
"Kalau yang segar dan manis itu sirup pandan, di tambah gula dan sebagainya. Selamat datang bulan Ramadhan. Selamat puasa teman-teman semua."
Ry yang merasakan lapar lalu dia berjalan ke arah meja makan. Ry sudah berada di depan meja makan lalu dia membuka tudung saji. Ternyata di atas meja makan tersebut kosong sama sekali tidak ada makanan.
"Kamu lapar?" Kevin yang berjalan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk melilit di pinggang nya. Kevin yang sudah berada di depan pintu kamar mandi menoleh ke arah Ry yang masih berada di dapur.
"Iya mase, tapi gak ada makanan." Ry menoleh ke arah Kevin.
"Sana kamu cepatan mandi." Kevin menyuruh Ry untuk segera mandi.
"Lah, kenapa mase nyuruh Ry mandi?" tanya Ry.
"Bauk kamu nyampai sini," kata Kevin.
"Masak sih?" Ry mencoba mencium ketiaknya ternyata ada aroma asem dari kertiak Ry. Ry segera mendudukkan kepala karena merasa malu dia segera berjalan ke arah Kevin.
"Hahaha, sono mandi?" Kevin terkekeh melihat Ry yang mencium ketiaknya.
"Iya nih juga mau mandi." Ry berjalan melewati Kevin yang berdiri di depan kamar mandi.
Lima belas kemudian Kevin sudah selesai berpakaian casual. Kevin sedang berdiri di depan cermin sambil menyisir rambutnya.
"Mase, tolong bawakan handuk." Ry yang sudah selesai mandi baru teringat bahwa dia tidak membawa handuk saat ke kamar mandi. Ry berteriak meminta tolong kepada Kevin.
"Iya sebentar." Kevin yang mendengar teriakan Ry lalu dia segera mengambil handuk yang tadi dia letakan di atas tempat tidur. Kevin berjalan sambil membawa handuk di tangannya.
"Mase cepatan bawa handuk nya," Teriak Ry.
Tok........... Tok
"Bukak pintunya." Kevin sudah berada si depan pintu kamar mandi sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Iya, mana handuknya?"Ry membuka sedikit pintu kamar mandi tersebut. Ry mengulurkan tangan melalui pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.
"Nih handuknya." Kevin meletakan handuk tersebut pada tangan Ry.
"Lah ini kok handuk mase, Ry gak mau. Ry maunya handuk Ry." Ry menarik tangan masuk ke dalam kamar mandi. Ry melihat handuk yang berada di tangan Ry itu handuk Kevin. Ry mengembalikan handuk tersebut kepada Kevin dengan cara mengulurkan tangan yang ada handuk ke arah luar kamar mandi.
"Kamu mau pakai handuk itu atau gak pakai apa-apa?" tanya Kevin.
"Iya deh Ry pakai." Ry kembali menarik tangannyan ke dalam kamar mandi. Ry memakai handuk milik Kevin untuk menutupi badannya.
__ADS_1
Ry sudah berada di dalam kamar lalu Ry sudah memakai dalaman. Ry yang hendak memakai kaos lalu melepaskan handuk yang melilit di badannya dan di saat yang bersamaan pintu kamar terbuka. Kevin berjalan masuk ke dalam kamar lalu Kevin melihat Ry yang hanya mengunakan dalaman yang menutup aset-aset berharganya.
Kevin menelan slavina saat menyaksikan pemandangan yang begitu mengoda imamnya. Bahkan tiba-tiba saja adek Kevin yang berada di dalam celananya sudah berdiri karena menyaksikan pemandangan tersebut.
"Ah ah ah." Ry segera memakai baju kaosnya, untung baju kaos yang Ry pakai panjang kebawa sehingga bisa menutup bagian bawah yang terlihat.
"Kamu kenapa tidak menguci pintu tadi?" Kevin segera memalingkan wajah melihat ke arah yang lain.
"Lupa, mase kenapa masuk gak ngetuk pintu dulu?" Ry menundukkan wajahnya karena merasa malu dengan apa yang terjadi barusan.
