu dia memukul dada yang terasa begitu sakit seperti teriris oleh pisau yang di taburi oleh air jeruk nipis. Sakit ini sakit sekali.
Setelah Ry pergi ke toilet hanya tinggal Kevin, Asa dan Bie di tempat tersebut.
__ADS_1
"Kamu udah selesai belanja nya?" tanya Asa.
"Belum."
"Menangnya kamu membeli apa lagi?"
"Buah, kalau kak Asa udah selesai belanjanya?" tanya Bie.
"Belum, aku juga mau beli buah. Ayo kita beli buah bersama!" Asa bersemangat membeli buah bersama Bie.
"Aku bingung mau beli buah apa?"Bie mendorong troly sambil melihat ke arah rak buah-buahan.
"Menangnya kamu belanja sebanyak ini untuk siapa?" Asa yang berjalan di samping Bie yang sedang mendorong troly, sementara Kevin berjalan di belakang mereka berdua sambil mendorong troly.
"Kak Asa mau tahu aja atau mau tahu banget?"
"Aku mau tahu banget, kepo aku." Asa yang begitu penasaran sehingga dia ingin mengetahui Bie belanja sebanyak untuk apa.
"Hehehe, tapi aku gak ada niat buat ngasih tahu kak Asa." Bie tertawa sambil memegang tengkuk kepala dengan sebelah tangannya.
Sementara Kevin pikiran terus saja kepada Ry dia tidak memperdulikan kedua orang yang berada di hadapan.
Kenapa dia lama sekali ke pergi ke toilet?
Sedang apa dia di toilet?
Ini tidak seperti biasanya dia ke toilet.
Begitu banyak sekali pertanyaan yang berputar-putar di kepala Kevin mengenai Ry yang belum kembali ke toilet. Dia melihat ke arah depan tetapi Bie dan Asa sudah tidak berada di depan.
"Kemana perginya mereka?" Kevin melihat sekeliling tempat tersebut untuk mencari keberadaan Asa dan Bie.
"Ternyata mereka di situ." Kevin melihat Asa dan Bie sedang berada di depan rak buah-buahan mereka sedang sibuk memegang buah mangga. Bie yang sedang memegang sebuah mangga sambil mencium mangga tersebut.
Lima menit sudah berlalu Ry merasa sudah puas menagis lalu dia menghidupkan air kran dari wastafel. Ry mencuci wajahnya agar terlihat segara, Ry melihat matanya yang memerah serta sembab seperti kelihatan selesai menangis.
Ry membiarkan wajahnya basah, lalu Ry berjalan ke arah pintu toilet. Ry membuka pintu toilet tersebut lalu dia berjalan keluar dari pintu toilet tersebut. Saat Ry sudah berada di luar toilet.
"Kenapa kamu lama sekali?"
Terdengar suara bariton dari seorang yang sedang berdiri sambil menyadar di dinding dengan melipat kedua tangannya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...