"Aku kira kamu masih di kamar mandi, cepatan pakai bajunya. Aku tunggu di teras." Kevin yang berada di samping tempat tidur lalu Kevin mengambil dompet serta kunci motor nya.
"Emang kita mau pergi kemana?" Ry mengangkat wajahnya lalu dia terkejut melihat Kevin yang sudah berada di sampingnya.
"Gak usah banyak tanya." Setelah mendapatkan kunci motor dan dompet Kevin segera pergi meninggalkan Ry yang masih berada di dalam kamar.
Kevin yang sedang duduk di kursi yang berada di teras rumah sambil membalas chat dari seorang sambil tersenyum. Ry yang sudah berdiri di depan pintu sambil melihat ke arah Kevin yang terlihat bahagia sambil memegang ponselnya.
"Hm." Ry sengaja berdeham agar Kevin menyadari bahwa Ry sudah berdiri di depan pintu rumah.
"Kamu kunci rumah aku tunggu di motor." Kevin menyuruh Ry menguci rumah lalu Kevin berjalan ke arah motor.
"Iya." Ry segera menutup pintu rumah dah mengunci pintu rumah.
"Kamu masuk aja dulua." Kevin yang masih berada di atas motor menyuruh Ry untuk masuk ke dalam warung tersebut.
"Iya." Ry yang sudah berdiri di samping motor lalu Ry berjalan masuk ke dalam warung tersebut. Saat Ry sudah berada di dalam warung tersebut Ry melihat ada bangku kosong lalu Ry berjalan ke arah bangku kosong tersebut. Ry duduk di bangku kosong tersebut.
"Kamu udah pesan?" Kevin yang duduk di bangku yang berada di hadapan Ry.
"Belum." Ry mengelengakaan kepalanya.
"Pelayan." Kevin memanggil pelayan terus.
"Eh Pakpol kok tidak ama ibuk dokter?" Si pelayan tersebut menghampiri meja Kevin. Si pelayan tersebut melihat Kevin yang duduk dengan seorang perempuan lain. Kevin dan Asa biasa makan di warung itu sehingga pelayan sudah mengenal mereka berdua.
"Buku menu mana?" Kevin mengalihkan pembicaraan.
"Ini, pakpol dan mbak mau pesan apa?" Si pelayan memberikan dia buku menu kepada Kevin dan Ry.
"Soto medan satu," kata Ry.
__ADS_1
"Mbak mau yang ayam atau sapi?" tanya si pelayan tersebut.
"Sapi, teh es satu," jawab Ry.
"Pakpol kayak biasanya?" Si pelayan mencatat menu pesan Ry.
"Iya." Kevin menutup buku menu lalu dia memberikan buku menu tersebut kepada si pelayan tersebut.
"Apa ada tambah lainnya?" si pelayan mencatat pesanan Kevin.
"Tidak," jawab mereka serentak.
Setelah si pelayan tersebut pergi sambil membawa dia buah buku menu di tangannya.
"Mase sering ke sini?"
"Iya,"
"Ama siapa?"
"Teman."
"Teman apa demen?
" Teman."
"Jadi teman mase itu ibuk dokter?"
"Iya."
"Mase kenalan di mana ama dia?"
"Satu sekolah."
"Apa satu kelas juga?"
"Kita ke sini mau makan bukan interview jadi kamu gak usah banyak tanya tentang kehidupan aku ." Kevin berbicara dengan ketus kepada Ry.
Setelah Kevin mengatakan itu kepada Ry maka Ry hanya diam sambil menunggu makanan datang. Makanan sudah tersaji di atas meja Ry yang merasa lapar segera makan dengan lahap tanpa membaca doa.
"Kalau makan itu baca doa dulu." Kevin yang dari tadi terus memperhatikan Ry. Kevin melihat Ry yang makan begitu lahap.
__ADS_1
"Aduh Ry lupa." Ry yang baru sadar lupa membaca doa sebelum makan lalu dia meletakan sendok tersebut ke dalam mangkok setelah itu Ry membaca doa.
...~ Bersambung ~...